Terserap

Sorotan terbaru dari Tag # Terserap

PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Bikin Terobosan Olah Limbah Cair 17 PKS dan Bangun 16 Pabrik CBG Nasional
Nasional
Minggu, 15 Februari 2026 | 21:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Bikin Terobosan Olah Limbah Cair 17 PKS dan Bangun 16 Pabrik CBG

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) lewat PTPN IV PalmCo, pertegas posisi salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia pimpin transisi energi baru terbarukan (EBT). Inisiasi proyek perdananya di wilayah Simalungun, di mana perusahaan bersiap melakukan ekspansi masif dengan membangun 16 unit pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) baru secara serentak yang akan mengolah limbah cair dari 17 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Proyek strategis ini gandeng PT Renikola sebagai mitra pelaksana ini diproyeksikan akan dimulai (groundbreaking) di awal 2027 mendatang. Tak tanggung-tanggung, bahkan inisiatif ini digadang-gadang sebagai terobosan teknologi pemanfaatan limbah, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penciptaan ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau Green Jobs. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pembangunan 16 pabrik CBG ini bagian dari grand strategy perusahaan mewujudkan sirkular ekonomi yang berkelanjutan. "PalmCo tidak lagi hanya fokus pada produktivitas on-farm, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah dari setiap limbah yang dihasilkan," ulasnya. Menurutnya, pembangunan 16 pabrik CBG terintegrasi dengan 17 PKS kami ini bukti keseriusan kami. Kami tidak melihat limbah sawit sebagai residu, melainkan sebagai sumber daya energi masa depan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. "Dengan menggandeng PT Renikola, kami mengonversi tantangan lingkungan menjadi peluang energi dan yang terpenting, peluang bagi tenaga kerja lokal,” ucap Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta. Langkah ekspansif ini eskalasi dari keberhasilan pilot project di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek tersebut, yang dikerjakan bersama PT reNIKOLA Primer Energi (anak usaha reNIKOLA), telah melakukan peletakan batu pertama pada 12 Agustus 2025 lalu. Saat ini, proyek di Tinjowan tengah dalam tahap percepatan konstruksi dengan target penyelesaian selama 14 bulan, sehingga diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada kuartal IV tahun 2026. Lantas Jatmiko soroti dampak sosial dari proyek ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dampak lingkungan. Pembangunan infrastruktur energi hijau di 16 titik yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara dan Banten ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Kami memproyeksikan adanya penyerapan tenaga kerja yang masif. Pada fase konstruksi saja, setiap titik pabrik membutuhkan sekitar 50 hingga 100 orang pekerja. Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” tuturnya. Jatmiko menekankan pentingnya transfer knowledge dan peningkatan kapabilitas SDM lokal melalui proyek ini. “Ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Ini adalah Green Jobs. Setelah pabrik berdiri dan dioperasionalkan, kami membutuhkan tenaga ahli dan operator yang kompeten untuk menjalankan teknologi biometana ini. Estimasi kami, setiap pabrik akan diawaki oleh 8 hingga 10 personel tetap. Artinya, PTPN IV PalmCo turut andil dalam mencetak talenta-talenta baru yang siap bersaing di era ekonomi hijau,” jelasnya optimis. Sebaran Lokasi dan Dampak Dekarbonisasi Rencana pembangunan 16 pabrik CBG ini akan mencakup Sebagian wilayah operasional PTPN IV PalmCo yang lebih luas dengan memanfaatkan pasokan biomassa dari 17 PKS. Di Sumatera Utara, lokasi proyek tersebar di Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Selatan. Sementara itu, ekspansi juga merambah ke Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak. Dari sisi teknis, setiap unit pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi gas biometana sebesar 75.000 hingga 200.000 MMBTu per tahun. Gas ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil. Jatmiko menutup penjelasannya dengan memaparkan kontribusi signifikan proyek ini terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia di tahun 2060 serta dalam pencapaian target penurunan emisi nasional sebesar -140 juta ton CO₂e pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 194 Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). “Jika ke 16 pabrik ini beroperasi penuh, kami mengestimasi potensi pengurangan emisi karbon mencapai 350.000 Ton CO2 ekuivalen (CO2e) per tahun. Ini angka yang sangat besar dan menjadi kontribusi nyata PTPN IV PalmCo untuk Indonesia yang lebih bersih,” tandasnya.

Gelar Prosesi Wisuda, Tamatan ITSI Banyak Terserap ke Perusahaan Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 09 Oktober 2024 | 10:18 WIB

Gelar Prosesi Wisuda, Tamatan ITSI Banyak Terserap ke Perusahaan Sawit

Medan, katakabar.com - Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan gelar proses wisuda total 331 mahasiswa yang tamat kuliah dengan prestasi yang baik. Rektor ITSI Purjianto SE MM merinci, dari jumlah 331 orang total 241 mahasiswa program studi (Prodi) Budidaya Perkebunan (BP) dan 90 Prodi Teknologi Hasil Perkebunan (THP).