Jakarta, katakabar.com - Pemerintah RI akan menggunakan program dekarbonisasi salah satu alat untuk melawan kampanye hitam atau black champaign terhadap kelapa sawit.
Salah satu upaya dekarbonisasi yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan limbah cair pabrik sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah PTPN IV, subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
Di penghujung November 2024 lalu, Menteri Lingkungan Hidup merangkap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pagar Merbau PTPN IV Regional II di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
PLTBg itu adalah salah satu dari sekian pembangkit yang dimiliki PTPN IV untuk mendukung program dekarbonisasi.
"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah konkret PTPN IV PalmCo memanfaatkan teknologi terbarukan seperti pengelolaan gas metana PLTBg Pagar Merbau. Ini merupakan wujud komitmen PTPN IV terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab," ujarnya lewat keterangan pers, dilansir dari laman EMG, Senin (2/12.
Terobosan-terobosan dan inovasi mulai dari PLTBg, co-firing, tuturnya, bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF, dan lainnya, menguatkan kami selaku pemerintah untuk mempelajari lebih serius upaya dekarbonisasi.
Seluas 18 juta kebun sawit di Indonesia saat ini menghasilkan POME sekitar 910 ribu ton atau setara 36 juta ton CO2eq. Inilah yang hendak ditekan oleh pemerintah.
“Kalau 36 juta ton CO2eq itu bisa kita tangkap atau capture, maka kita dapat memenuhi janji Indonesia kepada dunia internasional untuk penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK),” bebernya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menyatakan, dari 2020 hingga 2024, PLTBg ini telah menyuplai listrik kepada masyarakat melalui PLN sebesar 16,8 MWh. Tambahan pendapatan yang dihasilkan senilai Rp17,6 miliar serta pengurangan Emisi GRK sebesar 54 ribu ton CO2eq.
“PTPN IV PalmCo akan terus berkomitmen menjadi perusahaan pelopor dalam keberlanjutan di sektor perkebunan. Kami berharap langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan, masyarakat, serta perekonomian Indonesia,” jelasnya.
PLTBg Pagar Merbau menjadi satu di antara sejumlah proyek unggulan PTPN IV PalmCo dalam mendukung upaya dekarbonisasi. PLTBg ini memanfaatkan biogas yang berasal dari POME untuk menghasilkan energi listrik terbarukan.
Melalui fasilitas ini, perusahaan tidak hanya dapat mengurangi emisi metana yang terbuang ke atmosfer. Tapi menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Di PTPN IV PalmCo, kami melihat bahwa pengelolaan limbah bukan hanya kewajiban. Tapi peluang besar untuk berinovasi dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim,” ulasnya.
Dengan teknologi methane capture, PLTBg Pagar Merbau berhasil menangkap dan mengolah gas metana dari limbah cair sawit yang sebelumnya dilepaskan ke udara.
Gas metana yang terkumpul tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan energi listrik yang selanjutnya disalurkan ke jaringan listrik.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengubah potensi ancaman lingkungan menjadi sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan,” sebutnya.
Selain PLTBg Pagar Merbau, PTPN IV PalmCo juga memiliki 12 unit fasilitas methane capture lainnya. Yakni PLTBg Kwala Sawit, PLTBg Pasir Mandoge, PLTBg Hapesong, PLTBg Sei Mangkei, PLTBg Terantam, PLTBg Tandun, Pabrik SAF, CBG Tinjowan, Biogas Cofiring Sei Rokan, Biogas Cofiring Sei Tapung, Biogas Cofiring Lubuk Dalam, Biogas Cofiring Sei Pagar. Dengan berbagai fasilitas tersebut, PTPN IV PalmCo berpotensi mengurangi emisi sebesar 208 ribu ton CO2eq.
PTPN IV PalmCo berencana mengembangkan fasiltas methane capture hingga kelak berjumlah 30 unit pada 2030 sehingga perusahaan berpotensi mengurangi emisi sebesar 628 ribu ton CO2eq.
Dekarbonisasi Siap Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini