Kepulauan Meranti, katakabar com - Para remaja yang melakukan aksi tawuran akibatkan 1 orang luka-luka terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum, Polres Kepulauan Meranti.

Mereka para pelaku tawuran dikumpulkan di rumah Kepala Desa Tebun, H Safarudin, di Jalan Padat Karya Desa Gemalasari, pada Selasa sore lalu.

Para orang tua anak-anak dan Babinkamtibmas desa terlihat ada di sana, dan selanjutnya para remaja dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti, pada Rabu sore kemarin.

Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan diteruskan Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, Iptu AGD Simamora di ujung telepin genggamnya membenarkan adanya aksi tawuran antara remaja Desa Tebun dengan Desa Gemalasari .

"Kalau ada korban, berarti benar ada aksi tawuran tersebut," ujarnya.

Sebelum dibawa ke Mapolres Kepulauan Meranti. Menurut Kepala Desa Tebun, H Saparudin dan salah satu pelaku tawuran remaja bernama SN menyatakan, diduga berawal dari motif asmara pemicu 9 remaja Desa Tebun
terlibat aksi tawuran dengan remaja Desa Gemala Sari pasnya di Dusun Parit Budi.

Saat itu, cerita SN, berada bersama Kepala Desa Tebun, H Safarudin di dalam rumah Rabu sekitar Pukul 15.00 WIB. Kejadian bermula salah seorang pemuda Desa Tebun mendapat kiriman chat WhatsApp dari salah satu korban untuk mengajak duel perkelahian

Mendapat tantangan, beberapa remaja Desa Tebun pergi ke Desa Gemala Sari untuk datangi undangan tawuran ke lokasi tawuran yang sudah ditunjuk korban.

Tapi, tiba di simpang Tasik Desa Gemala Sari tempat yang dijanjikan mereka tidak menemukan keberadaan korban. Merek berniat untuk pulang kembali ke Desa Tebun tiba-tiba, di pertengahan perjalanan mereka didatangi dan dihadang  korban yang membawa senjata berupa linggis bersama teman-teman berjumlah15 orang.

"Spontan aksi tawuran tidak bisa terhindarkan lagi hingga sebabkan beberapa anak dari Desa Gemala Sari mengalami memar dan luka di beberapa bagian wajah dan kepala. Beruntung, dengan Sigap seorang orang tua tidak tahu namanya yang berada di tempat kejadian melerai tawuran," kata SN.

Hingga dengan kejadian ini, korban telah membuat laporan di Polsek Rangsang, sekitar pukul 15.00 WIB sore bersama Bhabinkamtibmas Desa Tebun. Para tersangka diserahkan orang tua mereka dan dikumpulkan di rumah Kepala Desa Tebun, H Safarudin untuk diserahkan ke Satreskrim Polres Kepulauan Meranti untuk ditindak lanjuti.

Kepala Desa Tebun, H Safarudin sangat menyesalkan adanya pemberitaan terlalu berlebihan tentang kejadian, tidak ada konfirmasi kepada saya sebagai kepala desa terkait, kepada Babinkantibmas desa dan kepada Kepala
Desa Gemalasari, Irfandi.

"Kita berharap agar informasi yang diberikan kepada publik akurat, sehingga orang tidak salah paham dan beritanya berimbang, jelasnya.

Kepala Desa Gemalasari Irfandi menyatakan, saya tidak berada di tempat kejadian. Jadi saya tidak tahu bagaimana kejadian hanya saja kepada orang tua agar bisa agar bisa mengawasi anak-anaknya. Kita harus bisa meredam isu-isu yang berkembang yang dapat menyebabkan terjadinya gejolak sosial di masyarakat," serunya.