Rupat, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) taja sosialisasi di dua kelurahan di kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, yakni Kelurahan Batu Panjang dan Terkul, Rabu (3/9) lalu.
Di sosialisasi perkebunan rakyat milik masyarakat tersebut, hadi Dewan Pimpinan Pusat Aspekpit, Cahyono Virlianto, dan Dewan pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Riau, dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II diwakili Abdul Kadir Siregar.
Aspekpir Indonesia DPD II Kabupaten Bengkalis diwakili Abdul Kadir Siregar, Jumat (6/9) menjelaskan, kegiatan sosialisasi kepada para petani kelapa sawit di Kecamatan Rupat bukan yang pertama dilakukan tapi sudah kesekian kalinya.

Tujuannya, kata Abdul Kadir, agar masyarakat petani kelapa sawit bisa mengetahui tentang tujuan asosiasi yang di bentuk, dan dapat pengetahuan tentang peremajaan kelapa sawit milik masyarakat.
"Soal sumber keuangan pengelolaan kelapa sawit ini bukan dari APBN tapi dikelola melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sedang, persyaratan yang harus dipenuhi petani kelapa sawit, di antararnya umur di atas 25 tahun, penghasilan kurang dari 10 ton per hektar dan bibit sembarangan atau tidak punya sertifikat," jelas Abdul
Mengenai program dari Aspekpir Indonesia, tambah Abdul, termasuk diantaranya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dan pembangunan sarana dan prasarana, dan bantuan beasiswa bagi anak petani kelapa sawit.
Aspekpir Indonesia Taja Sosialisasi di Pulau Wisata Negeri Junjungan
Diskusi pembaca untuk berita ini