Dekarbonisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Dekarbonisasi

Lewat Bisnis Berkelanjutan, Sucofindo Komit Wujudkan Dekarbonisasi Menuju Net Zero Emission Nasional
Nasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:10 WIB

Lewat Bisnis Berkelanjutan, Sucofindo Komit Wujudkan Dekarbonisasi Menuju Net Zero Emission

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus perkuat perannya dukung agenda dekarbonisasi nasional dan percepatan transisi menuju Net Zero Emission (NZE) melalui praktik bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan kompetensi di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC). Komitmen tersebut mendapatkan pengakuan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV. Di ajang tersebut, PT Sucofindo meraih penghargaan Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 atas kontribusinya dalam mendorong kepatuhan lingkungan dan tata kelola industri berkelanjutan. Direktur Operasi PT Sucofindo, Dani Pramantyo, menegaskan keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis Perusahaan. “Keberlanjutan bukan sekedar komitmen, melainkan telah terimplementasikan dalam program dan layanan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berimbang,” ujar Dani. Implementasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dengan DLHKP Kebumen dalam pembangunan fasilitas dan optimalisasi biogas di Kabupaten Kebumen. Program ini memanfaatkan gas metana dari timbulan sampah di TPA untuk diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga, sekaligus mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. Menurut Dani, inisiatif tersebut juga selaras dengan peran Sucofindo sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sehingga kontribusi perusahaan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi karbon nasional. Selain itu, PT Sucofindo Bersama dengan Bendesa Adat Manukaya Let Gianyar dan Yayasan Akshara Linia mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pembangunan TPS 3R serta Green House dan Ecofarm. Progam ini dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dapat dicapai melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara bersama-sama,” jelasnya. Penghargaan Indonesia Top Achievement of the Year pada kategori Environmental and Industrial Compliance Excellence Award 2026 yang diraih oleh PT Sucofindo, Dani Pramantyo menyebutkan menjadi motivasi bagi Sucifindo untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi Indonesia dan juga global. “Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan hijau dan solusi berbasis ESG, program aksi hijau, maupun layanan green generation lainnya guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia,” tandasnya. Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) PT Sucofindo siap mendukung optimalisasi program CSR bagi pelaku usaha melalui layanan seperti social mapping, konsultansi ISO 26000, penyusunan Sustainability Report, pengukuran Community Satisfaction Index (CSI), serta evaluasi dampak program CSR dengan metode Social Return On Investment (SROI). Pendekatan ini memastikan program CSR lebih terukur, strategis, dan selaras dengan agenda Pembangunan berkelanjutan nasional.

ASUENE Dorong Program International Landing Pad Percepat Dekarbonisasi di Asia Tenggara Tekno
Tekno
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:30 WIB

ASUENE Dorong Program International Landing Pad Percepat Dekarbonisasi di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - ASUENE Inc., melalui anak perusahaannya ASUENE APAC Pte. Ltd., resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari salah satu konglomerasi besar Indonesia, Sinar Mas Land, dorong ekspansi dan mempercepat inisiatif dekarbonisasi di Indonesia, serta kawasan Asia Pasifik (APAC). Lewat kemitraan ini, ASUENE akan memanfaatkan jaringan dukungan startup LLV melalui International Landing Pad Program untuk memperkuat kehadiran serta pengembangan bisnisnya di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik (APAC). ASUENE memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan carbon accounting dan platform manajemen rantai pasok berbasis cloud terkemuka di Asia. Layanan unggulannya, ASUENE dan ASUENE SUPPLY CHAIN, tercatat memiliki jumlah instalasi tertinggi di Jepang. Sejak pembukaan kantor regional di Singapura pada 2022, ASUENE terus memperluas jangkauan, dan pengaruhnya di seluruh Asia Pasifik. MoU ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan ASUENE dalam program akselerator oleh PETRONAS, yang menegaskan kualitas teknologi dan kesiapan ASUENE untuk mendukung transisi energi di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sendiri menargetkan netral karbon pada tahun 2060, tetapi masih menghadapi tantangan ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara dan gas. Dalam konteks tersebut, Living Lab Ventures (LLV), bagian dari konglomerasi besar Indonesia, Sinar Mas Land, memainkan peran penting dalam mendorong inovasi melalui jaringan dukungan startup yang luas, International Landing Pad Program. Melalui penandatanganan MoU ini, ASUENE bertujuan untuk semakin mempercepat upaya dekarbonisasi di kawasan Asia Pasifik (APAC). Melalui kemitraan ini, ASUENE dan LLV akan memperkuat kolaborasi lintas industri untuk mempercepat adopsi teknologi rendah karbon serta mendukung target dekarbonisasi Indonesia dan Asia Pasifik. Tentang International Landing Pad Program oleh LLV International Landing Pad Program merupakan program dukungan dari LLV yang dirancang untuk membantu startup masuk dan berkembang di pasar Indonesia. Dengan memanfaatkan BSD City sebagai lokasi uji coba nyata, salah satu kawasan pengembangan perkotaan terbesar di Indonesia, program ini memberikan dukungan mulai dari eksplorasi peluang bisnis, penghubung dengan calon mitra, hingga insight pasar dan akses ruang kerja. Melalui ekosistem inovasi LLV, perusahaan dapat menjalankan proyek percontohan, membangun kolaborasi, dan mempercepat ekspansi di kawasan Asia Tenggara. Tentang Living Lab Ventures Living Lab Ventures (LLV) adalah organisasi pendukung startup yang beroperasi sebagai corporate venture capital dari Sinar Mas Land, perusahaan pengembang properti di bawah konglomerat Sinar Mas Group. Dengan memanfaatkan BSD City, salah satu pengembangan kota terpadu terbesar di Indonesia, sebagai area uji inovasi, LLV menyediakan dukungan menyeluruh bagi perusahaan domestik dan internasional, termasuk akses pasar, business matching, serta fasilitas untuk proyek percontohan dan pengujian inovasi. Profil Perusahaan ASUENE ASUENE Inc. adalah perusahaan Climate Tech terkemuka di Jepang dengan misi "Mengubah dunia untuk generasi berikutnya". ASUENE menyediakan platform akuntansi karbon untuk membantu perusahaan mengukur, melaporkan, dan menurunkan emisi karbon, sekaligus mendukung tercapainya target net zero di masyarakat.

Solusi Berbasis Biomassa dari Thermax Dukung Dekarbonisasi Industri Indonesia Internasional
Internasional
Selasa, 24 Juni 2025 | 16:00 WIB

Solusi Berbasis Biomassa dari Thermax Dukung Dekarbonisasi Industri Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Seiring dengan percepatan transisi energi bersih di Indonesia, PT Thermax International Indonesia atau PT TII, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Thermax Group yang berbasis di India memainkan peran penting melalui solusi pemanas proses dan pembangkit listrik berbasis biomassa yang dirancang khusus untuk mendukung dekarbonisasi industri. Keahlian Thermax yang telah terbukti dalam teknologi energi terbarukan, khususnya pembakaran biomassa, memberikan alternatif andal bagi industri Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dengan memanfaatkan potensi limbah pertanian yang melimpah di Indonesia, seperti serat kelapa sawit, cangkang inti sawit, tandan kosong, sekam padi, serpihan kayu, dan serbuk gergaji. Thermax membantu pelaku industri menurunkan biaya operasional, mengurangi emisi, serta memastikan keamanan energi jangka panjang. Mulai dari boiler/pemanas ukuran kecil untuk aplikasi pemanasan industri hingga boiler berkapasitas besar untuk pembangkit listrik, Thermax menawarkan solusi rekayasa dengan berbagai teknologi pembakaran canggih seperti: • Universal biograte • Reciprocating grate • Travelling grate • Under feed stoker • Fluidised bed • Bubbling bed • Chain grate Setiap konfigurasi dirancang sesuai dengan kebutuhan spesifik tiap industri, menawarkan tingkat otomasi yang bervariasi, efisiensi pembakaran tinggi, serta keandalan operasional. Teknologi lanjutan seperti reciprocating grate dan universal biograte bahkan mampu mengakomodasi variasi musiman bahan bakar biomassa dengan fleksibilitas yang unggul. Dukung Sektor-Sektor Strategis Indonesia Solusi biomassa dari Thermax telah mendukung berbagai sektor industri utama di Indonesia dalam upaya mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi operasional, antara lain:

Sediakan 'ASUENE' Industri Logistik Indonesia Rintis Dekarbonisasi dan Praktik Berkelanjutan Tekno
Tekno
Kamis, 26 Desember 2024 | 19:59 WIB

Sediakan 'ASUENE' Industri Logistik Indonesia Rintis Dekarbonisasi dan Praktik Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Asuene APAC, anak perusahaan Asuene Inc. di luar negeri, telah menjalin kemitraan dengan PT ASLI Satu Indonesia, perusahaan rintisan TI terkemuka di Indonesia, untuk menyediakan "ASUENE", platform penghitungan karbon. Layanan ini memfasilitasi visualisasi, pengurangan, dan pelaporan emisi CO2. Kemitraan ini bertujuan untuk memajukan upaya dekarbonisasi dalam industri logistik dan transportasi Indonesia. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2060. Meski ada tujuan nasional yang ambisius ini, industri logistik saat ini tidak memiliki pedoman khusus untuk keberlanjutan. Padahal ini sangat penting di Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau di mana berbagai metode transportasi darat, feri, laut, dan udara menciptakan jaringan logistik yang sangat kompleks. Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peran penting industri dalam perekonomian Indonesia menggarisbawahi pentingnya inovasi sektor swasta dorong keberlanjutan.

Dekarbonisasi Siap Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Senin, 02 Desember 2024 | 15:17 WIB

Dekarbonisasi Siap Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah RI akan menggunakan program dekarbonisasi salah satu alat untuk melawan kampanye hitam atau black champaign terhadap kelapa sawit. Salah satu upaya dekarbonisasi yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan limbah cair pabrik sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Salah satu yang sudah menerapkannya adalah PTPN IV, subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Di penghujung November 2024 lalu, Menteri Lingkungan Hidup merangkap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pagar Merbau PTPN IV Regional II di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Capai 124 Persen, Realisasi Dekarbonisasi Pertamina Lampaui Target Nusantara
Nusantara
Minggu, 21 Januari 2024 | 22:41 WIB

Capai 124 Persen, Realisasi Dekarbonisasi Pertamina Lampaui Target

Jakarta, katakabar.com - Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG) PT Pertamina (Persero) makin mantap sejalan dengan inovasi dekarbonisasi yang dijalankan perusahaan yang berhasil melampaui target sepanjang 2023. Realisasi reduksi emisi scope 1 & 2 Pertamina tercatat mencapai 124 persen dari target yang ditetapkan. Dekarbonisasi mencapai 1,13 juta ton C02e sedang targetnya sebesar 910 ribu ton C02e. Penurunan emisi atau dekarbonisasi tersebut dicapai sepanjang tahun 2023 yang berasal dari proses operasional di internal Pertamina Group. Tidak hanya itu, penjualan produk biodiesel berbahan baku minyak sawit atau B35 telah berhasil menurunkan emisi sekitar 28 juta ton COE per tahunnya. Capaian ESG 2023 ditandai dengan naiknya peringkat ESG Pertamina, sehingga mendudukkan Pertamina di posisi pertama pada subsektor Minyak dan Gas Terintegrasi dari 61 perusahaan dunia berdasarkan peringkat dari lembaga ESG Rating Sustainalytics. ESG skor Pertamina di akhir 2023 naik menjadi 20,7 (Medium Risk) dari sebelumnya 22,1. Skor Sustainalytics yang lebih rendah ini mencerminkan tingkat risiko yang lebih baik. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, kinerja kinclong ESG Pertamina melalui inovasi dekarbonisasi merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. “Untuk mendukung kinerja ESG, Pertamina menjalankan dua pilar, yakni dekarbonisasi emisi dari aktivitas bisnis dan membangun bisnis hijau yang menghasilkan energi bersih dan ramah lingkungan,” tuturnya lewat siaran pers dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (21/1). Inovasi penting yang dijalankan Pertamina dalam dekarbonisasi, kata Fadjar, implementasi teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) dengan melakukan injeksi perdana C02 di Lapangan Pertamina EP Jatibarang Field, Indramayu, Jawa Barat serta Lapangan Sukowati Bojonegoro, Jawa Timur. Potensi dekarbonisasi tersebar di beberapa lapangan migas lainnya, saat ini tengah dalam tahap studi. “Indonesia memiliki potensi besar dalam CCS/CCUS dan bisa menjadi arah bisnis Pertamina di masa depan,” terangnya. Upaya Dekarbonisasi Pertamina tidak berhenti pada scope 1 & 2 saja, tapi termasuk upaya reduksi emisi pada scope 3 perusahaan yang dijalankan melalui penyaluran B35 di 119 lokasi terminal bahan bakar minyak di seluruh Indonesia. Pertamina mendukung program pemerintah terkait implementasi biodiesel B35. Pelaksanaan tahun 2023 mengacu pada Kepmen ESDM No. 1.K/EK.01/MEM.E/202 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 295.K/EK/01/MEM/E/2022 tentang penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Dalam Kerangka Pembiayaan Oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Untuk mempercepat transisi energi, Pertamina telah mengoperasikan infrastruktur hilir kendaraan listrik berupa stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) atau battery swapping station (BSS) yang terletak di 25 lokasi di Jabodetabek. Pertamina berinisiatif mengenalkan pemanfaatan energi transisi kepada masyarakat melalui inovasi energi bersih berbasis desa pada Program Desa Energi Berdikari (DEB). Di akhir 2023, Pertamina telah mengembangkan sebanyak 85 DEB di seluruh Indonesia hingga akhir Desember 2023, di mana pada DEB ini masyarakat desa dapat menggunakan energi bersih sebagai sumber penggerak aktivitas desanya, sehingga program DEB dapat meningkatkan efisiensi energi, menggerakkan perekonomian desa, dan mengurangi emisi. Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Temasuk Sawit, Kadin Sumut: Hilirisasi dan Dekarbonisasi Dongkrak Ekonomi 2024 Sumut
Sumut
Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:35 WIB

Temasuk Sawit, Kadin Sumut: Hilirisasi dan Dekarbonisasi Dongkrak Ekonomi 2024

Medan, katakabar.com - Hilirisasi dan dekarbonisasi dua hal dapat mendorong progres atau pertumbuhan ekonomi pada 2024 ini. "Hilirisasi ini sangat penting lantaran meningkatkan nilai tambah. Untuk dekarbonisasi, itu peluang bisnis," kata Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, di acara "Sumut Economic Outlook 2024" di Medan, Selasa di pertengahan Januari 2024 lalu, dilansir dari laman ANTARA, pada Sabtu (20/1). Menurutnya, hilirisasi produk perkebunan seperti kelapa sawit, kopi dan karet jadi kebutuhan untuk mendongkrak perekonomian. Tapi, Firsal menggarisbawahi hilirisasi harus berpedoman pada prinsip keberlanjutan. Soal dekarbonisasi, Kadin Sumut mencatat ada lima aspek di dalamnya yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis. Pertama, pengelolaan limbah terintegrasi, misalnya jasa penjemputan limbah terpilah dengan daur ulang yang dijual ke industri. Kedua, menghasilkan kompos dengan lalat tentara hitam atau "black soldier fly" yang dapat mengonsumsi limbah makanan. Ketiga, mengubah limbah organik menjadi biogas yang bisa menjadi sumber panas industri. Keempat, gasifikasi untuk menghasilkan produk seperti gas sintetis, "biochar" atau arang dan "bio-oil" untuk kulit. Kelima, mengembangkan fasilitas "refused derived fuel" (RDF), yang memadatkan limbah organik untuk dibuat sebagai bahan bakar "co-firing" atau pengganti batu bara. Emisi limbah, terang Firsal, diperkirakan meningkat empat hingga lima kali pada 2060 mendatang. Tapi, Ketum Kadin Sumut ini menilai ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk dekarbonisasi sektor limbah. Satu di antaranya, yakni kecenderungan 80 persen limbah padat tercampur dari sumbernya. Terus, rantai nilai pengumpulan limbah daur ulang memakan waktu, kurang efisien. Selanjutnya, 70 hingga 85 persen air limbah domestik dibuang dalam sistem tertutup sehingga menghasilkan gas rumah kaca. Berikutnya, dari total biasanya satu persen air limbah industri yang diolah, sedangkan 99 persennya air limbah yang menjadi emisi limbah industri.