Keluhkan

Sorotan terbaru dari Tag # Keluhkan

Masyarakat Bengkalis Keluhkan Ekonomi Lesu dan Realisasi APBD Baru 39 Persen Politik
Politik
Kamis, 26 September 2024 | 15:25 WIB

Masyarakat Bengkalis Keluhkan Ekonomi Lesu dan Realisasi APBD Baru 39 Persen

Bengkalis, katakabar.com - Masyarkat Kabupaten Bengkalis keluhkan ekonomi lesu. Kata Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi fakta ini cukup mengejutkan. Soalnya, Bengkalis ternyata menjadi daerah yang realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD paling rendah dibandingkan daerah lain yang saat ini dipimpin Pjs. Secara khusus, sorotan diberikan ke Pemkab Bengkalis yang baru merealisasikan APBD 2024 hanya sebesar 39,94 persen. Rendahnya realisasi APBD 2024 Kabupaten dan Kota itu menjadi tugas alias 'PR' khusus yang diberikan kepada 6 Penjabat Sementara (Pjs) Bupati dan Wali Kota yang dilantik, Selasa (24/9) lalu. "Meski Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota bertugas hanya sekitar dua bulan, tapi harus segera melaksanakan monitoring APBD 2024, batas waktunya pada 30 September," kata Rahman Hadi kepada 6 Pjs kepala daerah yang dilantik di Balai Serindit, Kompleks Gubernuran Riau. Pj Gubri membacakan satu per satu realisasi APBD 2024 keenam daerah tersebut, yakni, realisasi APBD Kabupaten Siak 2024 sebesar 52,24 persen, Kabupaten Kepulauan Meranti 50,06 persen, Pelalawan 44,76 persen, Kuansing 49,56 persen dan Kota Dumai sebesar 56,66 persen.

Pengguna Android Tak Bisa Komunikasi, Warga Minta Telkomsel Perbaiki Jaringan Riau
Riau
Senin, 26 Agustus 2024 | 17:09 WIB

Pengguna Android Tak Bisa Komunikasi, Warga Minta Telkomsel Perbaiki Jaringan

Bantan, katakabar.com - Sudah tiga hari belakangan ini pengguna Android di Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis tak bisa komunikasi seperti biasa padahal Android warga memiliki paket. Selain Android, jaringan Wifi lelet. Kejadian ini sangat disayangkan warga, sebab tiba waktunya harus dibayar.

Petani Keluhkan Produksi Kebun Anjlok 50 Persen di Banten, Ini Penyebabnya Sawit
Sawit
Jumat, 29 Desember 2023 | 12:51 WIB

Petani Keluhkan Produksi Kebun Anjlok 50 Persen di Banten, Ini Penyebabnya

Banten, katakabar.com - Intensitas hujan di wilayah masih sangat rendah. Artinya, musim kemarau masih berkepanjangan di wilayah Provinsi Banten sekitarnya. Kondisi cuaca ini bikin perkebunan kelapa sawit kelimpungan lantaran mengalami penurunan produksi. Bahkan dari Agustus 2023 hingga saat ini produksi anjlok mencapai 50 persen. "Memang, November 2023 sempat terjadi hujan tapi hanya sebentar. Tidak memberikan dampak banyak kepada kebun petani," kata M Nur Ketua Asepekpir Provinsi Banten, kemarin dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (29/12). Menurut Nur, pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Provinsi Banten kekurangan pasokan disebabkan anjlok produksi kebun kelapa sawit petani. Misalnya, dialami PKS PTPN VIII yang kekurangan pasokan lantaran penurunan produksi ini. Anehnya, meski jumlah produksi yang turun dan kurangnya pasokan di beberapa PKS, harga kelapa sawit justru tidak mengalami kenaikan. Harganya masih stagnan diangka Rp1.950 per kilogram. Apakah Provinsi Banten karena belum ada Pergub peneta0an harga TBS kelapa sawit petani hingga saat ini? "Kita prediksi kondisi ini terjadi hingga Maret tahun depan. Harapannya, hujan mulai turun di penghujung tahun ini di Banten," pintanya. Para petani saat ini, ulas Nur, terpaksa mencari pemasukan alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terutama bagi petani yang memang hanya bergantung pada kebun kelapa sawitnya itu. Salah satunya melakukan tumpang sari dengan menanam sejumlah tanaman lain, seperti cabe, jagung, dan kedelai. "Tumpang sari bergantung pada curah hujan. Artinya, tidak sedikit petani yang gagal lantaran masih minimnya intensitas hujan," sebutnya.