Simak! Ini Ciri-ciri Bibit Kelapa Sawit Tidak Normal
Bengkulu, katakabar.com - Petani banyak tidak sengaja tanam bibit kelapa sawit tidak normal. Ini merugikan petani, sebab produktivitas berdampak signifikan. Bahkan bibit kelapa sawit tak normal sulit berbuah dan rentan terjangkit penyakit tanaman. Seorang pengamat pertanian di Bengkulu, Zainal Muktamar mengatakan, bibit kelapa sawit tidak normal tidak dapat disembuhkan. Jadi, mesti dieliminasi sebelum ditanam di kebun. "Bibit kelapa sawit tidam normal disebabkan faktor genetik tidak dapat disembuhkan, dan mesti dieliminasi sebelum masuk tahap pembibitan utama atau main nursery," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (21/9). Dijelaskan Zainal, bibit kelapa sawit tidak normak mesti diseleksi di tahap-tahap awal pertumbuhan bibit. Misalnya, saat berumur 6, 9, dan 12 bulan atau menjelang proses pindah tanam ke lapangan. "Bibit yang telah diseleksi tidak normal dikumpulkan dan dimusnahkan untuk mencegah masalah lebih lanjut. Soalnya, bibit kelapa sawit tidak normal tidak layak ditanam di kebun," tegasnya. Diceritakan Zainal, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan tahun 2021 telah memberikan panduan terperinci mengenai kriteria bibit tidak normal mesti dieliminasi, seperti daun mirip dengan rumput, kelainan dalam pembentukan klorofil pada daun (khimera), dan bibit dengan pelepah daun yang melintir atau berputar. Terus, tumbuh kerdil, memiliki titik tumbuh yang tidak berkembang normal, atau memiliki bentuk malformasi. "Bila petani menemukan ciri-ciri seperti di atas pada bibit kelapa sawit, elok dipisahkan dan jangan ditanam, itu bibit kelapa sawit tidak normal," bebernya. Tidak sampai di situ sambung zainal, bibit telah mencapai tahap pembenihan main nursery seleksi masih berlanjut. Beberapa kriteria bibit yang harus diseleksi di tahap ini, meliputi bibit yang memiliki pelepah dan anak daun yang tegak dan kurang membuka (erect), anak daun yang terlalu rapat atau terlalu jarang, daun yang mirip rumput atau menggulung, serta penyakit tajuk (crown disease). "Bibit kelapa sawit yang kerdil atau memiliki pertumbuhan memutar yang tidak balik termasuk dalam kriteria eliminasi," terangnya. Dengan seleksi bibit yang ketat, harapannya petani bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kehilangan hasil panen. "Seleksi bibit tidak normal di pre nursery dan main nursery menjadi pedoman penting bagi para petani guna menjaga kualitas dan produktivitas kebun kelapa sawit," imbuhnya.