Token
Sorotan terbaru dari Tag # Token
Svarael Foundation Luncurkan Infrastruktur 'Penambangan Bahasa' Terdesentralisasi
Jakarta, katakabar.com - Svarael Foundation umumkan peluncuran strategis Protokol Svarael, sebuah jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) yang dirancang untuk mendemokratisasi penciptaan kecerdasan buatan (AI) linguistik. Dengan memperkenalkan mekanisme konsensus baru "Proof-of-Contribution" (Bukti Kontribusi), Svarael bertujuan untuk menyelesaikan "Kesenjangan Linguistik AI" sebuah kegagalan struktural dalam ekonomi digital saat ini yang menyebabkan lebih dari 95% bahasa di dunia kekurangan sumber daya. Protokol ini membangun pasar tanpa izin (permissionless) yang menghubungkan penutur asli bahasa-bahasa minim sumber daya (low-resource languages) secara langsung dengan ekonomi AI global. Melalui antarmuka penambangan Svarael yang berbasis seluler (mobile-first), kontributor dapat mendigitalkan dialek asli mereka merekam ucapan, memvalidasi terjemahan, dan melabeli gambar untuk membangun Model AI Berdaulat yang mempertahankan nuansa budaya dan kepemilikan data. Protokol Svarael: Ekonomi Berkelanjutan Data Linguistik Berbeda dengan model crowdsourcing tradisional yang mengandalkan pekerjaan lepas (gig work) sesaat, platform Svarael memperkenalkan "Roda Penggerak Nilai Tripartit" (Tripartite Value Flywheel) yang mandiri. Model ekonomi ini direkayasa untuk menyelaraskan kepentingan jangka panjang dari kontributor data, validator, dan pengembang tanpa bergantung pada ekstraksi terpusat. "Kami beralih dari model ekstraksi data ke model kedaulatan data," ujar Dr. Elias Vane, CEO Svarael Foundation. "Protokol kami menerapkan struktur alokasi yang berpusat pada komunitas, yang dirancang untuk memastikan bahwa nilai yang dihasilkan oleh model AI ini kembali kepada para penutur yang menghidupkannya. Dengan menggunakan arsitektur vesting yang memprioritaskan kesehatan jaringan jangka panjang, kami membangun infrastruktur yang dapat mendukung pelestarian dan inovasi linguistik selama satu dekade ke depan," jelasnya. Arsitektur Teknis: Mesin Data Terdesentralisasi Pada inti jaringan Svarael terdapat arsitektur hibrida yang menggabungkan penyelesaian blockchain dengan komputasi pembelajaran mesin (machine learning) di luar rantai (off-chain): Konsensus Proof-of-Contribution: Berbeda dengan Proof-of-Work yang boros energi, validator Svarael mengamankan jaringan dengan memverifikasi kualitas semantik data linguistik. Protokol ini menggunakan sistem pemungutan suara Berbobot Reputasi untuk mencegah keracunan data dan memastikan set data dengan fidelitas tinggi. Federated Mixture of Experts (MoE): Pabrik Model AI Linguistik menggunakan saluran pelatihan modular. Alih-alih satu model monolitik tunggal, mesin Svarael melatih "Model Berdaulat" khusus untuk bahasa tertentu (misalnya, ASR Bahasa Sunda, NMT Bahasa Jawa), yang dapat diakses melalui Open API. Verifikasi yang Menjaga Privasi: Sistem ini mengintegrasikan Zero-Knowledge Proofs (ZKPs) untuk verifikasi identitas, yang memungkinkan kontributor untuk membuktikan kemanusiaan unik mereka tanpa mengungkapkan pengenal pribadi yang sensitif. Utilitas Token SRAL: Bahan Bakar Ekonomi Linguistik Token SRAL berfungsi sebagai unit akuntansi fundamental dan bahan bakar non-spekulatif untuk ekosistem ini, yang memungkinkan: Tata Kelola Jaringan: Pemegang SRAL dapat berpartisipasi dalam DAO untuk memberikan suara pada parameter protokol penting, seperti penambahan kumpulan bahasa baru dan hibah perbendaharaan. Staking Jaminan Kualitas: Validator harus melakukan staking token SRAL untuk melakukan tinjauan kualitas, menciptakan ikatan keamanan kripto-ekonomi yang mencegah perilaku jahat. Akses Komersial: Klien perusahaan menggunakan ekosistem ini untuk mengakses Pasar Layanan Open API. Mekanisme "Burn and Build" dirancang untuk menghubungkan penggunaan komersial secara langsung dengan keberlanjutan ekonomi token SRAL, dengan memanfaatkan pendapatan protokol untuk mengurangi pasokan yang beredar. Kontrak pintar Svarael telah menjalani verifikasi formal yang ketat dan audit pihak ketiga untuk memastikan integritas lapisan penyelesaian. "Lapisan Abstraksi Fiat-ke-Token" pada protokol memungkinkan klien perusahaan untuk berinteraksi dengan jaringan menggunakan metode pembayaran standar sambil tetap menjaga transparansi on-chain penuh bagi pemegang kepentingan token SRAL. Tentang Svarael Foundation Svarael Foundation adalah organisasi yang berdedikasi untuk menjembatani kesenjangan digital bagi bahasa-bahasa dengan sumber daya minim. Dengan menggabungkan insentif blockchain dan NLP canggih, Svarael memberdayakan komunitas untuk menangkap nilai ekonomi dari bahasa mereka. Proyek ini dipimpin oleh tim ahli linguistik komputasi dan insinyur sistem terdistribusi yang berkomitmen pada visi "AI untuk Setiap Suara"
Narasi Perpetual DEX Menguat, Token Derivatif Mulai Jadi Incaran Trader Global
Jakarta, katakabar.com - Dunia kripto diramaikan narasi baru kian menguat, yakni Perpetual DEX. Setelah tren meme coin dan proyek AI sempat mendominasi, kini giliran sektor derivatif terdesentralisasi yang menjadi perhatian. Lonjakan volume, inovasi teknologi, hingga arus modal baru dari investor institusional memperlihatkan ekosistem Perpetual DEX bukan lagi sekadar eksperimen DeFi, melainkan fondasi baru dalam perdagangan aset digital. Menurut data yang dihimpun dari berbagai agregator DeFi, volume perdagangan perpetual DEX telah menembus US$1 triliun di September, meningkat hampir 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini dipicu oleh semakin tingginya minat trader global terhadap platform non-kustodial yang transparan dan efisien. Apa Itu Perpetual DEX dan Mengapa Mulai Ramai Dibicarakan? Perpetual DEX adalah bursa derivatif terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berjangka tanpa tanggal kedaluwarsa. Berbeda dari bursa terpusat (CEX), seluruh proses berlangsung di blockchain melalui smart contract, sehingga pengguna tetap memiliki kontrol penuh atas aset mereka. Model ini dinilai sebagai alternatif yang lebih aman dan terbuka dibandingkan bursa tradisional. Dengan sistem funding rate dan mekanisme leverage yang transparan, trader bisa membuka posisi long maupun short tanpa risiko penutupan otomatis akibat tanggal jatuh tempo. Tren ini pun didorong oleh berbagai inovasi. Mulai dari integrasi order book on-chain hingga penerapan zk-rollup yang membuat transaksi lebih cepat dan hemat gas fee. Token Perpetual DEX Sedang Jadi Sorotan Seiring meningkatnya adopsi, sejumlah token platform perpetual DEX kini menunjukkan performa mengesankan dan menjadi sorotan di komunitas kripto. Pemimpin pasar seperti Hyperliquid (HYPE) terus mempertahankan dominasinya dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$13 miliar, sementara MYX Finance (MYX) mencatat lonjakan hingga 66 persen dalam tujuh hari terakhir berkat peningkatan fitur dan pertumbuhan TVL yang pesat. Di sisi lain, Aster DEX (ASTER) menarik perhatian karena fokus pada interoperabilitas lintas-chain dengan valuasi mendekati US$3 miliar. Proyek lain seperti Jupiter Exchange (JUP) di ekosistem Solana dan dYdX Protocol (DYDX) yang terus berinovasi dalam mekanisme governance juga memperkuat posisi sektor ini sebagai pilar utama DeFi. Menariknya, proyek Lighter semakin mendapat sorotan meski token resminya belum diluncurkan. TVL yang meningkat hingga 2.000 kali lipat dalam enam bulan terakhir, serta potensi airdrop token perpetual DEX baru, menjadikannya proyek yang patut dipantau oleh para investor. Lonjakan minat terhadap Perpetual DEX tidak lepas dari perubahan preferensi trader global. Sejak munculnya berbagai kasus keamanan di bursa terpusat, komunitas kripto semakin menekankan pentingnya transparansi, kontrol mandiri, dan desentralisasi. Perpetual DEX hadir menjawab kebutuhan itu dengan memungkinkan transaksi langsung antar pengguna tanpa perantara, sekaligus menjaga privasi data on-chain. Meski peluangnya besar, sektor derivatif terdesentralisasi juga menyimpan risiko tinggi. Trader pemula disarankan untuk memahami cara kerja margin, leverage, dan funding rate sebelum terjun ke dalamnya. Platform Bittime menyediakan ekosistem yang lebih ramah bagi pengguna baru mulai dari panduan edukasi, fitur spot trading, hingga pembelajaran bertahap sebelum mencoba produk derivatif yang lebih kompleks. Dengan regulasi resmi dari Bappebti, Bittime menjadi salah satu pintu masuk aman untuk memahami dinamika pasar kripto Indonesia dan global.
Hadirkan Kesempatan Diversifikasi Aset Investor Indonesia, Bittime Resmi Listing Token Aster dan Avatis
Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform jual beli aset kripto berlisensi di Indonesia resmi melisting aset Aster (ASTER) dan Avantis (AVNT). Kedua token ini tidak hanya berfungsi sebagai alat utilitas dan tata kelola dalam ekosistemnya, namun juga sebagai representatif visi inovatif perdagangan aset digitalnya yang canggih. Token ASTER, token asli dari Aster sebuah bursa aset kripto generasi baru. Keunggulan Aster terletak pada penyatuan perdagangan spot dan perpetual dalam satu antarmuka yang ramah pengguna. Aster memperkenalkan fitur inovatifnya yang meningkatkan efisiensi modal, di antaranya kemampuan untuk memanfaatkan token staking likuid atau stablecoin berimbal hasil sebagai jaminan. Selaras dengan semangat inovasi yang serupa, token AVNT adalah aset native dari Avantis, Decentralized Exchange (DEX) yang beroperasi di jaringan Base. Avantis memperluas cakupan perdagangannya melampaui aset kripto biasa, turut menghadirkan Real World Assets (RWA), seperti valuta asing, dan komoditas. Platform ini dikenal dengan terobosannya dalam menawarkan kontrak perpetual dengan zero fee, sebuah fitur yang sangat menarik bagi para trader. Secara mendasar, baik Aster maupun Avantis memiliki persamaan signifikan sebagai bursa yang fokus pada perdagangan derivatif, Keduanya unggul dalam menghadirkan fitur-fitur inovatif yang bertujuan meningkatkan pengalaman dan efisiensi modal pengguna. Tetapi, Avantis lebih berpengaruh dengan integrasi perdagangannya yang lebih luas, mencakup aset kripto dan RWA di jaringan Base, menegaskan posisinya sebagai DEX terdepan dalam volume perdagangan di ekosistem tersebut. Sementara itu, Aster mengedepankan efisiensi melalui fitur jaminan yang fleksibel, memanfaatkan token staking atau stablecoin berimbal hasil. Kesamaan esensial mereka, yakni peran token ASTER dan AVNT sebagai fondasi tata kelola dan utilitas, menegaskan kedua proyek ini secara kolektif mendorong batas-batas kapabilitas bursa terdesentralisasi, menawarkan masa depan yang lebih cepat, fleksibel, dan inklusif dalam dunia perdagangan aset digital dan dunia nyata. Melihat ini, Bittime yang resmi dan berlisensi PAKD di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan kedua token tersebut dengan trading pairs ASTER/IDR, dan ANVT/IDR, pada 26 September 2025 lalu. Sejalan dengan komitmen meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas aset-aset diversifikasi bagi investor Indonesia, kehadiran ASTER dan ANVT dapat menjadi gebrakan terhadap ekosistem aset digital Indonesia. Selain itu dengan kondisi pasar saat ini, Bittime gelar kampanye Bittime PayDay GainDay. Kampanye yang berlangsung sampai 5 oktober 2025 ini, memberikan peluang bagi para trader untuk memaksimal potensi performa portofolio asetnya. Membagikan total cashback hingga dengan 25 persen, kampanye ini terbuka untuk publik, khususnya pengguna Bittime. Ini kesempatan bagi para trader, untuk mengeksplorasi potensi profit dengan menggunakan platform resmi dan berlisensi di Indonesia. Tetapi, perlu dipahami bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai bukan euforia pasar.
Mengenal Token Vinu dan Dolomite, Inovasi Baru Dunia Blockchain
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto terus menunjukkan perkembangan dinamis, tidak lagi sekadar menjadi aset investasi, tapi jadi lahan bagi inovasi teknologi, dan gerakan komunitas. Berbagai token baru bermunculan, berawal dari lelucon internet hingga yang menjadi fondasi bagi artificial intelligence atau AI, dan infrastruktur web masa depan. Fenomena ini menandai pergeseran penting di mana utilitas dan kekuatan komunitas menjadi nilai utama, bukan hanya spekulasi. Salah satu tren yang paling mencuri perhatian adalah evolusi memecoin. Jika dahulu memecoin dikenal hanya karena popularitasnya yang viral, kini mereka mulai membangun ekosistem yang solid, salah satunya adalah Vita Inu atau VINU. Ekosistemnya, yang dikenal sebagai Vinuverse ini berfungsi sebagai wadah bagi para penggemar meme, komunitas aset kripto, dan individu berpikiran terbuka untuk berkumpul. Di dalam Vinuverse, para partisipan dapat berbagi ide, berkolaborasi, dan membangun komunitas yang mencerminkan sisi menarik dan potensi desentralisasi dari teknologi blockchain. Keunggulan Vinu juga terletak pada kemampuannya untuk membangun nilai yang didorong oleh narasi komunitas dan daya tarik budaya, bukan semata-mata oleh fungsionalitas finansial. Proyek ini juga membuktikan keberhasilan dalam ekosistem digital juga dapat diukur melalui keterlibatan sosial dan kekuatan sebuah gerakan. Di sisi lain, Token Dolomite atau DOLO yang melambangkan sisi fungsional dan teknis dari ekosistem aset kripto. Sebagai token asli dari ekosistem Dolomite, token ini adalah jantung dari sebuah platform decentralized finance atau DeFi yang dirancang untuk aktivitas pinjam-meminjam dan perdagangan. Dolomite hadir dengan solusi inovatif yang memungkinkan para penggunanya untuk memanfaatkan aset mereka sebagai jaminan tanpa kehilangan manfaat dasar, seperti kemampuan untuk staking, voting, atau mendapatkan imbalan. Platform ini dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang meningkatkan efisiensi modal. Dengan adanya Dynamic Collateral, pengguna dapat mengoptimalkan penggunaan dana, sementara fitur Smart Debt dan Automatic E-Mode membantu mengelola risiko dan biaya perdagangan. Untuk menyederhanakan strategi DeFi yang kompleks, Dolomite menyediakan alat seperti Zap dan Strategies Hub, yang dirancang untuk mempermudah akses bagi pengguna. Secara keseluruhan, Dolomite berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang lebih efisien dan mudah diakses, menawarkan utilitas nyata di ranah DeFi. Meski Vinu dan Dolomite Token beroperasi di ranah yang sama, keduanya memiliki perbedaan fundamental. Kesamaan utama mereka adalah sifatnya yang terdesentralisasi dan berbasis komunitas, di mana pertumbuhan dan arah proyek sangat bergantung pada partisipasi komunitasnya. Melihat hal ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan resmi melisting kedua token tersebut pada platformnya. Dengan menghadirkan kedua token ini, Bittime tidak hanya menyediakan beragam pilihan bagi para investor, tetapi juga memperlihatkan evolusi aset kripto yang terus berinovasi, menggabungkan teknologi canggih dengan ekspresi budaya yang unik. Tentu perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.
Bittime Resmi Listing Token COW dan SYRUP
Jakarta, katakabar.com- Platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, Bittime, umumkan listing dua token baru yang menarik perhatian di ekosistem Decentralized Finance (DeFi) yakni Maple Finance (SYRUP) dan CoW Protocol (COW). Hal ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para investor dan trader di Indonesia untuk lebih terlibat dalam inovasi di pasar aset kripto. Token SYRUP adalah native token dari Maple Finance, sebuah platform manajer aset on-chain yang diluncurkan pada tahun 2021. Maple Finance hadir sebagai pionir yang berhasil mengkombinasikan keahlian pasar modal tradisional dengan inovasi yang ditawarkan dengan DeFi. Di sisi lain, token COW merupakan native CoW Protocol turut tawarkan pendekatan unik dalam eksekusi swap token on-chain. Inovasi utama dari CoW Protocol adalah kemampuannya untuk menggabungkan beberapa permintaan menjadi Coincidence of Wants (CoWs). Dengan keunggulan ini, ekosistem ini dapat menekan biaya gas, biaya Automated Market Maker (AMM), dan risiko eksekusi. Sehingga harganya yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan DEX aggregator lainnya. Baik SYRUP maupun COW berfungsi sebagai token tata kelola. Ini berarti pemegang token memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting terkait arah dan pengembangan protokol masing-masing melalui Maple DAO dan CowDAO. Ini sejalan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi inti DeFi. Keduanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas di sektor keuangan terdesentralisasi. Maple Finance melakukannya dengan membawa layanan keuangan yang lebih canggih ke on-chain, sementara CoW Protocol melakukannya dengan mengoptimalkan proses perdagangan. Seiring dengan hal tersebut, Bittime, platform crypto exchange yang berlisensi di Indonesia, melihat potensi ini dan resmi melisting 2 token berbasis native token dari Maple Finance (SYRUP) dan CoW Protocol (COW) pada platform nya. Tujuannya memberikan kemudahan dan akses bagi para investor aset kripto Indonesia, khususnya investor pemula, aset-aset tersebut dapat diperjual-belikan dengan trading pairs IDR dan USDT, melalui aplikasi Bittime. Kini, dengan hadirnya SYRUP dan COW di Bittime, investor Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk menjelajahi dan berpartisipasi dalam dua ekosistem blockchain yang inovatif. Ini menandai komitmen Bittime dalam menghadirkan aset-aset potensial mendorong batas inovasi dalam dunia aset kripto. Tapi, perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.
Bittime Listing Token BERA dan EGLD, Perluas Akses Investor Aset Digital Indonesia
Lebih lanjut, BERA dan EGLD dapat memberikan peluang baru bagi investor Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam infrastruktur blockchain dengan fundamental yang solid. Karena itu, kedua aset ini tidak hanya membawa potensi pertumbuhan nilai, tetapi juga membuka peluang untuk memahami teknologi blockchain dari sisi fungsional. Seiring dengan hal tersebut, Bittime, platform crypto exchange yang berlisensi di Indonesia, melihat potensi ini dan resmi melisting 2 token berbasis native token dari Berachain atau BERA dan MultiversX atau EGLD pada platform-nya. Dalam tujuannya memberikan kemudahan dan akses bagi para investor aset kripto Indonesia, khususnya investor pemula, aset-aset tersebut dapat diperjual-belikan dengan trading pairs IDR dan USDT, melalui aplikasi Bittime.
Ripple Unlock Token April 2025 dan Prediksi Harga XRP Setelahnya
persen dalam sehari, tapi naik lebih dari 12 persen sejak awal tahun. Namun, angka ini masih 30 persen di bawah harga puncaknya di $3,38 pada 16 Januari. Faktor-faktor eksternal seperti sentimen pasar, adopsi teknologi Ripple oleh institusi, hingga kebijakan regulasi di berbagai negara juga turut memengaruhi pergerakan harga XRP. Berikut beberapa potensi dampak dari unlock token XRP bulan April ini: Tekanan Jual Bertambah: Jika Ripple kembali menjual ratusan juta XRP, maka suplai di pasar bisa membesar dan mendorong harga turun kecuali jika ada peningkatan permintaan.
Narasi Kripto Januari 2025: Token dan Proyek Wajib Diikuti
Jakarta, katakabar.com - Memasuki awal tahun 2025, dunia kripto kembali memanas dengan berbagai inovasi dan tren baru yang menjanjikan peluang besar bagi para investor. Januari menjadi bulan yang menarik, di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), integrasi DeFi dengan AI (DeFAI), dan kebangkitan koin meme mulai mendominasi percakapan di komunitas kripto. Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, inilah saat yang tepat untuk menggali lebih dalam tentang narasi utama yang akan membentuk arah dunia blockchain di tahun baru ini. Apa saja yang perlu kamu ketahui? Temukan jawabannya di sini! Dominasi Kecerdasan Buatan (AI) di Sektor Kripto Crypto Sectors Mindshare. Source: Kaito Teknologi kecerdasan buatan (AI) terus menjadi salah satu sorotan utama dalam ekosistem blockchain. AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi, analisis data, dan pengelolaan portofolio. Meski terjadi penurunan perhatian pasar pada akhir tahun lalu, teknologi ini tetap relevan berkat inovasi seperti agen AI yang mampu beroperasi secara otonom. Beberapa token AI, seperti RENDER dan TAO, mengalami koreksi harga yang cukup signifikan baru-baru ini. Namun, koreksi ini justru membuka peluang bagi investor baru untuk masuk ke sektor ini dengan harga yang lebih terjangkau. Mengapa AI Penting? Efisiensi Operasional: Membantu pengelolaan blockchain lebih efektif. Prediksi Pasar: AI digunakan untuk analisis prediktif yang membantu investor memahami tren. Manajemen Portofolio: Agen otonom membantu pengelolaan aset secara real-time. Jika kamu belum mempertimbangkan AI dalam strategi investasi kamu, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya. 2. DeFAI: Perpaduan DeFi dan Kecerdasan Buatan DeFAI, kombinasi antara decentralized finance (DeFi) dan artificial intelligence (AI), muncul sebagai inovasi baru yang menarik perhatian. Teknologi ini memungkinkan agen otonom untuk mengelola likuiditas, staking, dan transaksi tanpa campur tangan manusia, menjadikannya solusi yang efisien dan kamul untuk ekosistem DeFi. Token seperti GRIFFAIN dan MOVE mulai menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Dengan kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil, DeFAI dipkamung sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan besar di tahun 2025.
Kini Game Web3 Delabs Games Hadir Gratis! Beragam Airdrop dan Token Crypto Menunggumu!
Jakarta, katakabar.com - Kabar Bahagia bagi ara Gamers dan penggemar Crypto! Delabs Games, perusahaan developer game asal Korea Selatan, baru saja meluncurkan game Web3 GRATIS di Telegram Mini App! Bagi kamu yang belum tahu, Telegram kini memungkinkan penggunanya untuk memainkan game langsung melalui aplikasi Mini App-keren, kan? Lebih menarik, Delabs Games sedang menggelar event besar di Telegram, memberikan airdrop $GAME Token yang berbasis teknologi Blockchain. Token ini dapat digunakan sebagai Cryptocurrency atau NFT! Jadi, tunggu apalagi? Segera bergabung dan mulai mainkan gamenya!
Daftar Token Teratas di XRP Ledger Wajib Masuk Watchlist
Jakarta, katakabar.com - XRP Ledger atau XRPL dikenal sebagai blockchain dengan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah, menjadikannya pilihan utama bagi investor dan pengembang. Teknologi desentralisasi XRPL dukung berbagai proyek inovatif di dunia aset digital. Salah satu token unggulan di XRPL adalah Sologenic atau SOLO, yang menggabungkan aset kripto dan tradisional dalam satu platform. Dengan volume perdagangan harian $884,4K dan kapitalisasi pasar $151 juta, SOLO telah menarik lebih dari 220 ribu pemegang, membuktikan daya tariknya di kalangan pengguna XRPL. Artikel ini membahas token teratas di XRP Ledger yang berpotensi besar bagi investor. Jangan lewatkan peluang emas ini! Token Kedua: ARMY (ARMY) Selain SOLO, token kedua yang menarik perhatian adalah ARMY. Token ini mencerminkan prinsip demokrasi dalam komunitas XRP, karena tidak ada suplai dari pengembang. Diperdagangkan di XPMarket DEX, ARMY memberikan peluang kepada penggemar XRP untuk memperkuat posisi mereka di pasar desentralisasi. Meskipun mengalami penurunan harga sebesar 4,22% dalam 24 jam terakhir, ARMY tetap memiliki kapitalisasi pasar sebesar $38,8 juta dan didukung oleh 9,5 ribu pemegang.