Batang Hari, katakabar.com - Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, rupanya salah satu daerah penghasil padi terbesar. Lahan Baku Sawah (LBS) desa pimpinan Hidayatullah secara global mencapai 360 hektar. 

Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief melakukan panen raya dan percepatan tanam ke-2 akhir pekan lalu. Rona wajah bahagia lelaki 50 tahun ini terpancar menengok hamparan padi menguning siap panen.

Batinnya bilang kalau impian Kabupaten Batang Hari menuju swasembada pangan tahun ini segera terwujud. Ia optimistis padi hasil panen petani bisa memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Jambi.

Kedatangan ayah empat anak ini disambut hangat Kepala Desa Hidayatullah, Tokoh-Tokoh Pasar Terusan, Ketua Kelompok Tani --- berjumlah 14 orang --- serta ratusan masyarakat yang telah menanti sejak pagi.

Tabuhan kompangan anak laki-laki dan suguhan tarian selamat datang oleh anak perempuan desa ini menambah semangat Fadhil Arief beserta anak buahnya melangkah kaki menuju lokasi panen raya. 

Prosesi mengarit padi dilalukan Fadhil Arief secara simbolis bersama Kades Pasar Terusan, Ketua DPRD Batang Hari, Rahmad Hasrofi, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jambi.

Turut pula Camat Muara Bulian, Kadis PPP, Kadis TPHP Jambi dan Pj Swasembada Pangan Jambi, Dandim 0415 Jambi, dan perwakilan Polres Batang Hari.

"Ada nilai filosofi yang lupa kito, bahwa leluhur kito itu bukan minta jadi budaya, tapi meminta bahwa inilah kehidupan kito. Dulu sawah kito dikit, cukup untuk makan, kenapo, manusio tidak banyak," kata Fadhil Arief mengawali sambutan.

"Kini manusionyo tambah banyak, yang makan tambah banyak, sawah seluas itulah, sebanyak itulah panennya, pasti kurang itulah, sehinggo muncul beras merek tak tentu," imbuhnya.

Fadhil Arief berujar tubuh orang-orang tua dahulu sehat dan kuat karena mengkonsumsi beras organik. Berbeda dengan masyarakat saat ini, bantuan pupuk asal pemerintah bukannya disebar dalam areal persawahan, tapi malah dialihkan ke kebun kelapa sawit.

"Di Terusan ini, berasnyo rato-rato organik, kalau dibagi bantuan pupuk, pupuknya tak akan di pupuk, malah dipindahkan ke kebun kelapa sawit. Sayo bilang jangan itu dilarikan ke tempat lain, mereka jawab kami mau mempertahankan supaya sawah kami organik. Saya jawab kalau begitu Alhamdulillah, niatnya elok," gelak Ketua DPW PPP Jambi.

Sewaktu bersalaman dengan petani menjelang pelaksanaan panen raya, Fadhil Arief melihat rata-rata usia petani dari Ketua sampai dengan anggota diatas umurnya. 

"Nah ini juga harus kita ubah. Dulu, orang baru menikah sudah langsung bersawah. Karena sawah kita ini dengan sifat kegotongroyongan, kalau bahasa Jawa ada sifat ketanggungan rentengan, bahwa pekerjaan lain tak hilang," ucapnya.

Ia menekankan agar Kades Pasar Terusan mempertahankan budaya gotong royong. Tujuannya agar pekerjaan lain, aktivitas ekonomi lainnya tak akan hilang. 

"Mau ke kebun sawit tak hilang, mau nambang ketek juga tak hilang, karena tidak setiap hari melihat sawahnya. Ini bagus untuk menambah pendapatan sumber ekonomi petani," tuturnya. (infotorial)