Indragiri Hulu, katakabar.com - Belum genap sehari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hulu Sidak bersama perwakilan masyarakat ke lahan berkonflik antara PT Bukit Betabuh Sei Indah dan masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim.

Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan berulah merusak tanaman kelapa sawit di lahan Benar Ginting, Sabtu (1/2).

Penjaga kebun kelapa sawit, Hotmaida Malau kepada katakabar.com, Sabtu (1/2) siang mengatakan, para pekerja PT BBSI sudah menghancurkan tanaman kelapa sawit di lahan Benar Ginting.

"PT BBSI menghancurkan tanaman kelapa sawit di lahan Benar Ginting. Padahal belum genap sehari Pak Sahat Binsar Parulian dan Rudi Hartono sidak ke lapangan," jelas Hotmaida.

http://Baca Juga https://www.katakabar.com/berita/baca/dprd-inhu-tak-dihargai-dan-dibohongi-pt-bbsi-tetap-beraktivitas-di-lahan-masyarakat

Lantaran ulah PT BBSI tersebut masyarakat meradang, ujar Hotmaida, sehingga konflik antara PT BBSI dan masyarakat kembali memanas.

Diketahui, Komisi II DPRD Indragiri Hulu melakukan Sidak ke lokasi lahan yang berkonflik kemarin. Kedua legislator melihat langsung situasi dan kondisi lahan di mana pihak perusahaan beraktivitas di lahan masih berkonflik.

Dari hasil Sidak PT BBSI tidak mengindahkan perintah Komisi II DPRD Indragiri Hulu agar  idak melakukan aktivitas sebelum melakukan rapat dengar pendapat atau RDP.

Selain itu, PT BBSI bohongi dan mengerjai wakil rakyat terhormat terhormat dengan beraktivitas di lahan masih berkonflik. Artinya, tidak secara langsung pihak perusahaan mencoreng wajah DPRD Indragiri Hulu.