Langkat, katakabar.com – Nasib nahas menimpa sejumlah nelayan di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kapal mereka rusak parah setelah menabrak tiang rig di tengah laut.

Ironisnya, insiden ini bukan yang pertama. Sedikitnya 10 nelayan disebut pernah menjadi korban.

“Bukan saya saja, ada sekitar 10 nelayan yang kapalnya rusak,” ujar Zulkifli dengan nada getir, Jumat (13/2/2026).

Zulkifli mengaku kapalnya menghantam keras tiang rig sekitar pukul 22.00 WIB. Ia bersama awak harus berjuang di tengah ombak hingga kapal baru bisa lepas sekitar pukul 05.00 WIB.

Selama tujuh jam, mereka bertaruh nyawa dengan kondisi kapal rusak. Di perairan itu, terdapat sekitar sembilan tiang rig yang tersebar.

Para nelayan berharap ada solusi dari perusahaan migas yang beroperasi di wilayah tersebut agar tidak muncul korban baru.

Tiang rig disebut “ranjau” saat malam
Nelayan menuding tiang besi raksasa itu menjadi “ranjau” mematikan, terutama pada malam hari. 

Penyebab utama kecelakaan berulang diduga karena tidak adanya lampu penerangan maupun rambu peringatan.

“Kalau malam dan cuaca buruk, tiang itu tidak terlihat sama sekali. Sangat membahayakan,” kata Zulkifli.

Lokasi tiang rig tipe jack-up disebut berada tepat di jalur keluar-masuk kapal nelayan dan boat sewa.

Zulkifli mengungkapkan banyak nelayan mengalami insiden serupa, bahkan ada kapal yang karam. Namun sebagian memilih tidak melapor.

Ia dan rekan-rekannya hanya meminta pemasangan rambu atau lampu navigasi yang layak.

“Karena kapal saya yang kena, saya coba lapor untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Humas Pertamina, Wahyu, menyatakan tiang rig yang dipersoalkan nelayan bukan milik PT Pertamina.

“Sepertinya tidak ada kewenangan kami menyikapi masalah ini. Pertamina perusahaan yang berdiri sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga perusahaan migas yang beroperasi di Langkat, salah satunya PT EMP, dan bukan berada di bawah naungan Pertamina.

Kini para nelayan masih diliputi rasa waswas setiap melaut pada malam hari. Hingga saat ini, belum ada pemasangan lampu navigasi maupun penjagaan di sekitar tiang rig tersebut.