Jakarta, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo operasikan dapur umum untuk melayani warga terdampak banjir.

Itu untuk penuhi kebutuhan warga yang terkendala banjir lantaran sejumlah rumah di empat kecamatan, Kabupaten Gorontalo terendam banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi picu debit air Sungai Buoyo, Oliyodu, Marisa dan Moloupo meluap pada Sabtu (6/11) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Tak cuma itu, BPBD setempat tinjau lokasi banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 75 centimeter hingga 100 centimeter dan melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya percepatan penanganan banjir.

Total 1.262 unit rumah terendam di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Tabongo di Desa Limehe Timur dan Limehe Barat dengan 684 jiwa terdampak, Kecamatan Dungaliyo di Desa Dungaliyo dengan
480 jiwa terdampak, Kecamatan Limboto Barat di Desa Yosonegoro dan Tunggulo dengan 1.239 jiwa terdampak, dan Kecamatan Limboto di Kelurahan Tenilo dengan 1.231 jiwa terdampak.

Dari pemantauan per Minggu (7/11) sekitar pukul 13.30 waktu setempat, banjir telah surut di Desa Limehe Timur dan Limehe Barat, Kecamatan Tabongo. Cuaca terpantau di wilayah terdampak masih diguyur hujan.

BPBD Kabupaten Gorontalo mengimbau warganya untuk tetap waspada dengan potensi meningkatnya tinggi muka air akibat curah hujan yang masih berlangsung serta mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat terkait giat tanggap darurat banjir.

Kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Gorontalo memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 17 kecamatan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terlebih dengan prediksi fenomena La Nina yang telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Masyarakat dan pemerintah daerah setempat dapat melakukan antisipasi dan langkah kesiapsiagaan dengan melakukan pembersihan saluran air, pembuatan tanggul maupun kegiatan vegatasi serta kegiatan susur sungai yang dilakukan para ahli untuk mengantisipasi meluapnya sungai ketika intensitas curah hujan tinggi.


Sumber: Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.