Jakarta, katakabar.com - Desakan terus bergulir bak bola salju agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yakni Board of Peace (BoP).
Menanggapi desakan itu, Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, menyatakan siap mundur dari BoP Gaza manakala lembaga itu tidak membantu cita-cita rakyat Palestina untuk merdeka dari zionis Israel.
Janji keluar dari BoP itu disampaikan Prabowo di hadapan 160 lebih kiai dan ulama dalam acara silaturahmi dan dialog di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam lalu.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, yang mengikuti pertemuan tersebut, menyampaikan niat dan tujuan utama Indonesia bergabung BoP ialah untuk kemerdekaan Palestina. Artinya, jika niat dan tujuan itu tidak terwujud, Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari keanggotaan BoP.
"Soal BoP, beliau (Presiden, red.) bertekad (tujuannya) untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, Beliau siap mundur. Itu yang terbaru dari beliau. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina," terang Cholil Nafis di Jakarta.
"Janjinya (Presiden), kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur. Beliau (Presiden RI, red.) berjanji yang dilakukannya (di BoP) untuk kemerdekaan Palestina, untuk kepentingan Palestina. Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, beliau mundur," sambung Kiai Cholil. Cholil menegaskan tidak ada pembahasan yang mengaitkan antara masa depan BoP dengan serangan sepihak AS-Israel selaku penggagas BoP dan zionis Israel, anggota BoP terhadap Iran.
"BoP spesifik untuk Palestina," ujar Cholil. Sebelumnya, Cholil Nafis meyakini BoP tidak lagi efektif dijadikan alat perjuangan untuk membantu kemerdekaan Palestina. Cholil menilai Indonesia lebih baik membantu memaksimalkan organisasi seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di Hadapan Ratusan Kiai dan Ulama Presiden RI Berjanji Mundur dari BoP Bila Palestina Tidak Merdeka
Diskusi pembaca untuk berita ini