'Executive Order' Trump dan Gelisahku Tak Setia dengan Kata Opini
Opini
Sabtu, 12 April 2025 | 11:29 WIB

'Executive Order' Trump dan Gelisahku Tak Setia dengan Kata

Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Hari ini gelisahku tak seia dengan kata, hujan turun begitu saja, suka-suka. Istana kosong, tak peduli, hantu Belanda pergi ke keramaian di Harmoni. Gondangdia, Gambir, Juanda mengabarkan lalu lalang. Orang-orang yang sibuk dengan seribu tuhan. Tuhan yang dikira takut kontraksi ekonomi, di bumi para ahli penafsir kitab-kitab samawi. Inflasi. Dolar meroket. Krisis ekonomi. Negara gagal. Etc. Di tengarai hantu pun takut "Executive Order" Trump. Segitunya urusan perang dagang dunia. Lalu Tuhan dikeluarkan dari kelas-kelas pengambilan keputusan negara. Kata Rumi, “Tuhan tidak pernah jauh. Tapi mereka terlalu bising untuk mendengar panggilanNya.” Tapi begitu ada bencana, mereka berebut bersandar di tiang-tiang ratapan, "Oh, Tuhan!" Lalu, atas nama penanggulangan bencana, anggaran negara triliunan dikucurkan bebas pertanggungjawaban. "Disaster Order". Hari ini gelisahku tak seia dengan kata, hujan turun begitu saja, suka-suka. Tak memberi tanda seperti biasa. Sign kiri belok kanan. Urusan negara, sudah ada yang memikirkan. Urusan rakyat, urus sendiri.

Dampak Tarif Trump: Lagi, XRP dan Pasar Kripto Terguncang Internasional
Internasional
Jumat, 04 April 2025 | 15:40 WIB

Dampak Tarif Trump: Lagi, XRP dan Pasar Kripto Terguncang

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto diguncang oleh pengumuman mengejutkan dari mantan Presiden AS, Donald Trump, yang mengumumkan tarif dagang baru terhadap beberapa negara di awal April 2025. Pengumuman ini langsung memicu kepanikan pasar karena dikhawatirkan akan memicu balasan dari negara-negara mitra dagang Amerika, yang pada akhirnya memperburuk kondisi ekonomi global. Akibatnya, investor berbondong-bondong menarik dananya dari aset berisiko seperti kripto, termasuk XRP. Dalam waktu singkat, XRP kehilangan lebih dari 5 persen nilainya, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terburuk di antara 10 besar kripto. Penurunan ini juga dibarengi dengan lonjakan harga emas, yang mencapai rekor tertinggi karena dianggap sebagai aset aman. Salah satu faktor paling krusial yang dapat memengaruhi masa depan XRP adalah kasus hukum antara Ripple vs SEC (U.S. Securities and Exchange Commission). Sejak 2020 lalu, Ripple terlibat dalam sengketa hukum karena SEC menganggap penjualan XRP sebagai penawaran sekuritas ilegal. Tapi, pengadilan memutuskan bahwa penjualan XRP kepada publik tidak melanggar hukum sekuritas, sementara penjualan ke investor institusional masih dipermasalahkan. Kini, SEC tengah mengajukan banding, namun muncul kemungkinan besar bahwa mereka akan mencabut banding tersebut. Jika ini terjadi, Ripple pun berpeluang mencabut banding silang mereka, dan proses penyelesaian bisa segera diajukan. Kemungkinan hasil penyelesaian:

Tak Sejalan dengan Powell, Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga AS Internasional
Internasional
Senin, 24 Maret 2025 | 20:33 WIB

Tak Sejalan dengan Powell, Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga AS

Jakarta, katakabar.com - Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan analisis pada Rabu yang mengaitkan kebijakan perdagangan pemerintahan Trump, khususnya pemberlakuan tarif impor yang luas, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang meningkat. Powell menjelaskan, tarif tersebut telah memberikan dampak signifikan pada ekonomi AS, berkontribusi pada situasi ketidakpastian yang lebih besar. Ia mencatat, prospek ekonomi semakin kabur karena "gejolak" kebijakan yang berlangsung, dengan proyeksi inflasi yang naik lebih cepat dari yang diperkirakan, sebagian disebabkan oleh tambahan bea impor. menurut Federal Reserve, untuk menstabilkan ekonomi, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan semalam pada kisaran 4,25 persen hingga 4,50 persen, meskipun tantangan ekonomi yang terus berlanjut. Powell menekankan sikap hati-hati Fed mengingat tingkat ketidakpastian yang tidak biasa mengenai arah ekonomi negara ini. Tapi, Presiden AS, Donald Trump tidak sependapat dengan penilaian Powell. Dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya, Trump mengkritik keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga, dengan menyatakan, bank sentral akan lebih baik jika memangkas suku bunga. Ia menunjuk pada pelonggaran tarif AS secara bertahap dan mendesak Fed untuk "melakukan hal yang benar" dengan menurunkan suku bunga. Ketidaksetujuan Trump dengan Powell mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Gedung Putih dan Federal Reserve, dengan presiden secara konsisten mendukung pemangkasan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, terutama mengingat kebijakan perdagangan agresif pemerintahannya. Seruan Trump untuk pemotongan suku bunga menunjukkan keyakinannya tarif tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan inflasi yang bisa diatasi melalui kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Five Memecoin Tema Trump Patut Kamu Pertimbangkan di 2024 Internasional
Internasional
Rabu, 13 November 2024 | 14:57 WIB

Five Memecoin Tema Trump Patut Kamu Pertimbangkan di 2024

Jakarta, katakabar.com - Tren memecoin bertema tokoh kontroversial Donald Trump kian meningkat. Memecoin ini menarik minat investor tidak hanya karena sifatnya yang lucu dan satir, tapi potensi keuntungan besar yang dapat diperoleh jika prediksi pasar tepat. Meski tidak memiliki nilai utilitas yang jelas, memecoin ini terus meraih popularitas karena antusiasme komunitas kripto dan spekulasi politik. Berikut ini adalah daftar memecoin bertema Trump yang bisa menjadi pertimbangan kamu.