Tokocrypto Optimistis Dorong Transaksi Lewat Kolaborasi dengan BRI dan Bank Mandiri Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 09 April 2026 | 08:11 WIB

Tokocrypto Optimistis Dorong Transaksi Lewat Kolaborasi dengan BRI dan Bank Mandiri

Jakarta, katakabar.com - Platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus perkuat strategi bisnisnya di tengah tren penurunan transaksi aset kripto nasional dengan menghadirkan kanal deposit baru melalui dua bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna sekaligus mendorong kembali aktivitas transaksi di platform. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp24,33 triliun, mengalami penurunan dibandingkan Januari yang mencapai Rp29,28 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan penurunan tersebut selaras dengan pelemahan harga sejumlah aset kripto global. “Posisinya telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026 dan ini sejalan dengan penurunan harga sejumlah aset kripto utama di global,” ujar Adi saat Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 lalu di Jakarta. Menanggapi kondisi tersebut, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perlambatan transaksi merupakan bagian dari siklus alami pasar kripto. Ia menjelaskan bahwa setelah mengalami lonjakan signifikan, pasar kini memasuki fase konsolidasi. “Pasar kripto saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebelumnya. Kondisi ini ditandai dengan koreksi harga dan penurunan volume transaksi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor global,” ucap Calvin. Ia menambahkan dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi sentimen pasar. “Peningkatan tensi geopolitik mendorong investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off), termasuk kripto. "Di sisi lain, kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga memicu likuidasi besar pada posisi leverage di pasar kripto, sehingga menekan volume transaksi,” jelasnya. Dari sisi aliran dana institusional, tren ETF Bitcoin juga mencerminkan kondisi pasar yang masih belum stabil. Pada Maret 2026, ETF Bitcoin sempat mencatat inflow sebesar US$1,13 miliar, namun momentum tersebut melemah dengan outflow mingguan mencapai minus US$296 juta di akhir bulan. Sementara, awal April, inflow tercatat sekitar US$69,6 juta, yang menunjukkan minat institusi masih ada, meski belum cukup kuat untuk mendorong reli pasar secara signifikan. Sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri kripto, Tokocrypto mengambil langkah proaktif dengan memperluas kanal deposit. Kehadiran BRI dan Bank Mandiri sebagai opsi baru melengkapi metode pembayaran yang sebelumnya sudah tersedia, seperti BCA dan QRIS. “Penambahan kanal deposit melalui bank-bank besar seperti BRI dan Bank Mandiri merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan inklusivitas dan kemudahan akses bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun dapat masuk ke pasar kripto dengan lebih praktis dan nyaman,” tutur Calvin. Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang melambat. Dengan semakin banyak pilihan metode deposit, diharapkan pengguna dapat lebih aktif melakukan transaksi. Tingginya Minat Investor Kripto Di tengah perlambatan transaksi, minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren positif. Per Februari 2026, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 21,07 juta, tumbuh 1,76% secara bulanan. Tokocrypto sendiri mencatat memiliki sekitar 4,8 juta pengguna dengan nilai transaksi lebih dari US$1,5 miliar pada kuartal I 2025. Hal ini menunjukkan meskipun jumlah pengguna belum mendominasi secara nasional, aktivitas transaksi di platform Tokocrypto tetap tinggi dan didominasi oleh investor dengan nilai transaksi yang signifikan. Ke depan, Tokocrypto optimistis bahwa kondisi pasar akan berangsur membaik, khususnya pada kuartal II 2026. Harapan ini didukung oleh potensi stabilisasi kondisi makroekonomi global serta meredanya tensi geopolitik. Selain itu, momentum Bulan Literasi Kripto (BLK) yang berlangsung pada April hingga Mei 2026 juga diproyeksikan menjadi katalis positif bagi industri. Program ini akan melibatkan berbagai pelaku industri dalam meningkatkan edukasi dan literasi terkait aset kripto, Web3, blockchain, serta keuangan digital secara umum. “Kami percaya edukasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri kripto. Tokocrypto siap berkontribusi aktif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran investor, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung menantang seperti saat ini,” tambah Calvin.

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran Internasional
Internasional
Kamis, 26 Maret 2026 | 08:37 WIB

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran

Jakarta, katakabar.com - Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami tekanan. Bertepatan dengan ini, Bittime juga mencatatkan kenaikan harga aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) hingga mencapai 4,23% (25 Maret 2026). Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Readers.id harga emas pada perdagangan, Selasa (24/3) melonjak sebesar 1,54% ke level $4.473,59 per troy ons. Ini mengakhiri tren penurunan sembilan hari berturut-turut yang sempat menggerus nilai emas hingga 15%. Kenaikan harga di pasar aset fisik tersebut turut terjadi pada instrumen aset kripto yang dipatok 1:1 pada harga logam mulia. Mengutip data internal dari Bittime, aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) tersebut dalam beberapa hari terakhir tercatat mengalami kenaikan volume perdagangan harian hingga 2-3x pada platformnya. Sentimen positif ini tidak hanya terbatas pada emas, namun juga merambah ke aset perak digital yaitu Silver Token ($SLVON) yang juga mengalami lonjakan volume perdagangan harian hingga 5x. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang kini semakin melirik perak digital sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh isu energi dan inflasi di Selat Hormuz. Kedua aset tersebut dapat diakses dan diperdagangkan melalui platform Bittime. Di mana, saat ini Bittime menyediakan fitur flexible staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% APY bagi pengguna baru. Bersama ini, sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Untuk itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Dupoin Futures Peringkat Pertama Transaksi Bilateral Terbesar di JFX Februari 2026 Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 20 Maret 2026 | 12:01 WIB

Dupoin Futures Peringkat Pertama Transaksi Bilateral Terbesar di JFX Februari 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia meraih peringkat pertama dalam kategori volume transaksi bilateral terbesar di Jakarta Futures Exchange (JFX) periode Februari 2026. Pencapaian ini menempatkan Dupoin Futures sebagai salah satu pelaku dengan aktivitas transaksi tertinggi di pasar perdagangan berjangka nasional. Data JFX menunjukkan, penghargaan tersebut diberikan kepada anggota bursa yang mencatatkan volume transaksi bilateral paling besar selama periode tertentu. Kinerja Dupoin Futures dinilai mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan sekaligus kepercayaan nasabah terhadap layanan yang ditawarkan perusahaan. Dalam beberapa waktu terakhir, industri perdagangan berjangka di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi alternatif. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan pialang dituntut untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga transparan dan didukung teknologi yang memadai. Dupoin Futures sendiri terus memperkuat layanan melalui pengembangan platform trading, peningkatan kualitas layanan nasabah, serta penyediaan akses informasi yang lebih luas. Langkah ini dinilai berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas transaksi yang tercermin dalam capaian perusahaan pada Februari 2026. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang memastikan setiap transaksi berjalan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Infrastruktur yang solid menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar di industri ini. Gunawan Herman, Direktur Utama Dupoin Futures, mengatakan apresiasi atas pencapaian tersebut serta menilai hasil ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kinerja ke depan. Dupoin Futures juga menegaskan komitmennya untuk memperluas edukasi kepada masyarakat terkait perdagangan berjangka, termasuk pemahaman terhadap peluang dan risiko yang menyertainya. Dengan capaian ini, kata Gunawan, Dupoin Futures memperkuat posisinya di industri sebagai salah satu perusahaan pialang berjangka yang aktif dan kompetitif. Ke depan, perusahaan diharapkan dapat mempertahankan kinerja positif seiring dengan pertumbuhan industri yang semakin dinamis.

Tokocrypto Buka Deposit QRIS Mudahkan Transaksi Kripto di Indonesia Default
Default
Selasa, 10 Maret 2026 | 09:10 WIB

Tokocrypto Buka Deposit QRIS Mudahkan Transaksi Kripto di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Nilai transaksi aset kripto di Indonesia awal tahun 2026 mengalami penurunan seiring melemahnya harga kripto global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto selama Januari 2026 sebesar Rp29,24 triliun atau turun secara bulanan. Total transaksi kripto sepanjang Januari 2026 tersebut melemah 10,53 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat senilai Rp32,68 triliun. Meski mengalami penurunan nilai transaksi, OJK menyatakan kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, masih terjaga dengan baik. Data OJK juga menunjukkan jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 20,70 juta pengguna pada Januari 2026. Angka ini tumbuh 2,56 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 20,19 juta konsumen. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan penurunan nilai transaksi kripto di awal tahun merupakan hal yang wajar di tengah kondisi pasar global yang sedang mengalami koreksi harga. “Pergerakan transaksi kripto sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global. Ketika harga aset kripto mengalami koreksi, biasanya aktivitas trading juga ikut melambat karena investor cenderung menunggu momentum yang lebih stabil. Tetapi secara fundamental, minat masyarakat terhadap kripto di Indonesia masih terus bertumbuh, terlihat dari jumlah pengguna yang terus meningkat,” ujar Calvin. Menurut Calvin, perkembangan ekosistem digital di Indonesia juga menjadi faktor penting yang akan mendorong pertumbuhan industri kripto ke depan. Kemajuan sistem pembayaran digital membuat akses terhadap layanan keuangan, termasuk investasi aset kripto, semakin mudah. Bank Indonesia mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada 2025 didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan lancar seperti QRIS, BI-FAST, dan berbagai metode pembayaran digital lainnya. Indonesia bahkan menjadi salah satu negara dengan adopsi pembayaran digital yang sangat cepat. Dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Bank Indonesia mencatat QRIS sebagai sistem pembayaran dengan pertumbuhan volume transaksi tertinggi. Volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 139,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan jumlah pengguna mencapai 59,53 juta dan merchant sebanyak 42,75 juta. Kemudahan Deposit QRIS Melihat perkembangan pembayaran digital yang terus meningkat, Tokocrypto memperkuat kemudahan akses bagi pengguna dalam bertransaksi aset kripto melalui berbagai metode deposit yang cepat dan praktis, termasuk QRIS. Langkah ini sejalan dengan tren penggunaan QRIS yang terus tumbuh di Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, QRIS menjadi sistem pembayaran dengan pertumbuhan volume transaksi tertinggi pada 2025, yakni mencapai 139,9 persen secara tahunan, dengan jumlah pengguna 59,53 juta dan merchant 42,75 juta. Bahkan, pada 2026 pertumbuhan QRIS diproyeksikan tetap kuat di level 109,2 persen. Calvin menilai pertumbuhan QRIS yang sangat pesat menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, dan efisien. Menurutnya, tren ini dapat menjadi momentum positif bagi industri kripto untuk menjangkau lebih banyak pengguna melalui akses transaksi yang lebih sederhana. “Melalui fitur deposit menggunakan QRIS, pengguna dapat melakukan top up saldo secara instan hanya dengan memindai kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran digital. Melihat pertumbuhan QRIS yang sangat signifikan di Indonesia, kami berharap kehadiran metode deposit ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan transaksi kripto di Tokocrypto, sekaligus memperluas akses masyarakat untuk masuk ke ekosistem aset digital dengan lebih mudah dan nyaman,” jelas Calvin. Selain QRIS, Tokocrypto juga menyediakan sejumlah metode deposit lain seperti virtual account melalui BCA dan Permata, serta pembayaran melalui e-wallet. Kehadiran beragam pilihan kanal pembayaran ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna, sekaligus menciptakan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan efisien. Ke depan, Calvin optimistis industri kripto di Indonesia akan terus berkembang seiring percepatan transformasi digital, meningkatnya literasi masyarakat terhadap aset kripto, serta dukungan infrastruktur sistem pembayaran yang semakin kuat. "Kombinasi antara inovasi teknologi dan ekosistem pembayaran digital yang kian matang akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto nasional," tambahnya.

Di 'Tanah Jantan' Resnarkoba Polres Bengkalis Cokok Mediator Kasus Sabu Hukrim
Hukrim
Kamis, 29 Januari 2026 | 16:00 WIB

Di 'Tanah Jantan' Resnarkoba Polres Bengkalis Cokok Mediator Kasus Sabu

Bengkalis, katakabar.com - Perburuan Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Bengkalis ke 'Tanah Jantan' nama lain dari Kepulauan Meranti, Riau, tidak sia-sia dengan dicokoknya seorang pelaku bernama MO alias Ayang yang berperan sebagai mediator (penghubung) antara AIN dan BRO (dalam lidik ) terkait transaksi narkotika jenis sabu. Cerita Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleg Siregar, kepada wartawan melalui siaran persnya, Selasa lalu, tim opsnal cokok Ayang dasarnya LP/A/3/I/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES BENGKALIS/POLDA RIAU pada 13 Januari 2026. Tersangka AIN menerangkan MO alias Ayang mengenalkan dan jadi penghubung komunikasi AIN dengan BRO (dalam lidik) di mana BRO (dalam lidik) menyerahkan narkotika jenis sabu kepada AIN sebanyak BK 379,87 gram. "Dari hasil interogasi saat penangkapan kepada AIN yang bersangkutan tidak menganal BRO (dalam lidik) dan yang mengenali BRO (dalam lidik) hanya MO alias Ayang," ujar mantan Kapres Indragiri Hulu ini. Tetapi, ulas AKBP Fahrian, setelah 14 hari tim melakukan pengejaran dan pencarian, pada Selasa (27/1) sekitar pukul 15.00 WIB tim melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap MO aliae Ayang di suatu bengkel di kawasa Jalan Sungai Juling, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan menemukan barang bukti berupa satu unit handphone merk Oppo A3X warna biru di kamarnya. "Kepada tim pelaku mengakui jadi penghubung komunikasi antara AIN dan BRO (dalam lidik) untuk transaksi narkotika jenis sabu, dan juga mengakui mengenali BRO (dalam lidik)," jelasnya. Lalu, terang AKBP Fahrian, tersangka dan barang bukti dibawa kekantor Mapolres Bengkalis untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Hasil tes urine MO alias Ayang Negatif Menthampetamin. " Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2023 KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," sebutnya.

Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:21 WIB

Transaksi Aset Kripto Indonesia Menurun di Tengah Munculnya Sinyal Pemulihan Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 25,9 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 lalu yang sempat menyentuh Rp 650,61 triliun. Meskipun nilai transaksi terkoreksi, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 19,56 juta orang menunjukkan bahwa tingkat literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar global. Kondisi ini bertepatan dengan munculnya sinyal pemulihan pada jaringan Bitcoin melalui indikator hash ribbons yang kembali menunjukkan tanda akumulasi. Sinyal teknis ini mencerminkan pulihnya kesehatan operasional para penambang setelah melewati fase sulit, yang secara historis sering kali mendahului penguatan harga secara signifikan. Proses pemulihan ini sering kali menjadi fondasi bagi struktur pasar yang lebih kuat dan tahan banting. Meski dalam beberapa kesempatan sebelumnya hasil yang diberikan tidak selalu luar biasa, kemunculan sinyal kali ini dipandang lebih bermakna karena terjadi tepat setelah harga mengalami penurunan yang cukup dalam, sehingga memberikan peluang bagi aset untuk kembali menemukan nilai wajarnya. Bersamaan dengan ini, Bittime berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi bagi masyarakat agar mampu memilah informasi secara bijak di tengah sinyal pasar yang beragam. Dengan literasi yang baik, para pengguna dapat mengelola portofolio mereka secara lebih strategis dan tetap tenang dalam menghadapi dinamika pasar yang sering kali tidak terduga. Salah satu solusi yang kini banyak dilirik oleh investor lokal adalah memanfaatkan fitur Flexible Staking yang tersedia di platform Bittime. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset kripto mereka dan mendapatkan imbal hasil atau bunga harian secara otomatis, namun tetap memberikan kebebasan penuh untuk menarik aset tersebut kapan saja tanpa adanya periode penguncian.

Transaksi Kripto RI Turun 24,5 Persen, Tokocrypto Dorong Likuiditas lewat Deposit BCA Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 18 Desember 2025 | 16:00 WIB

Transaksi Kripto RI Turun 24,5 Persen, Tokocrypto Dorong Likuiditas lewat Deposit BCA

Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia mengalami perlambatan menjelang akhir tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada November 2025 mencapai Rp37,20 triliun, turun 24,53 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar Rp49,29 triliun. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 (year to date/ytd), total nilai transaksi aset kripto masih tercatat signifikan, yakni mencapai Rp446,77 triliun. Di tengah dinamika pasar tersebut, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap solid. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna meskipun pasar global tengah berada dalam fase koreksi. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan penurunan transaksi secara umum sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin yang diperkirakan mencatatkan bulan terburuk kedua sepanjang 2025. Pada November, harga Bitcoin terkoreksi lebih dari 17 persen akibat kombinasi arus keluar dana ETF Bitcoin, melemahnya permintaan institusional, serta meningkatnya tekanan jual dari investor jangka pendek. “Tekanan pasar global semakin besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas kebijakan tarif terhadap China pada 10 Oktober 2025, yang memicu penilaian ulang risiko di pasar global. Volatilitas berlanjut hingga November dan diperparah oleh penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor, sehingga memperketat likuiditas di pasar keuangan tradisional,” jelas Calvin. Selain faktor makroekonomi, kata Calvin, arus dana institusional juga menunjukkan pelemahan. Data SoSo Value mencatat ETF Bitcoin di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana sebesar US$3,48 miliar sepanjang November, menjadi arus keluar bulanan terbesar kedua sejak produk tersebut diluncurkan pada 2024. Kondisi ini turut memengaruhi sentimen investor domestik, yang cenderung mengambil posisi wait and see menjelang musim liburan akhir tahun dan perayaan Natal. Menurut Calvin, koreksi pasar merupakan bagian dari siklus industri kripto yang perlu disikapi secara bijak. “Kami melihat pasar kripto global memang sedang berada dalam fase koreksi yang berdampak pada psikologi investor, termasuk di Indonesia yang cenderung bersikap wait and see menjelang akhir tahun. Namun, minat terhadap aset kripto tetap kuat,” jelasnya. Akselerasi Volume Transaksi Kripto Menanggapi kondisi tersebut, Tokocrypto mengambil langkah strategis untuk mendorong kembali aktivitas transaksi kripto di Indonesia dengan menghadirkan kanal deposit baru melalui Bank Central Asia (BCA). Menjawab tingginya permintaan pengguna, Tokocrypto kini resmi membuka fitur deposit melalui Virtual Account BCA. Dengan metode ini, proses deposit Rupiah menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman tanpa biaya tambahan, sehingga pengguna dapat memilih metode transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Calvin menambahkan, peluncuran fitur deposit BCA menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna. “Peluncuran fitur deposit melalui Virtual Account BCA merupakan jawaban atas permintaan banyak pengguna agar proses top up Rupiah bisa lebih cepat dan praktis tanpa biaya tambahan. Kami percaya kemudahan akses menjadi kunci untuk menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas transaksi, terutama di periode akhir tahun ketika volume perdagangan biasanya melambat,” ucapnya. Lebih lanjut, Calvin menilai periode akhir tahun tetap menyimpan peluang menarik di pasar kripto, meski volatilitas masih menjadi karakter utama. Secara historis, Bitcoin kerap menunjukkan pola musiman yang dikenal sebagai “Santa Claus rally”, yakni kecenderungan penguatan harga pada pekan menjelang Natal hingga periode setelah Natal. Kurun satu dekade terakhir, Bitcoin tercatat mengalami reli tujuh kali pada periode pra-Natal dan lima kali pada periode pasca-Natal, dengan rentang penguatan pra-Natal sekitar 0,20%–13,19% dan pasca-Natal 0,33%–10,86%. Tetapi, Calvin menekankan pola musiman tersebut tidak selalu terjadi setiap tahun, seperti pada 2017, Bitcoin justru terkoreksi tajam, sehingga strategi dan manajemen risiko tetap krusial. “Di tengah fase koreksi global, data historis menunjukkan akhir tahun sering menjadi periode yang dinamis. Momentum musiman seperti Santa Claus rally kerap memunculkan peluang, tetapi tetap harus disikapi dengan disiplin dan manajemen risiko yang baik. Untuk itu, kami menyiapkan ekosistem yang makin memudahkan pengguna untuk merespons pergerakan pasar secara cepat dan efisien,” imbuh Calvin. Ke depan, ulasnya, kami tetap optimistis terhadap prospek pasar kripto. Tokocrypto akan terus menghadirkan inovasi layanan, memperluas opsi pembayaran, serta memperkuat edukasi agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan peluang pasar secara optimal, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko.

DBS Z Visa Platinum Alokasikan 0,5 Persen Transaksi Beragam Inisiatif Berkelanjutan Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:30 WIB

DBS Z Visa Platinum Alokasikan 0,5 Persen Transaksi Beragam Inisiatif Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - DBS Z Visa Platinum perkuat komitmen keberlanjutan dengan mengajak nasabah mengelola sampah melalui ekosistem terintegrasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Setelah diperkenalkan pada September 2024 lalu, kartu kredit DBS Z Visa Platinum kini memperkenalkan 'Zustainable Ways Project' sebagai gerakan dan inisiatif keberlanjutan program lingkungan terintegrasi dari Z Card. Berkolaborasi dengan Duitin, Bank DBS Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk memperkuat gerakan yang membawa manfaat jangka panjang. Gerakan ini menempatkan Z Card sebagai simbol ajakan kolektif, tidak hanya menjadi sarana transaksi yang praktis, tetapi menjadi penggerak perubahan yang mengajak nasabah dan komunitas untuk mulai berkontribusi melalui langkah-langkah sederhana yang dapat menghasilkan manfaat besar. Head of Card and Loan Business PT Bank DBS Indonesia, Ari Lastina, mengungkapkan Bank DBS Indonesia berkomitmen menjalankan program keberlanjutan jangka panjang dengan pendekatan yang dapat direplikasi dan mendorong pemberdayaan komunitas lokal. "Kami percaya perubahan sistemik memberikan manfaat yang lebih signifikan daripada bantuan sesaat. Karena itu, kami berinvestasi pada ekosistem yang mampu menumbuhkan ekonomi sirkular secara berkelanjutan, salah satunya melalui program 'Zustainable Ways Project'. Melalui inisiatif ini, kami ingin memperluas dampak ini melalui keterlibatan nasabah dan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari keseharian. Tentunya, hal ini sejalan dengan visi kami sebagai 'Best Bank for A Better World', khususnya dalam berkontribusi pada pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060," ucapnya. Saat ini, fokus utama program diarahkan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di Ciamis. Daerah ini dipilih karena memiliki budaya kolaboratif yang kuat, dukungan pemerintah terhadap pengelolaan sampah, dan jaringan bank sampah aktif yang siap dikembangkan melalui pendekatan digital terintegrasi. Bersama Duitin, Bank DBS Indonesia membangun satu bank sampah digital baru, mendigitalisasi tiga bank sampah eksisting, serta membangun tiga unit peternakan burung puyuh sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang saling terhubung. Melalui model ini, sampah anorganik dapat dikumpulkan, dipilah, dan disalurkan kembali sebagai material daur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi pakan ternak melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Pakan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung operasional peternakan puyuh, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan data Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) yang mencatat jumlah bank sampah di Indonesia mencapai 20.587 unit pada 2024, meningkat 20,2 persen dibanding 2023. Selama satu tahun, total sampah yang dikumpulkan mencapai 138,61 ribu ton. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan nilai ekonomi yang dihasilkan, yakni sebesar Rp10,1 miliar sepanjang tahun. Tren positif ini mencerminkan semakin kuatnya dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dari aktivitas pengelolaan sampah. Sebagai bagian dari perluasan inisiatif ini, Bank DBS Indonesia juga meluncurkan 'Zustainable Ways Challenge' untuk mengajak nasabah berperan aktif dalam pengelolaan sampah dari rumah. Program ini mendorong nasabah melakukan langkah sederhana namun berdampak dengan memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab. Dengan mendaur ulang minimal 5 kilogram sampah dan bertransaksi Rp3 juta per bulan, nasabah berkesempatan mendapatkan reward eksklusif berupa voucher belanja bernilai jutaan rupiah. “Kolaborasi ini berangkat dari keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama. Bank DBS Indonesia dan Duitin memiliki semangat yang selaras untuk mendorong perbaikan taraf hidup masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah yang masih bisa dimanfaatkan termasuk ketahanan pangan dengan pemenuhan telur puyuh di Kabupaten Ciamis. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan di rumah, yakni dengan memilah sampah domestik. Ini bukan sekadar #GerakanDaurUlang, tapi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru yang bermanfaat positif bagi bumi dan masa depan,” timpal Direktur PT Tjatra Yasa Indonesia (Duitin), Adijoyo Prakoso. Melalui sistem digital Duitin, seluruh aktivitas bank sampah mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga penyaluran material daur ulang tercatat secara transparan, sehingga masyarakat dapat melihat dampak lingkungannya secara lebih terukur. Mekanisme ini dirancang sebagai model ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di berbagai wilayah dan menjadi fondasi terbentuknya ekosistem keberlanjutan berbasis komunitas. Alokasikan 0,5 persen dari Tiap Transaksi Pemulihan Ekosistem Sebagai kartu kredit yang mengusung nilai keberlanjutan, Bank DBS Indonesia menyisihkan dana keberlanjutan sebesar 0,5 persen dari setiap transaksi ritel Kartu Kredit DBS Z Visa Platinum pada periode 15 Oktober hingga 31 Desember 2024 untuk mendukung berbagai inisiatif lingkungan dibawah payung 'Zustainable Ways Project'. Sebagai tahap awal inisiatif ini, Bank DBS Indonesia melaksanakan dua kegiatan aksi bersih sungai di Sungai Ciliwung (23 September 2024) dan Sungai Bekasi (21 Februari 2025). Dari kedua aksi tersebut, lebih dari 300 kg sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah, lebih dari 60 pohon ditanam di area bantaran sungai, dan sebanyak 2.000 benih ikan dilepas untuk mendukung pemulihan ekosistem perairan. Komitmen ini juga tercermin dari setiap Kartu Kredit DBS Z Visa Platinum yang dibuat menggunakan bahan platik daur ulang yang berkontribusi mengurangi limbah plastik hingga 3,18 gram dan emisi CO2 sebesar 7 gram. Produk ini menjadi wujud nyata pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia, yakni Responsible Banking dan Impact Beyond Banking, yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam produk dan layanan perbankan serta memberikan kontribusi kepada masyarakat luas, di luar lingkup perbankan.

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis! Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 19 November 2025 | 23:00 WIB

Resmi Hadir! ETF Spot XRP Diluncurkan dengan Volume Transaksi Fantastis!

Jakarta, katakabar.com - Dunia aset kripto kembali mencatat sejarah baru pada 13 November 2025 lalu, saat ETF spot pertama yang melacak XRP resmi diperdagangkan kepada publik. Produk yang diluncurkan Canary Capital ini, dengan ticker XRPC, langsung mencuri perhatian pasar global berkat performa debut yang luar biasa. Dalam tiga jam pertama setelah peluncuran, XRPC mencatat volume perdagangan lebih dari US$ 36 juta, sebuah pencapaian yang menandai antusiasme kuat investor terhadap aset yang selama ini sempat terseret ketidakpastian regulasi. XRPC diperdagangkan di kisaran US$ 25,74, sementara volume yang tercatat menunjukkan minat pasar terhadap produk ini sangat besar. Untuk konteks, volume tersebut mencapai sekitar 63 persen dari volume hari pertama milik ETF spot BSOL dari Bitwise Asset Management produk yang selama ini dikenal sebagai salah satu tolok ukur performa ETF kripto tahun 2025. Dengan kata lain, XRPC berhasil mencatat performa yang sangat kompetitif hanya dalam beberapa jam pertama peluncurannya. Analis ETF senior dari Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, bahkan menyebut performa XRPC berpotensi melampaui ekspektasi awal sebesar US$ 17 juta. Tidak hanya itu, ia menyatakan XRPC mungkin mampu menantang atau bahkan menyaingi rekor debut BSOL yang mencapai US$ 57 juta dalam satu hari. Jika skenario ini terjadi, ulasnya, XRP akan resmi menempatkan dirinya di jajaran aset kripto yang mampu menarik perhatian institusional pada level yang sebanding dengan proyek-proyek blockchain besar lainnya. Peluncuran XRPC bukan sekadar angka, melainkan sebuah tonggak penting dalam perkembangan XRP dan ekosistemnya. Diketahui, XRP selama beberapa tahun terakhir berada dalam bayang-bayang ketidakpastian hukum yang cukup panjang akibat proses litigasi antara Ripple dan regulator Amerika Serikat. Ketidakpastian tersebut sempat membuat banyak investor institusional menahan diri. Tetapi, hadirnya ETF spot pertama ini menjadi sinyal kuat bahwa keraguan itu perlahan memudar dan minat institusional terhadap XRP justru meningkat. ETF spot seperti XRPC memungkinkan investor tradisional yang sebelumnya enggan membeli kripto secara langsung untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP melalui kerangka keuangan yang lebih familiar, aman, dan teratur. Dengan kata lain, peluncuran ETF ini menjadi bukti bahwa XRP telah masuk ke babak baru: era adopsi institusional. Saatnya Investor Indonesia Turut Ikuti Tren Global Di tengah perkembangan pesat dunia aset digital internasional ini, investor Indonesia juga memiliki peluang untuk terlibat dan mempelajari aset-aset kripto seperti XRP melalui platform investasi yang aman dan tepercaya. Nanovest, aplikasi investasi Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital, kini menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memulai perjalanan investasi. Melalui aplikasi Nanovest, kamu dapat mengeksplor berbagai jenis aset kripto selain XRP dan mulai berinvestasi dengan mudah. Bagi kamu yang ingin memulai namun masih ragu, Nanovest memberikan lapisan keamanan tambahan. Aset kamu terlindungi dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman. Dengan tampilan aplikasi yang sederhana dan informatif, Nanovest memungkinkan investor untuk memahami, memantau, dan memperluas portofolio dengan nyaman. Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store, sehingga kamu dapat langsung mengunduh dan mulai berinvestasi kapan saja. Pencapaian volume perdagangan yang tinggi di hari debut XRPC jelas menunjukkan adanya permintaan nyata terhadap eksposur reguler XRP melalui instrumen yang lebih konvensional seperti ETF. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa tingginya volume tidak serta-merta menjadi jaminan bahwa akan ada aliran dana besar-besaran secara berkelanjutan ataupun reli harga dalam waktu dekat. ETF spot cenderung digunakan oleh investor institusional untuk memperoleh eksposur yang stabil dan terukur. Oleh karena itu, kinerja jangka panjang XRPC akan sangat bergantung pada kondisi pasar, sentimen investor, serta perkembangan regulasi yang terus berjalan. Meski demikian, momentum debut ini memberikan sinyal kuat bahwa XRP tidak lagi dipandang sebagai aset bermasalah, melainkan sebagai salah satu aset kripto yang kini mendapat legitimasi dalam ranah finansial tradisional. Jika antusiasme ini bertahan, bukan tidak mungkin XRP akan mengalami peningkatan adopsi yang lebih luas, baik di sektor ritel maupun institusional. ETF spot berpotensi menarik investor baru yang sebelumnya ragu masuk ke ekosistem kripto karena kompleksitas teknis dan inilah yang menjadikan XRPC sebagai pemicu babak baru dalam perjalanan XRP. Peluncuran ETF spot XRPC oleh Canary Capital menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah XRP, menandai pergeseran besar dalam cara aset ini dipandang oleh pasar global. Dengan volume perdagangan yang fantastis di hari pertama, XRPC mencerminkan minat yang terus tumbuh dari investor institusional, sekaligus membuka peluang bagi investor ritel di seluruh dunia untuk ikut serta.

Tokocrypto Luncurkan Layanan OTC untuk Fasilitasi Transaksi Kripto Skala Besar Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 November 2025 | 18:51 WIB

Tokocrypto Luncurkan Layanan OTC untuk Fasilitasi Transaksi Kripto Skala Besar

Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto terdepan di Indonesia, resmi meluncurkan layanan Tokocrypto OTC (Over-the-Counter) sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan bagi investor institusional dan klien bernilai tinggi (high-net-worth individuals/HNWI). Layanan Tokocrypto OTC dirancang khusus untuk memfasilitasi transaksi aset kripto dalam jumlah besar di luar buku order bursa (exchange order book). Melalui akses langsung ke likuiditas mendalam, eksekusi personal, dan penyelesaian transaksi yang aman, layanan ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi besar tanpa memengaruhi harga pasar (slippage) dan tetap menjaga kerahasiaan transaksi. “OTC adalah pilar penting dalam membangun ekosistem perdagangan aset digital yang matang. Melalui Tokocrypto OTC, kami ingin menghadirkan solusi aman, efisien, dan sesuai regulasi bagi investor institusional maupun individu bernilai tinggi yang ingin melakukan transaksi besar tanpa gangguan harga pasar,” ucap Calvin Kizana, CEO Tokocrypto. Layanan Tokocrypto OTC memfasilitasi transaksi kripto besar dengan minimum setara US$10.000, mencakup berbagai pasangan aset utama terhadap rupiah seperti USDT, USDC, BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Didukung likuiditas global, layanan ini menawarkan eksekusi cepat, aman, dan rahasia, dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi (AML, CFT, dan KYC). Klien juga memperoleh layanan personal one-on-one serta biaya transaksi yang kompetitif dan transparan untuk mendukung strategi investasi jangka panjang. “Tokocrypto OTC tidak hanya soal kemudahan transaksi besar, tapi juga soal pengalaman eksklusif yang berfokus pada kepercayaan, efisiensi, dan kepatuhan. Kami ingin menjadi mitra strategis bagi investor yang mencari stabilitas dan nilai tambah dalam perdagangan aset digital,” tambah Calvin. Peluncuran Tokocrypto OTC juga menjadi respons terhadap tren global dan nasional yang menunjukkan pergeseran dari dominasi ritel ke peningkatan partisipasi institusional di pasar kripto. Menurut Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ke 7 dunia dalam adopsi kripto dan peringkat ke-4 untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Namun, sub indeks baru yang mengukur aktivitas institusional, khususnya transaksi di atas US$1 juta, menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia masih lebih kuat di segmen ritel dibanding institusi. Sementara, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto nasional telah mencapai 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi kumulatif sepanjang tahun ini sampai Oktober 2025 mencapai Rp360,30 triliun. Menanggapi perkembangan ini, Calvin menilai bahwa penurunan posisi Indonesia dalam indeks global bukanlah sinyal penurunan minat, melainkan indikasi meningkatnya kompetisi internasional. “Indonesia masih punya fondasi yang sangat kuat di adopsi ritel. Populasi besar, penetrasi digital tinggi, dan minat generasi muda terhadap aset digital menjadikan kita salah satu pasar paling potensial di dunia,” tutur Calvin. “Peringkat ini justru pengingat bahwa kita harus memperkuat sisi institusional agar mampu melengkapi kekuatan ritel yang sudah mapan," sebutnya. Tokocrypto sebelumnya telah menghadirkan Tokocrypto Prestige, layanan premium yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan investor institusional dan klien VIP. Seiring pertumbuhannya, program ini mencatat peningkatan signifikan, lebih dari 50 persen dari total volume perdagangan di Tokocrypto kini berasal dari segmen VIP dan institusional. Dengan peluncuran Tokocrypto OTC, perusahaan memperluas cakupan layanan Prestige ke level yang lebih profesional dan global, dengan menambahkan fitur-fitur eksekusi lintas pasar dan solusi manajemen risiko yang lebih efisien.