Pelalawan, katakabar.com - Warga mengeluh jasa tarif upah gendong kendaraan melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Jalintim hingga saat ini kilometer 75 kedalam air diperkirakan mencapai 50 hingga 70 centimeter. Lokasi genangan air paling parah di kilometer 83. Di mana tinggi muka air yang menggenangi jalan kilometer 83 mencapai 1,2 meter. Kondisi ini sudah tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda dua dan mobil kecil atau mini bus.

"Saya merasa terbebani dengan jasa tarif upah gendong pemilik usaha mobil towing. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Perhubungan telah menetapkan harga tarif jasa mobil gendong sebesar Rp400 ribu, tapi nyatanya masyarakat dikenai Rp800 ribu sekali melintas. Jadi, harga upah gendong  ditetapkan Pemda telah dilanggar pemilik towing," Keluh Boy warga Kecamatan Ukui kepada katakabar.com, pada Selasa (9/1) siang.

Masyarakat meminta Dinas Perhubungan Pelalawan segera menertibkan biaya tarif upah gendong sesuai surat yang dikeluarkan dan diputuskan saat rapat Dishub Pelalawan bersama seluruh pemilik usaha jasa mobil gendong.

"Upah tarif jasa gendong mahal tidak sesuai dengan harga penetapan. Kami meminta surat imbauan penetapan harga yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Pelalawan, pada Senin(8/1) kemarin. Surat Imbauan bunyinya, mobil tarif jasa upah gendong mobil trailer dan truk  mengangkut mobil, dan motor tarifnya, yakni mobil sedan atau mini bus Rp400 ribu termasuk penumpang, mobil truk Rp500 ribu, sepada motor Rp30 ribu, pompong besar Rp350 ribu, dan pompong kecil Rp.300 ribu," kesal Boy.

Diceritakan Boy, warga Kecamatan Ukui hendak Pulang dari Pekanbaru, Pemilik towing menyebutkan telah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan. Pemilik bilang perusahaan towing dari PT Agung  Auton Trans dari Jakarta sudah melakukan MoU.

Menurut pemilik towing yang tidak mau disebutkan namanya sempat viral di medsos, terkait jasa angkut pemerintah bersepakat ada bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda), seperti subsidi. Kita tidak tahu gimana subsidinya. Disinggung berapa unit setiap hari beroperasi, per harinya 3 unit hingga 7 unit per hari.

Kepala Dinas Perhubungan, Fery Zulkarnain Kabupaten Pelalawan saat dikonfirmasi melalui bye phone mau pun WhatsAppnya belum dapat dihubungi meski handphonenya keadaan hidup.