Jakarta, katakabar.com - Bila  Bursa Crude Palm Oil (CPO) berjalan fair bakal berdampak positif pada penerimaan pajak. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia optimis dan meyakini hal itu.

Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko menuturkan, Bursa CPO upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perdagangan CPO di Indonesia menjadi lebih adil. Di mana harapannya bisa mendongkrak  penerimaan pajak ke depan.

“Kami yakin penerimaan pajak kalau  perdagangan CPO berjalan dengan fair bakal meningkat, baik dari sisi PPN maupun dari sisi PPh, dilansir dari halaman Holipis.com, di paruh Oktober 2023 lalu.

Menurutnya, Indonesia memiliki kontribusi lebih dari 50 persen kebutuhan CPO dunia. Tapi hingga saat ini, Indonesia masih menggunakan harga acuan CPO dari Malaysia dan Belanda.

Lewat bursa CPO, diharapkan terbentuk harga acuan CPO yang transparan, adil, akuntabel, dan real time lantaran melibatkan banyak penjual dan pembeli.

Diketahui, perudang-undangan telah mengamanatkan pemerintah untuk mewujudkan harga referensi komoditas melalui bursa berjangka komoditas.

Bappebti pun menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Fisik CP0 di Bursa Berjangka sebagai upaya perbaikan tata kelola perdagangan CPO di bursa berjangka.