Sumatera Barat
Sorotan terbaru dari Tag # Sumatera Barat
Pimpin Rakor Penyerahan Bantuan Korban Bencana Alam Sumbar, Ini Kata Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi pimpin Rapat Koordinasi atau Rakor rencana penyerahan bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah bencana alam di Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (3/6). Rapat ini digelar lantai 2 Kantor Camat Mandau di Jalan Jenderal Sudirman Duri, sesuai instruksi Bupati Bengkalis, Kasmarni. "Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kecamatan Mandau, yang ikut peduli membantu, tidak peduli seberapa besar dan kecil bantuannya, namun ketika itu berasal dari hati yang tulus, Insya Allah semuanya bakal dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak," ujar Camat Mandau, Riki Rihardi. Dari hasil rapat, tambah Riki, pengiriman seluruh bantuan yang telah dikumpulkan tersebut diserahkan pada Rabu, 5 Juni 2024, dan dilepas Bupati Bengkalis, Kasmarni, S.Sos., M.MP.
Tenang, Bun! Bencana Alam Sumbar Tak Bikin Kebutuhan Pokok di Siak Langka, Harga Cabai-Bawang Hanya Naik Tipis
Tenang, Bun! Bencana Alam Sumbar Tak Bikin Kebutuhan Pokok di Siak Langka, Harga Cabai-Bawang Hanya Naik Tipis
Realisasi Program Replanting Alami Sejumlah Kendala di 'Ranah Minang'
Padang, katakabar.com - Program Replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di 'Ranah Minang' nama lain dari Provinsi Sumatera Barat, realisasinya alami sejumlah kendala lantaran adanya persoalan. Sekretaris Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Ferdinal Asmin menjelaskan, saat ini luas Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Sumatera Barat sekitar 251.591,14 hektar. "Dari luas itu, terdapat 98 ribu hektar kelapa sawit rakyat perlu diremajakan," ujarnya memasuki paruh dua Januari 2024 lalu, dilansir dari laman bisnis.com, pada Ahad (14/1). Menurut Ferdinal, dari laporan realisasi PSR hingga tahun 2023 lalu, total seluas 12.278,93 hektar sudah mendapatkan rekomendasi teknis. Bahkan dilaporkan sudah seluas 10.400,35 hektar sudah melakukan penanaman kembali kelapa sawitnya. "Itu artinya, masih luas lagi PSR ini yang butuh diremajakan. Ternyata, ada sejumlah persoalan di lapangan," jelasnya. Untuk melakukan replanting ini ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi para petani, misalnya harus tergabung dalam kelompok tani hingga lahan sawit yang diajukan untuk program replanting tidak di atas kawasan hutan. "Nyatanya saat ini, masih ada PSR perkebunan kelap sawit berada di kawasan hutan. Bagi PSR itu, mereka biasanya melakukan peremajaan secara mandiri dan tidak melalui program PSR yang dibiayai dari pemerintah," ucapnya. Diterangkan Ferdinal, perkebunan kelapa sawit yang perlu direplanting umur tanaman kelapa sawit sudah berumur 25 tahun. Umur tanaman kelapa sawit sudah sentuh 25 tahun itu, selain pohon telah tinggi dan sulit dipanen, produksi mulai menurun, dan kualitas kelapa sawit turut turun. "Lantaran itu, perlu di replanting, biar produksi bagus. Tapi, petani menilai penanaman kembali sawit bisa kehilangan penghasilan, sebab untuk menunggu dari masa tanam ke panen sekutar tiga hingga lima tahun," bebernya. Kita sudah usulkan para petani kelapa sawit melakukan replanting, dan melakukan penanaman jagung di antara lahan sawit. Tanaman jagung tidak mengganggu masa tumbuh bibit kelapa sawit yang ditanam. "Tanaman jagung bisa dipanen empat bulan sekali, berarti setahun bisa tiga kali panen. Jadi, seraya menunggu kelapa sawit berbuah dan panen, setidaknya hasil panen jagung bisa menggantikan pendapatan para petani," sarannya. Ke depan, persoalan replanting kelapa sawit bagi PSR ini terus diperkuat koordinasi dengan kabupaten dan kota yang memiliki lahan kebun kelapa sawit. Di tahun 2024 ini, pihaknya telah mengusulkan replanting PSR di Sumbar seluas 950 hektar. Usulan replanting ini mudah-mudahan bisa dilaksanakan tahun ini," harapnya.
Harga TBS Sawit di Sumbar Turun Lagi Rp60,18 Per Kilogram
Padang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat turun. Jadi, harga 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit untuk sepekan ke depan dibeli Rp2.508,30 per kilogram. Menurut Ketua DPW APKASINDO, Jufri Nur, harga ini turun lantaran harga Crude Palm Oil (CPO) hasil lelang pekan ini mengalami penurunan diangka Rp11.017,27. "Turun tipis disebabkan CPO turun. Tapi, harga masih cenderung tinggi," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (14/12). Jka dibandingkan dengan pekan lalu, kata Jufril, pekan ini terjadi penurunan sebesar Rp60,18 per kilogram, sebab pekan lalu harga beli Rp2.568,48 per kilogram. Untuk harga inti kelapa sawit Rp5.286,63 per kilogram. Lalu, harga cangkang Rp12,58 per kilogram dan indeks k sebesar 91,62 persen. Ini rincian harga kelapa sawit Provinsi Sumatera Barat sepekan ke depan, yakni umur 3 tahun Rp1.884,24 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.117,44 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.243,57 per kilogram, umur 6 tahun Rp2.268,08 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.284,11 per kilogram. Terus, umur 8 tahun Rp2.472,81 per kilogram, umur 9 tahun Rp2.505,35 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.508,30 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.431,67 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.423,11 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.390,41 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp2.267.34 per kilogram.
Ekspor Minyak Kelapa Sawit Terbesar Asal Sumatera Barat, Ini Nominalnya
Padang, katakabar.com - Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang Iswan Haryanto di Padang, dua hari lalu mengatakan, ekspor minyak kelapa sawit paling besar masih dari Provinsi Sumatera Barat di tahun 2023 ini "Untuk tahun 2023 ekspor dari Provinsi Sumatera Barat yang paling besar, itu masih minyak kelapa sawit," ujar Iswan, dilansir dari laman ANTARA, pada Sabtu (25/11). Tidak hanya minyak kelapa sawit, pihaknya mencatat sembilan komoditas utama pertanian penyumbang angka ekspor dari 'Ranah Minang' nama lain dari Provinsi Sumatera Barta, yakni cangkang kelapa sawit, bungkil sawit, kulit kayu manis, karet, santan kelapa, gambir, manggis, kopi hingga air kelapa. Dari 10 jenis komoditas utama sektor pertanian itu, Balai Karantina Pertanian setempat perkirakan total nilai ekspor pada tahun 2023 mencapai Rp4,87 triliun. "Bila dilihat dari volume ekspor hingga 20 November 2023, ekspor asal Sumatera Barat dari sektor pertanian sekitar 1.029 juta ton," jelasnya. Menurut Iswan, ke sepuluh jenis komoditas asal Sumbar tersebut diekspor ke sejumlah negara termasuk Israel. Lengkapnya, negara tujuan ekspor, meliputi China, Algeria, Arab Saudi, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Belanda, Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat, Perancis, Swedia, Inggris, India, Jerman, Latvia, Pakistan, Taiwan, Kanada dan Spanyol. Tapi, kata Iswan, perbandingan secara year on year (yoy), terjadi penurunan nilai ekspor asal Sumatera Barat. Pada tahun 2022 ekspor dari 'Ranah Minang' tercatat 1.221 juta ton atau setara dengan Rp4,96 triliun. "Dari negara tujuan kita ada peningkatan namun untuk volume dan nilai rupiahnya ada penurunan," ucapnya. Sedang, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar menunjukkan nilai ekspor daerah itu pada September 2023 sebesar 185,95 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp2,8 triliun. Angka itu mengalami penurunan sebesar 16,69 persen dibandingkan ekspor Agustus 2023. Lalu, golongan barang yang paling banyak diekspor pada September 2023 adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 157,54 juta dolar AS, diikuti berbagai produk kimia sebesar 4,88 juta dolar AS, dan golongan bahan-bahan nabati 4,83 juta dolar AS.
Harga TBS Sawit Turun di Sumbar Dibeli Rp2.478,77 Per Kilogram
Padang, katakabar.com - Dari hasil penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun Rp11,92 periode sepekan ke depan ini. Periode ini harga kelapa sawit di Sumatera Barat dibeli sebesar Rp2.478,77 per kilogram, dibanding periode lalu dibandrol Rp2.490,69 per kilogram. "Harga TBS kelapa sawit turun disebabkan harga CPO pekan ini turun. Saat ini harga CPO Rp10.945,17 per kilogram," ujar Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (13/11). Harga CPO, sebut Jufri, masih berpatokan pada lelang KPBN bukan Bursa CPO Indonesia yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu. "Kita masih berpatokan dengan hasil lelang seperti biasanya. Memang harapan kita mengikuti bursa CPO Indonesia, tapi butuh regulasi yang mengatur," jelasnya. Ini daftar harga TBS kelapa sawit di Sumatera Barat sepekan mendatang, yakni umur 3 tahun Rp1.862,25 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.092,66 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.217,14 per kilogram, umur 6 tahun Rp2.241,36 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.257,20 per kilogram. Selanjutnya, umur 8 tahun Rp2.443,71 per kilogram, umur 9 tahun Rp2.475,86 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.478,77 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.403,00 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.394,55 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.362,27 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp2.240,81 per kilogram.
Sawit Terbentur Topografi Lahan, Kata Wabup Pertanian Cocok di Pasaman
Padang, katakabar.com - Tanaman kelapa sawit sulit dikembangkan lantaran terbentur lahan terbatas Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. "Kondisi topografi lahan berbukit-bukit dan cakupan kawasan hutan, serta lahan terbatas sulit kembangkan komoditas kelapa sawit di Pasaman," ujar Wakil Bupati Kabupaten Pasaman, Sabar AS, saat memberi sambutan pada kegiatan sosialisasi agenda kerja penyusunan rancangan awal RPJPD Pasaman 2025-2045 di Padang, pada Selasa (26/9). Menurut hemat saya, Pasaman sulit dijadikan lokasi pengembangan komoditas kelapa sawit. Lantaran itu, dorong pengembangan komoditi hortikultura, seperti durian, manggis, pokat. "Kita tidak mungkin mengikuti langkah Kabupaten Pasaman Barat, Dharmasraya dan daerah-daerah sentra sawit lainnya di Provinsi Sumatera Barat," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (27/9). Mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat ini menuturkan, Pasaman hanya cocok dikembangkan untuk sektor pertanian arti luas, meliputi perikanan dan pariwisata. Memang potensi daerah mendukung untuk itu. Pada konteks kasus sub-sektor pertanian tanaman pangan, kata Sabar seraya memberi contoh, posisi sebagai daerah swasembada pangan yang sudah direbut selama ini mesti bisa terus dipertahankan, kapan perlu ditingkatkan. "Kita harus beri dorongan kepada petani tanaman pangan untuk terus meningkatkan produksi dan produktifitas. Kapan perlu disertai stimulus untuk merangsang gairah petani berusaha," ucapnya. Mengutip Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi A, Pasaman lebih cocok dikembangkan budidaya tanaman holtikultura lantatam ketersediaan lahan, dan kondisi iklim mendukung. Itu sebabnya, kita antusias mendengar rencana pihak swasta untuk membudidayakan tanaman durian dalam skala luas di daerahnya. "Rencananya seluas 500 hektar. Kalau rencana terwujud, peluang kerja terbuka lebar termasuk kesempatan berusaha. Otomatis perputaran uang dengan sendirinya meningkat," urainya. Nah, sektor pariwisata memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan di Pasaman. Makanya, sejak beberapa tahun belakangan intens mengembangkan sektor pariwisata, tambahnya.
Keren! Kebun Sawit di Agam Jadi Lokasi Syuting Film Palm's Oil Love
Agam, katakabar.com - Kabupaten Agam, Sumatera Barat dipilih jadi lokasi syuting film layar lebar berjudul Palm's Oil Love. Sesuai dengan judul film layar lebari ini lokasi pengambilan adegan di tengah kebun kelapa sawit. Yayasan Bentang Merah Putih yang produksi film menceritakan kisah keluarga petani sawit dengan genre drama komedi dan percintaan. Pihak Yayasan Bentang Merah Putih menjumpai Bupati Agam, Dr H Andri Warman, di Mess Pemkab Agam Belakang Balok untuk meminta dukungan dan restu rencana syuting lokasi film, pada Jumat (25/8) lalu. Rombongan dipimpin Prof Reni Mayemi, Deputi Pengkajian Strategi Lemhanas RI yang kebetulan satu almamater dengan Andri Warman di SMAN 1 Bukittinggi. “Awalnya lokasi syuting film ini mau dipilih antara Kalimantan dan Jambi. Lantaran bicara kelapa sawit, kita mengusulkan Kabupaten Agam,” ujar Reni dilansir dari laman website resmi Pemkab Agam, pada Senin (28/8). Ketua Yayasan Bentang Merah Putih, Yohana Elizabeth Hardjadinata menimpali, syuting film melibatkan 50 orang, 2 orang diantaranya aktor dari Korea. “Film mulai diprodukso di penghujung November 2023 ini. Di alur cerita film bakal ditampilkan kuliner dan budaya yang ada di Kabupaten Agam,” bebernya. Selain bupati, Yayasan Bentang Merah Putih minta dukungan dari masyarakat sekitar lokasi syuting. Andri Warman mengapresiasi Yayasan Bentang Merah Putih yang memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi syuting film layar lebar. “Kita di Agam memiliki lahan perkebunan kelapa sawit cukup luas untuk dijadikan sebagai lokasi syuting,” terangnya. Secara prinsip, sangat mendukung apalagi nanti dalam film menampilkan kuliner dan budaya dari Agam. “Ini menjadi suatu hal yang positif bagi kita, sebab secara bakal mempromosikan Kabupaten Agam hingga manca negara,” tandasnya.
Harga Sawit Naik Turun di Sumbar, Periode Ini Rp2.492,52 Per Kilogram
Padang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit turun harga dari periode lalu di Provinsi Sumatera Barat, sehingga harga periode sepekan ke depan dipatok Rp2.492,52 per kilogram. Kalau dibandingkan periode sebelumnya, penurunan tipis. Soalnya harga pekan lalu posisinya sebesar Rp2.501,92 per kilogram. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur ikut rapat penetapan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat (11/8) pagi menjelaskan, harga kelapa sawit turun di Provinsi Sumatera Barat dipicu harga Crude Palm Oil (CPO) pada tender beberapa hari belakangan ini turun. Harga CPO pekan ini sebesar Rp10.749,52 per kilogram dibanding pekan lalu sebesar Rp10.921,80 per kilogram. "Harga itu turun tipis tapi masih lumayan bagus," ujar Jufri dilansir dari lamab elaeis.co. Untuk harga inti sawit sebesar Rp5.236,20 per kilogram, Cangkang Rp24,20 per kilogram, dan indeks K 92,70 persen. Rincian harga kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat pekan ini, yakni; -Usia 3 tahun Rp1.874,73 per kilogram -Usia 4 tahun Rp2.105,65 per kilogram -Usia 5 tahun Rp2.230,19 per kilogram -Usia 6 tahun Rp2.254,46 per kilogram -Usia 7 tahun Rp2.270,33 per kilogram -Usia 8 tahun Rp2.497,36 per kilogram -Usia 9 tahun Rp2.489,58 per kilogram -Usia 10-20 tahun Rp2.492,52 per kilogram -Usia 21 tahun Rp2.416,48 per kilogram -Usia 22 tahun Rp2.408,02 per kilogram -Usia 23 tahun Rp2.375,70 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.254,18 per kilogram
Senyum Merekah Petani Sumbar, Harga Sawit Naik Rp2.501,92 Per Kilogram
Padang, katakabar.com - Senyum para petani kelapa sawit, khususnya petani plasma merekah di Sumatera Barat. Mereka pun senang lantaran harga kelapa sawit kini melesat Rp2.501,92 per kilogram. Dari hasil penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Barat, harga sawit naik sebesar Rp48,58 per kilogram dibanding periode sebelumnya harga kelapa sawit di kisaran Rp2.453,34 per kilogram. Ketua DPW APKASINDO Sumbar, Jufri Nur menuturkan, harga kelapa sawit naik pekan ini dipicu harga Crude Palm Oil (CPO). Di mana harga CPO pekan ini dibandrol Rp10.921,80 per kilogram. "Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik seiring harga CPO merangkak naik. Pada periode sebelumnya hasil lelang tender CPO Rp10.761,06 per kilogram," jelasnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (4/8). Untuk harga inti sawit kini Rp5.114 per kilogram, cangkang Rp25,33 per kilogram, dan indeks K 91,97 persen. Ini rincian harga kelapa sawit Provinsi Sumatera Barat pekan ke depan ini, yakni: Usia 3 tahun Rp1.883,65 per kilogram Usia 4 tahun Rp2.114,56 per kilogram Usia 5 tahun Rp2.240,06 per kilogram Usia 6 tahun Rp2.264,32 per kilogram Usia 7 tahun Rp2.280,20 per kilogram Usia 8 tahun Rp2.466,79 per kilogram Usia 9 tahun Rp2.499,02 per kilogram Usia 10-20 tahun Rp2.501,92 per kilogram Usia 21 tahun Rp2.426,29 per kilogram Usia 22 tahun Rp2.417,78 per kilogram Usia 23 tahun Rp2.385,29 per kilogram Usia 24 tahun Rp2.262,89 per kilogram