Painan, katakabar.com - Seluas 550 hektar kelapa sawit swadaya yang tergabung dalam kelompok tani, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mengikuti progran Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2023 ini.

Adanya program replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani kelapa sawit swadaya di Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Utara.

Bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dialokasikan sebesar Rp30 juta per hektar, di mana 1 petani kelapa sawit maksimal dapat alokasi hingga 4 hektar.

"Program yang berasal dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia ini bisa terlaksana dengan baik termasuk di Pessel, kepada masyarakat atau Kelompok Tani (Poktan) calon penerima manfaat diminta segera mempersiapkan kelengkapan berbagai dokumen yang dibutuhkan," imbau Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Pessel, Syafrianto, pada Selasa (27/6).

Lewat program peremajaan tanaman kelapa sawit ini kata Syafrianto, tanaman kelapa sawit yang sudah memasuki masa tua, atau yang tidak lagi produktif, bisa kembali produktif.

"Saat ini calon penerima bantuan replanting tanaman kelapa sawit yang berasal dari kelompok tani telah memasuki tahapan penyiapan dokumen, berupa kelengkapan. Baik itu KTP anggota, sertifikat tanah perkebunan kelapa sawit yang akan diremajakan, dan lainnya," ulasnya.

Dijelaskannya, untuk penyiapan semua dokumen yang diperlukan ditargetkan bisa selesai dalam waktu dekat agar kegiatan di lapangan bisa segera dimulai. Tujuannya agar penanaman dan perawatan sudah bisa dilaksanakan di lahan seluas 550 hektar.

"Lokasi peremajaan seluas 550 hektar dipusatkan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lunang 2 kelompok tani, Basa Ampek Balai Tapan 1 kelompok tani, Pancung Soal 1 kelompok tani, dan Kecamatan Silaut 1 kelompok tani," bebernya.

Lokasi itu dipilih lantaran tanaman kelapa sawit di sana rata-rata telah berumur di atas 20 tahun. Apalagi, tanaman yang dikembangkan masyarakat sebagian besar berasal dari kecambah yang tidak bersertifikasi, sehingga membuat produksinya menjadi rendah.

Program replanting di Pessel sudah memasuki tahap ke IV dari tahun 2019 lalu. Di mana tahap I seluas 744,77 hektar, tahap II 186,69 hektar, tahap III 232,365 hektar, dan tahap IV yang tengah berjalan saat ini.

"Adanya program peremajaan sawit ini diharapkan perkebunan milik masyarakat di empat kecamatan nanti berproduksi tinggi di masa datang. Solanya bibit yang disalurkan telah berasal dari kecambah-kecambah yang sudah disertifikasi," tuturnya.

Dijabarkan Syafrianto, rinciananggaran sebesar Rp30 juta per hektar peruntukannya mulai dari penggarapan lahan, perawatan, hingga masuknya masa panen perdana usia tanaman sekitar tiga tahun.

"Di Lapangan pengerjaan PSR bagi 5 kelompok tani yang tersebar di empat kecamatan sesuai Perjanjian Kerja Samanya (PKS) dilakukan oleh Koperasi Sucofindo. kita dari Dinas Pertanian hanya sebagai fasilitasi dan sosialisasi di lapangan agar kegiatan bisa berjalan dengan sukses seperti yang diharapkan," tandasnya.