nelayan
Sorotan terbaru dari Tag # nelayan
Cerita Nelayan di Langkat: Bertaruh Nyawa Usai Kapal Hantam Tiang Rig
Nasib nahas menimpa sejumlah nelayan di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kapal mereka rusak parah setelah menabrak tiang rig di tengah laut.
Gegara Edarkan Narkoba Dua Orang Nelayan Digaruk Polres Bengkalis
Bengkalis, katakabar.com - Gegara edarkan narkoba dua orang nelayan, masing- masing berinisial D.F. alias Lobo 45 tahun dan MA 35 tahun harus berurusan dengan Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satrenarkoba) Polres Bengkalis, Sabtu (7/2) sekitar pukul 22.40 WIB, di kawasan Jalan Utama Desa Prapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Cerita Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si. lewat Kasi Humas Polres Bengkalis, Aipda Juliandi Bazrah, S.Pd., Minggu (8/2) kemarin menjelaskan data kepolisian menunjukan terduga pelaku D.F. alias Lobo diketahui residivis kasus narkotika, sedangkan satu terduga lainnya masih dalam pendalaman penyidik. Ketika penggeledahan di lokasi kejadian, ulas Aipda Juliandi, petugas menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu dengan berat kotor total 0,22 gram, berikut barang bukti lain berupa alat hisap sabu (bong), kaca pirex, korek api, tiga unit handphone android, serta satu unit sepeda motor. "Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika di lokasi tersebut. Saat dilakukan penindakan, kedua terduga pelaku sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh petugas Satresnarkoba Polres Bengkalis," ujarnya. Dari hasil interogasi awal, ucapnya, narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial I, yang saat ini masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO. Upaya pengembangan terus dilakukan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. "Hasil tes urin terhadap kedua terduga pelaku menunjukkan positif mengandung Methamphetamine," jelasnya. Selanjutnya, tuturnya, kedua terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bengkalis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Atas perbuatannya, para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf A Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 KUHP sebagaimana telah disesuaikan," imbuhnya. Ia menegaskan Polres Bengkalis terus menjalankan Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). “Setiap terduga pelaku tindak pidana narkotika akan dilakukan pemeriksaan secara intensif dan assessment sesuai SOP. Apabila terbukti dan memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan bakal diproses secara hukum dan disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi,” tandasnya.
Nelayan Kepulauan Meranti Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Basarnas dan warga Tenggayun Raya beserta warga Tanah Merah berhasil temukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Tenggayun Raya, wilayah Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12). Nelayan tersebut diketahui bernama Iskandar, warga Dusun Tunas Muda, Desa Kedaburapat. Korban ditemukan kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan lemah di tengah laut. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, menjelaskan peristiwa bermula saat korban bekerja melaut bersama seorang rekannya bernama Pak Amang. Menurut laporan, korban bekerja di laut sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah selesai bekerja, korban beristirahat di kapal. Tetapi, saat rekannya terbangun sekitar pukul 05.30 WIB, korban sudah tidak berada di atas kapal. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan oleh adik iparnya, Ari, dalam kondisi terapung di tengah laut. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kedaburapat untuk mendapatkan perawatan medis. “Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan. Berkat respons cepat tim di lapangan, korban dapat segera dievakuasi dan ditangani secara medis,” jelas Ardath. BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca akhir tahun yang dinilai cukup ekstrem, dengan potensi air pasang tinggi dan angin kencang. Sedang, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, menegaskan agar masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pekerja kempang, senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG. “Berdasarkan analisis BMKG, saat ini hingga beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi dinamika cuaca ekstrem, air pasang tinggi, dan angin kencang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. Ia meminta masyarakat tidak ragu menghubungi BPBD Kepulauan Meranti apabila menghadapi kendala atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Kami siap 24 jam setiap hari melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang telah dibentuk untuk mengantisipasi kejadian bencana, baik di laut maupun di darat,” tambah Khardafi.
Proyek NPEA Seksi II: PTPP Hadirkan Infrastruktur Logistik Modern dan Penguatan Komunitas Nelayan
Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui proyek Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II. Infrastruktur ini akan menjadi jalur khusus (dedicated access) yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kalibaru dengan jaringan logistik nasional yang lebih efisien. Sejalan dengan pelaksanaan proyek, PTPP bersama PT Pelindo dan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) turut menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat nelayan Kalibaru dan warga RW 04 Cilincing. Program TJSL berlangsung pada 11 hingga 14 November 2025 lalu melibatkan Koperasi dan KUB Nelayan Kalibaru. Bantuan yang diberikan meliputi alat tangkap ikan dan mesin kapal berdasarkan aspirasi nelayan, serta dukungan sarana sosial berupa material peremajaan mushola RT014, kursi, CCTV, dan sound system bagi kebutuhan RW. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi PTPP dalam mendukung pilar No Poverty dan Partnership for the Goals dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa NPEA Seksi II memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. “Infrastruktur ini hadir sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas truk di kawasan Priok sekaligus memperkuat layanan operasional Pelabuhan Kalibaru. PTPP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang aman, modern, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Joko. Proyek sepanjang 3,8 kilometer ini menggunakan berbagai metode konstruksi unggulan, termasuk: • Pemancangan laut menggunakan Piling Crane, Barge, dan LCT • Pemasangan Concrete Box Balance Cantilever dengan sistem traveller • Lifting jembatan baja bentang 70 meter × 2 di area laut menggunakan Strand Jack • Instalasi Concrete I Girder dengan crane dan launcher Keberagaman struktur menjadi salah satu kekuatan proyek ini, karena hampir seluruh tipe jembatan modern diterapkan, mulai dari SOP, Concrete I Girder, Concrete Box Girder, Steel I Girder, hingga Steel Box Girder. Hel ini menjadikan NPEA Seksi II sebagai salah satu jaringan infrastruktur dengan kompleksitas teknik tertinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Project Manager NPEA Seksi II, Ikhsan Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tingkat kompleksitas proyek bukan hanya berasal dari aspek teknis, tetapi juga dari kondisi lapangan. “Desain harus memenuhi rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, kondisi tanah sangat beragam, dan lokasi kerja berada di area aktif nelayan serta kawasan berikat. Semua itu menuntut perencanaan dan eksekusi yang sangat cermat,” jelasnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, PTPP menerapkan pendekatan rekayasa yang komprehensif, mulai dari keterlibatan tenaga ahli dan tim desain on site, evaluasi ketat terhadap subkontraktor, hingga serangkaian sosialisasi dan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan komunitas nelayan. Penyelidikan tanah dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi risiko geoteknik, sementara manajemen suplai material (beton, baja, CSP, girder dan komponen pabrikan lainnya) dijalankan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kelancaran logistik di lapangan. Dengan skema design & build selama 20 bulan, proyek dijalankan melalui sistem perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan berkala untuk memastikan keselamatan, ketepatan waktu, serta kualitas konstruksi. Pembangunan NPEA Seksi II juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat konektivitas logistik nasional, mendorong pemerataan pembangunan yang efisien, serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di kawasan regional. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menambahkan bahwa perpaduan antara pembangunan infrastruktur strategis dan program sosial menjadi nilai keunggulan perusahaan dalam setiap proyeknya. “Kami memastikan bahwa kehadiran proyek NPEA Seksi II tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas yang tinggal dan bekerja di sekitarnya.”
Sat Polairud Polres Asahan Selamatkan Nelayan Terombang-Ambing 7 Hari di Laut
Sat Polairud selamatkan nelayan yang terombang ambing di tengah laut
Pertamina NRE Nyalakan Cahaya Baru Nelayan Cilamaya
Karawang, katakabar.com - Para nelayan kecil di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang sekarang tidak kesulitan lagi dengan gelapnya malam saat mencari ikan di laut. Kapal mereka sudah dilengkapi dengan lampu bertenaga surya yang merupakan bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Program ini diresmikan pada Selasa (4/11) lalu oleh CEO Pertamina NRE John Anis. Peresmian ini turut dihadiri Direktur Utama PT Jawa Satu Power (JSP), Dwi Murray, Camat Cilamaya, Wetan Ade Setiawan, Kepala Desa Muara, Iyos Rosita, Ketua kelompok nelayan Desa Muara, Budiman. Desa Muara adalah salah satu desa yang berlokasi dekat dengan area operasi JSP. Melalui program ini, 46 kapal nelayan kecil di Desa Muara kini menggunakan lampu penerangan bertenaga surya (PLTS) berkapasitas 150 Watt. Selama ini, para nelayan tersebut hanya menggunakan senter sebagai penerangan ketika melaut di malam hari. Pemanfaatan PLTS untuk penerangan ini setara dengan menghemat 1 hingga 2 liter BBM per malam, atau setara dengan lebih dari 20.000 liter BBM per tahun apabila nelayan menggunakan BBM untuk penerangan. Sehingga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 45 ton CO₂ per tahun, setara dengan menanam lebih dari 2.000 pohon baru. Menurut John Anis, CEO Pertamina NRE dalam berbisnis, tujuan utama Pertamina di seluruh lokasi operasi selalu ingin memberikan manfaat. "Semacam 'giving back', Kita tidak mungkin berbisnis sendiri-sendiri, kita tetap membutuhkan dukungan dari lokal, dan dengan harmoni itulah terjadinya sinergi,” ujar John Anis. Pertamina NRE juga memberikan edukasi dan pelatihan perawatan PLTS kepada para nelayan, agar sistem ini dapat digunakan secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis knowledge sharing ini diharapkan membuat masyarakat pesisir semakin mandiri dalam mengelola sumber energi mereka sendiri. Salah satu penerima manfaat, Rudi 45 tahun, mengungkapkan betapa besar perubahan yang ia rasakan. “Alhamdulillah, sekarang kalau berangkat melaut hanya perlu 1 Liter BBM bisa untuk 4 hari karena sudah pakai lampu dari PLTS. Semoga nanti semua nelayan di sini bisa pakai, terutama untuk kapal yang lebih besar agar bisa ditambah lampunya," ucapnya. Bagi Pertamina NRE, kisah para nelayan di Desa Muara adalah cerminan transisi energi yang inklusif dan berkeadilan di mana teknologi bersih tidak hanya dimiliki industri besar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat akar rumput. Kegiatan seremoni Aktivasi yang digelar di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Muara turut dihadiri oleh CEO Jawa Satu Power Dwi Murray, Kepala Desa Muara Iyos Rosita, para penerima manfaat, serta media lokal.
Resnarkoba Polres Bengkalis Tangkap Nelayan dan Sita 56,95 Gram
Bengkalis, katakabar.com - Seorang nelayan Jalan Merambai, RT 01 RW 07 Desa Teluk Masjid, Kecamtan Sungai Apit, Kabupaten Siak, belakangan diketahui bernama AN alias Man 37 tahun terpaksa berurusan dengan Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Bengkalis, gegara nyambi jadi pengedar narkotika jenis sabu. Satresnarkoba Polres Bengkalis tangkap terduga pelaku, AN alias Man, Jumat (7/3) sekitar pukul 05.30 WIB lalu berkat informasi dari masyarakat kepada tim opsnal Satresnarkoba Polres Bengkalis. "Pengungkapan penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan tersangka AN alias Man berkat informasi dari masyarakat," kata Kasatresnarkoba, Iptu Doni Binsar SH MH kepada wartawan lewat siaran persnya, Selasa (11/3) siang.
Kampanye Keselamatan Pelayaran Pembagian Life Jacket, Ini Asa H Asmar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar hadir di acara Kampanye Keselamatan Pelayaran pembagian life jacket bertajuk 'Transportas Maju, Nusantara Baru', di Terminal Pelabuhan, Selatpanjang, Kamis (19/9). Pimpinan Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, Bea Cukai, KSOP, KKP, Pelindo Selatpanjang, Kasat Pol Airud Selatpanjang, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, dan para penumpang, serta lainnya hadir di kegiatan itu.
CS Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, Berbagi Paket Sembako ke Nelayan Sialang Pasung
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti gelar giat cooling system bersama masyarakat dan nelayan di Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti jelang pesta demokrawo Pilkada Serentak tahun 2024, Jumat (6/9) 15:30 WIB sore kemarin. Kegiatan ini dihadiri Kasat Polairud, Iptu Imbang Perdana, Kanit Patroli, Iptu Abdul Roni, Kaurmintu, Aipda Yurnaldi, Kasubnit Binmas, Bripka Alan Kwipomo, Banit Gakkum, Briptu Petra Tarigan.
Hilang di Perairan Tanjung Kedabu, Satu Nelayan Ditemukan Selamat, Satu Lainnya Dalam Pencarian
Tim gabungan berhasil menemukan satu dari dua nelayan yang dinyatakan hilang saat pergi melaut di Perairan Tanjung Kedabu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (21/6).