Jakarta, katakabar.com - Indonesia negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.  Di mana proses produksi minyak sawit menghasilkan produk samping berupa limbah cair yang dikenal sebagai Palm Oil Mill Effluent atau POME, ini perlu dikelola dengan baik.

Setiap ton tandan buah segar atau TBS kelapa sawit menghasilkan sekitar 600 hingga 700 liter POME. Di dalam POME yang terbuang ke lingkungan, terdapat sebagian kecil minyak kelapa sawit tersuspensi dengan kadar sekitar 1,5 hingga 3,6 persen.

Untuk mengurangi kehilangan minyak kelapa sawit yang terbuang bersama POME, PT Karunia Usaha Berjaya dan Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih (PRLTB) Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN menjalin kerja sama mengembangkan formulasi demulsifier.

"Demulsifier adalah bahan kimia berbasis organik dan food grade yang berfungsi memisahkan kandungan minyak kelapa sawit pada fase cair selama proses produksi. Solusi ini lebih ramah lingkungan dan akan mendukung keberlanjutan industri pengolahan kelapa sawit," kata Kepala PRLTB BRIN, Ario Betha Julianssilfero, melalui keterangan resmi Humas BRIN dilansir dari laman EMG, Jumat (22/11).

Menurutnya, kelapa sawit komoditas utama ekspor dan alangkah baiknya recovery (pemulihan) minyak sawit dilakukan dengan kegiatan kerja sama dalam bentuk berupa Focus Group Discussion atau FGD, penelitian, dan kegiatan bersama di lapangan. 

“Kami harap kerja sama dapat berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Apabila ada input lain dari pihak PT Karunia Usaha Berjaya, dapat kita kerja samakan lagi. Kolaborasi ini menjadi titik balik dan momentum bagi kita untuk dapat bekerja sama secara baik ke depannya,” jelasnya.

Direktur PT Karunia Usaha Berjaya, Umar Sanusi mengaku sangat lega setelah kendala yang dihadapi dalam pengolahan kelapa sawit mendapat tanggapan positif dari PRLTB BRIN lewat kerja sama untuk membuat Formulasi Bahan Demulsifier untuk Pengurangan Kehilangan Minyak pada Produksi Minyak Kelapa Sawit. 

“Kami sangat optimis kerja sama ini akan memberi banyak manfaat bagi industri kelapa sawit. Selain dapat mengurangi kandungan minyak kelapa sawit dari POME yang dapat memproduksi gas metan, sehingga tentunya hasil riset ini nantinya dapat mengurangi emisi rumah kaca,” ucapnya.  

Selain itu, Umar berharap pembuatan formulasi dan alat-alat yang nantinya digunakan memprioritaskan produksi dalam negeri. Dia meyakini jika kerja sama ini sukses, akan dapat memperbanyak lapangan kerja dan industri kelapa sawit dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.

Formula demulsifier yang dikembangkan diuji coba lebih dulu dalam skala laboratorium dengan target mengurangi kehilangan minyak kelapa sawit pada POME sebesar 0,4 hingga 0,7 persen.

Penelitian ini didanai  Grant Riset Sawit atau GRS yang diterima PRLTB BRIN. Formula demulsifier ini diuji coba pada skala lapangan di salah satu pabrik kelapa sawit nasional menggunakan teknologi demulsifikasi ke depan.