Transisi

Sorotan terbaru dari Tag # Transisi

FLOQ Sambut Positif Transisi Kepemimpinan OJK dan Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Maret 2026 | 10:04 WIB

FLOQ Sambut Positif Transisi Kepemimpinan OJK dan Dukung Penguatan Ekosistem Keuangan

Jakarta, katakabar.com - FLOQ sambut baik transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari dinamika institusional dalam memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap sektor keuangan nasional. FLOQ meyakini kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri merupakan fondasi penting untuk mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Pada struktur kepemimpinan yang baru, Friderica Widyasari Dewi memimpin OJK sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara, Adi Budiarso dipercaya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD). FLOQ juga menyampaikan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, setelah sebelumnya memimpin pengawasan sektor aset keuangan digital dan kripto. Sebagai regulator utama yang mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia, OJK memiliki peran strategis dalam memastikan integritas pasar, perlindungan konsumen, serta terciptanya ruang inovasi yang sehat bagi industri keuangan, termasuk perkembangan teknologi finansial dan aset digital. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan kesinambungan kebijakan serta kejelasan arah regulasi merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan pelaku industri. “Kami menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di OJK, serta mengucapkan selamat kepada Hasan Fawzi atas amanah barunya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Di bawah kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, kami berharap kesinambungan kebijakan, kepastian regulasi, serta kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri dapat terus memperkuat stabilitas dan kepercayaan terhadap ekosistem keuangan Indonesia,” ujar Yudhono. Saat ini FLOQ telah memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dengan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi, dengan mayoritas pengguna berada pada kelompok usia 17 hingga 25 tahun. Hal ini mencerminkan tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap inovasi keuangan dan aset digital. Menurut FLOQ, perkembangan ini juga membawa tanggung jawab besar bagi pelaku industri dalam menjaga kepercayaan pengguna serta mendukung arah kebijakan regulator. “Sebagai platform yang melayani jutaan pengguna di Indonesia, kami menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa perkembangan industri berjalan selaras dengan arah kebijakan regulator. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transisi kepemimpinan di OJK dan berharap momentum ini dapat semakin memperkuat stabilitas serta kepercayaan terhadap ekosistem keuangan nasional,” tambah Yudhono. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan investor ritel yang signifikan di kawasan, didorong oleh meningkatnya literasi keuangan digital serta perkembangan ekonomi digital nasional. FLOQ percaya kolaborasi yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi yang bertanggung jawab sekaligus menjaga stabilitas pasar. Sebagai platform perdagangan aset digital yang beroperasi di Indonesia, FLOQ terus berupaya mendukung penguatan ekosistem industri melalui penerapan standar kepatuhan yang tinggi, edukasi investor, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

MIND ID Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Hilirisasi Bauksit Nasional
Nasional
Jumat, 14 November 2025 | 10:03 WIB

MIND ID Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Hilirisasi Bauksit

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui penguatan hilirisasi bauksit secara terintegrasi di dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam mineral Indonesia sekaligus mendorong industrialisasi berbasis keberlanjutan. Sebagai pengelola mineral strategis nasional, Dari total cadangan bauksit sebesar 198,43 juta ton, Grup MIND ID memproduksi 1,33 juta ton pada 2024. Melalui kerja sama antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Grup MIND ID kini telah memiliki Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun yang seluruhnya berasal dari pemanfaatan cadangan bauksit dalam negeri. Produk alumina yang dihasilkan SGAR menjadi bahan utama untuk memproduksi aluminium oleh INALUM di Kuala Tanjung. Grup MIND ID juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas SGAR Fase II dengan kemampuan produksi tambahan 1 juta ton alumina per tahun, dan fasilitas Smelter Aluminium Baru di Mempawah dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun. Integrasi rantai nilai ini menegaskan posisi MIND ID sebagai penggerak utama hilirisasi bauksit yang tidak hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga mendukung pencapaian target transisi energi Indonesia. Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menjelaskan bahwa transisi energi adalah kebutuhan strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Dengan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri energi bersih dunia. “Kami berupaya konsisten untuk mendukung terwujudnya kemajuan peradaban masa depan yang lebih baik. Hilirisasi bauksit yang dijalankan secara terintegrasi ini menjadi salah satu kunci percepatan transisi energi di Indonesia,” ujar Pria. Kata Pria, aluminium material kunci teknologi transisi energi berkat sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang. Dalam satu fasilitas panel surya berkapasitas 1 MW dibutuhkan sekitar 21 ton aluminium untuk rangka dan sistem pemasangan. Selain itu, aluminium berperan penting dalam produksi turbin angin, membentuk struktur bilah dan kerangka utama, serta menyusun hingga 30 persen dari total bobot baterai kendaraan listrik (EV) dan komponen bodi mobil listrik.

LindungiHutan Luncurkan eBook 'Carbon Policy' Dorong Transisi Karbon di Indonesia Lingkungan
Lingkungan
Senin, 13 Oktober 2025 | 08:00 WIB

LindungiHutan Luncurkan eBook 'Carbon Policy' Dorong Transisi Karbon di Indonesia

Semarang, katakabar.com - Menyadari peran besar Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim global, LindungiHutan meluncurkan eBook terbaru bertajuk “Carbon Policy: Pemanfaatan dan Status Hutan di Indonesia.” Publikasi ini dirancang sebagai bacaan ringkas dan berbobot untuk membantu para pengambil keputusan, praktisi CSR, serta pemimpin bisnis memahami arah kebijakan karbon nasional sekaligus potensi besar hutan Indonesia dalam mendukung ekonomi hijau. Saat ini, Indonesia menempati posisi sebagai salah satu dari empat negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Perubahan tata guna lahan, terutama deforestasi, menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi tersebut. Data menunjukkan, dalam dua tahun terakhir (2020–2022), luas hutan di Indonesia menyusut dari 125,8 juta hektare menjadi 125,7 juta hektare. Penurunan ini turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dan menurunkan kemampuan alam dalam menyerap karbon. Melalui eBook ini, LindungiHutan menguraikan secara komprehensif bagaimana kebijakan karbon dapat menjadi solusi mitigasi perubahan iklim. Indonesia telah memperkuat komitmennya terhadap pengurangan emisi melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target penurunan hingga 43,20 persen pada tahun 2030 serta visi Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Kebijakan ini meliputi berbagai mekanisme seperti carbon pricing (nilai ekonomi karbon), carbon tax (pajak karbon), carbon trading (bursa karbon), dan carbon offset. Keempat instrumen tersebut diuraikan secara aplikatif, membantu pembaca memahami bagaimana kebijakan tersebut dapat diintegrasikan dalam strategi bisnis berkelanjutan. Sejak peluncuran IDXCarbon oleh Bursa Efek Indonesia pada September 2023, perdagangan karbon di Indonesia semakin terbuka bagi dunia usaha. Tetapi, eBook ini juga menyoroti sejumlah tantangan seperti peta jalan yang belum terstandar, keterbatasan sumber daya manusia profesional, serta kebutuhan regulasi yang lebih jelas terkait izin emisi lintas batas. Di sisi lain, Indonesia justru memiliki modal besar: kekayaan sumber daya alam yang menjadikannya pusat ekonomi hijau potensial di Asia Tenggara. Laporan ini menegaskan pentingnya peran hutan sebagai penyerap karbon alami. Hutan mangrove, gambut, dan hutan kota menjadi fokus utama karena kemampuannya menahan emisi dan menjaga keseimbangan iklim. Indonesia yang menyandang predikat “paru-paru dunia” memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan hutan-hutannya tetap lestari dan produktif secara ekologis maupun ekonomi. Setiap jenis hutan dijelaskan berdasarkan fungsinya: mangrove menyimpan hingga 90 persen karbon di dalam tanah, gambut menyerap hingga 60 persen beratnya dalam karbon organik, sementara hutan kota berperan penting dalam mengurangi polusi di kawasan padat penduduk dan industri. Selain memberikan pemahaman ilmiah dan regulatif, eBook ini juga membahas aspek sosial dari kebijakan karbon, termasuk hak masyarakat lokal, partisipasi publik, serta sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) sebagai bagian dari tata kelola kehutanan yang adil dan transparan. Prinsip Free, Prior, and Informed Consent (PADIATAPA) dijelaskan sebagai pondasi partisipasi komunitas dalam setiap proyek karbon. LindungiHutan, sebagai platform kolaborasi lingkungan berbasis teknologi, menerbitkan dokumen ini sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat literasi dan transparansi dalam implementasi kebijakan karbon nasional. Melalui pendekatan ilmiah namun praktis, eBook ini diharapkan menjadi referensi bagi kalangan profesional yang ingin memahami dan terlibat dalam ekonomi hijau Indonesia.

Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Transisi Musim Kemarau ke Hujan Diwarnai Cuaca Ekstrem, Penanaman Pohon Jadi Mitigasi Nyata

Semarang, katakabar.com - Beberapa wilayah Indonesia mengalami suhu dingin tak biasa pada akhir Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang serta kilat/petir di sejumlah daerah seperti Sumatera Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Fenomena ini menjadi pertanda peralihan musim dari kemarau menuju penghujan. Menurut analisis BMKG, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation atau MJO, Mixed-Rossby Gravity Wave, dan Gelombang Kelvin turut memicu hujan meski kemarau masih berlangsung. Selain itu, suhu laut yang lebih hangat meningkatkan potensi hujan ekstrem hingga akhir tahun 2025. “Transisi musim kali ini berjalan cukup kompleks. Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi muncul hingga beberapa bulan ke depan,” kata BMKG dalam Buletin Informasi Iklim Agustus 2025. Perubahan cuaca yang semakin dinamis ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim nyata adanya. Pola hujan tak menentu, suhu ekstrem, hingga potensi bencana hidrometeorologi kian sering terjadi. Kondisi ini menuntut tidak hanya kewaspadaan, tapi juga aksi nyata untuk menjaga keseimbangan alam. BMKG juga mencatat adanya curah hujan sangat lebat pasca Hari Kemerdekaan RI ke 80 pertengahan Agustus lalu, sebagai indikasi meningkatnya aktivitas konvektif atmosfer. Data ini menguatkan bahwa transisi musim kemarau ke hujan tahun ini berlangsung dengan pola yang lebih dinamis dibandingkan periode sebelumnya. Dampaknya terasa langsung pada masyarakat. Suhu dingin ekstrem di beberapa daerah menyebabkan perubahan aktivitas pertanian, sementara hujan deras meningkatkan risiko banjir bandang maupun tanah longsor. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa krisis iklim bukan isu jauh di depan, tapi sudah terjadi, dan sentuh kehidupan sehari-hari. Pada konteks mitigasi, ekosistem sehat menjadi benteng alami menghadapi perubahan iklim. Hutan dan vegetasi berperan penting menyerap karbon, menjaga kualitas air tanah, dan menahan erosi. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana, tetapi cukup strategis dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem yang makin sering terjadi. Sejumlah inisiatif telah berkembang untuk mendukung langkah ini. Platform LindungiHutan, misalnya, menyediakan ruang kolaborasi melalui program CorporaTree untuk perusahaan yang menjalankan CSR berbasis penanaman pohon, CollaboraTree yang mengintegrasikan donasi pohon dengan penjualan produk atau jasa, serta Imbangi for B2B yang membantu bisnis menebus emisi melalui carbon offset.

Fasilitasi Logistik Green Coke di Riau, Pelindo Solusi Logistik Dukung Transisi Energi Hijau Nasional
Nasional
Kamis, 31 Juli 2025 | 20:44 WIB

Fasilitasi Logistik Green Coke di Riau, Pelindo Solusi Logistik Dukung Transisi Energi Hijau

Riau, katakabar.com - PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo, terus perkuat perannya pada rantai logistik bahan baku industri strategis nasional. Melalui anak perusahaannya, PT Prima Indonesia Logistik atau PT PIL, SPSL kini melayani kegiatan transportasi dan delivery untuk komoditas green petroleum coke (Green Coke) milik PT Pertamina (Persero) di wilayah Dumai, Riau. Green Coke merupakan produk samping (residu) dari proses pengolahan kilang Pertamina yang kini bertransformasi menjadi salah satu bahan baku penting bagi berbagai sektor industri, seperti industri aluminium, baja dan baterai kendaraan listrik. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap produk ini, SPSL Group menjalankan layanan transportasi Green Coke dari stockpile PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) II Dumai ke Pelabuhan Dumai dengan menggunakan armada dump truck. Direktur Komersial dan Teknik PT Pelindo Solusi Logistik, Ruri I. Rachmaputri menyampaikan, layanan ini menjadi langkah nyata SPSL dukung agenda hilirisasi nasional, menciptakan nilai tambah dari sumber daya dalam negeri serta membuka peluang investasi logistik yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi. “Kami hadir sebagai bagian dari solusi logistik end-to-end yang memastikan kelancaran distribusi Green Coke sebagai bagian dari komitmen SPSL perkuat layanan logistik nasional, khususnya untuk sektor-sektor bernilai tambah seperti energi dan industri pengolahan,” kata Ruri. Menurut Ruri, layanan ini hasil sinergi antara Pelindo Group dan BUMN lainnya, yang selaras dengan semangat Asta Cita khususnya bidang ekonomi yakni hilirisasi dan industrialisasi, serta pertahanan keamanan negara dan kemandirian. “Kami percaya logistik yang efektif adalah tulang punggung kemajuan industri. Dengan dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan sinergi layanan, SPSL akan terus memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik yang berdaya saing,” jelasnya. Langkah ini, ucapnya, perkuat posisi SPSL sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group dalam mendukung hilirisasi industri dan transformasi ekonomi nasional, serta penguatan industri berbasis sumber daya dalam negeri. Dengan memanfaatkan simpul logistik pelabuhan dan konektivitas multimoda, ulasnya lagi, SPSL menjembatani kebutuhan logistik lintas sektor yang tidak hanya di sektor maritim, tetapi juga industri darat yang membutuhkan kepastian pasok dan efisiensi distribusi. Kepercayaan terhadap layanan perusahaan tercermin dari apresiasi positif mitra pengguna jasa. “Kami sangat puas dengan layanan PT PIL/SPSL Group, layanannya sangat profesional dan tepat waktu,” timpal Jani P., salah satu tim operasional PT. Pertamina (Persero) di Dumai.

Kolaborasi Strategis Pertamina NRE dan Verso Energy Prancis Percepat Transisi Energi Global Internasional
Internasional
Rabu, 30 Juli 2025 | 20:04 WIB

Kolaborasi Strategis Pertamina NRE dan Verso Energy Prancis Percepat Transisi Energi Global

Paris, katakabar.com - Sebagai upaya mendorong masa depan rendah karbon, Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE, dan perusahaan energi asal Prancis, Verso Energy, menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU percepat pengembangan solusi energi bersih dan dekarbonisasi. Penandatanganan dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, disaksikan Mohamad Oemar, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, dan Mathilde Teruya, Deputy Director, Head of South East Asia Division, Ministry of Europe & Foreign Affairs, yang hadir mewakili Laurent Saint-Martin, Minister Delegate for Foreign Trade and French Living Abroad, yang berhalangan hadir. MoU ini menjadi tonggak penting mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis dalam bidang energi bersih, menyusul kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron dan Prabowo Subianto. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara untuk menjadi pelopor dalam transisi energi global, melalui kerja sama berbasis inovasi, keberlanjutan, dan investasi timbal balik. John Anis, CEO Pertamina NRE menyampaikan, kemitraan ini langkah strategis penting bagi Pertamina NRE. “Bagi kami, kolaborasi ini lebih dari sekadar MoU. Ini adalah pernyataan niat bersama. Kami berkomitmen membuka ruang kerja sama baru dalam energi bersih, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah global. Kemitraan ini memungkinkan kami membawa visi dekarbonisasi Indonesia ke panggung internasional,” ujar John Anis. Kerja sama ini secara konkret mentargetkan pengembangan bahan bakar sintetis (synthetic fuel/e-fuel) berbasis green hydrogen dengan biogenic CO₂. Prancis memiliki keunggulan teknologi dalam pengembangan synthetic fuel, sementara Indonesia memiliki potensi besar untuk implementasinya secara luas. Kebutuhan akan e-fuel, terutama e-SAF (electro Sustainable Aviation Fuel), diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan, khususnya di sektor penerbangan. Jadi, kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tapi juga strategis dari sisi investasi dan alih teknologi. MoU ini mencakup skema investasi silang, memungkinkan Pertamina NRE untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi bersih yang dikembangkan oleh Verso Energy di Prancis, dan sebaliknya, membuka peluang investasi bagi mitra Prancis di Indonesia. Skema ini mendukung pengelolaan portofolio global dan percepatan adopsi teknologi mutakhir di kedua negara.

Solusi Waste Heat Recovery dari Thermax, Dorong Efisiensi Industri dan Transisi Energi di Indonesia Nusantara
Nusantara
Rabu, 23 April 2025 | 19:54 WIB

Solusi Waste Heat Recovery dari Thermax, Dorong Efisiensi Industri dan Transisi Energi di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Dalam menghadapi tantangan energi dan keberlanjutan, industri di Indonesia perlu mengadopsi pendekatan inovatif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi jejak karbon. Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah pemanfaatan waste heat recovery (WHR) dan Thermax hadir sebagai pelopor dalam teknologi ini. Waste Heat Recovery (WHR) adalah proses menangkap panas buangan dari kegiatan industri yang sebelumnya terbuang, lalu mengubahnya menjadi energi bermanfaat seperti listrik, uap, atau air panas. Dengan menerapkan WHR, industri bisa menghemat energi, menurunkan biaya operasional, dan memperkecil dampak lingkungan. Sebagai pemimpin global dalam solusi energi dan lingkungan, Thermax menyediakan berbagai sistem WHR yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri di Indonesia: Waste Heat Recovery Boilers (WHRB): Dirancang untuk menangkap panas dari berbagai proses industri dan menghasilkan uap atau energi listrik. Waste Heat Recovery Unit: Cocok untuk menangkap panas dari turbin gas atau mesin reciprocating dan mengubahnya menjadi energi yang bisa digunakan kembali.

Thermax Hadirkan Solusi Pemanas Proses Listrik Dukung Transisi Energi Bersih di Indonesia Tekno
Tekno
Jumat, 18 April 2025 | 16:04 WIB

Thermax Hadirkan Solusi Pemanas Proses Listrik Dukung Transisi Energi Bersih di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Guna mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia, Thermax, perusahaan solusi energi dan lingkungan terkemuka asal India, perkenalkan dua inovasi terbarunya dalam pemanas proses listrik, yakni Thermotron dan Effitron. Keduanya dirancang untuk membantu industri mengurangi emisi sekaligus mempertahankan efisiensi operasional. Thermotron perangkat pemanas proses listrik yang mampu beroperasi dengan efisiensi lebih dari 99 persen dan tanpa emisi lokal. Tidak membutuhkan sistem tambahan seperti penanganan bahan bakar atau abu, Thermotron menyederhanakan desain sistem, mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan, serta menghemat ruang. Jika dioperasikan dengan sumber energi terbarukan, Thermotron bahkan mampu mencapai nol emisi secara global, menjadikannya solusi masa depan untuk industri yang ingin beralih ke energi bersih. Solusi kedua adalah Effitron, boiler listrik ringkas yang dirancang untuk kebutuhan uap skala rendah. Effitron menawarkan:

BPJS Kesehatan 2025: Transisi ke KRIS dan Implikasinya bagi Pemberi Kerja Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 15 April 2025 | 10:04 WIB

BPJS Kesehatan 2025: Transisi ke KRIS dan Implikasinya bagi Pemberi Kerja

Jakarta, katakabar.com - Mulai tahun 2025, sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia, BPJS Kesehatan, akan mengalami transformasi besar melalui implementasi KRIS atau Kelas Rawat Inap Standar. Perubahan ini bertujuan untuk menstandarkan layanan rawat inap rumah sakit di semua kelas dan menciptakan sistem kesehatan yang lebih adil. Bagi pemberi kerja, perubahan ini membawa peluang sekaligus tantangan mengelola tunjangan karyawan, kepatuhan regulasi, dan biaya operasional. Artikel ini mengulas secara mendalam tentang apa itu KRIS, bagaimana hal ini mengubah lanskap BPJS Kesehatan, dan berbagai implikasi yang mungkin timbul bagi dunia usaha di Indonesia. Dengan memahami perubahan ini sejak dini, pemberi kerja dapat menyusun strategi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus efisiensi operasional. Apa Itu KRIS? Latar Belakang BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan adalah program asuransi kesehatan yang diwajibkan pemerintah dan memberikan cakupan universal bagi seluruh warga negara Indonesia dan penduduk yang tinggal di Indonesia. Sistem ini sebelumnya menggunakan pembagian kelas, yakni Kelas I, II, dan III yang menentukan jenis akomodasi dan layanan rawat inap di rumah sakit. Setiap kelas menawarkan konfigurasi ruangan, tingkat pelayanan, dan manfaat yang berbeda, menciptakan kesenjangan kualitas layanan. Sejak diluncurkan pada tahun 2014, BPJS Kesehatan telah menjangkau lebih dari 200 juta peserta. Tapi, masih banyak kritik terhadap kesenjangan layanan dan stigma berdasarkan kelas, yang mendorong pemerintah untuk merancang sistem baru. Perubahan Menuju KRIS KRIS adalah inisiatif pemerintah untuk menghapus sistem kelas dan menggantikannya dengan standar pelayanan rawat inap yang seragam. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2024, mulai 1 Januari 2025, seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS wajib menyediakan layanan rawat inap sesuai standar KRIS, dan tidak lagi berdasarkan kelas I–III. Perubahan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pengalaman layanan kesehatan yang adil, seragam, dan bermartabat bagi seluruh peserta BPJS. Tujuan

Kunci Akselerasi Transisi Energi Indonesia Diantaranya Biofuel Sawit
Sawit
Rabu, 20 November 2024 | 20:47 WIB

Kunci Akselerasi Transisi Energi Indonesia Diantaranya Biofuel

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina (Persero) menjadikan biofuel atau bahan bakar berbasis tanaman sebagai salah satu kunci strategis mendukung transisi energi Indonesia. Upaya ini pun didukung penuh legislatif maupun pemerintah. Wakil Ketua MPR RI dan Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno menjelaskan, Indonesia punya potensi dan sumber biofuel yang melimpah. Program biodiesel B35 yang dilakukan Pertamina menjadi bukti konkret dari upaya penurunan emisi.