Mataram, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kolaborasi dengan Aspekpir Indonesia gelar workshop UKMK Sawit di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk promosiakan aneka produk UKMK kelapa sawit, di pekan keempat Juli 2024.

Kegiatan dikemas dengan angkat tema “Mengenalkan Produk-produk UKMK Berbasis Kelapa Sawit bagi Kalangan Pelaku Industri Pariwisata” tersebut bertujuan memberikan edukasi tentang aneka produk UKMK kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan bagi pendukung industri pariwisata.

Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi  atau UKMK pada BPDPKS, Helmi Muhansyah menyatakan, produk dari kelapa sawit tidak hanya terfokus pada daerah penghasil. Tapi, produk-produk yang digunakan saat ini banyak yang berbahan dari komoditas kelapa sawit.

“Termasuk di sini di Mataram notabene tidak ada tumbuhan sawit, tapi kehidupan keseharian kita yang tidak terlepas dari kelapa sawit,” ujar Helmi, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Kamis (1/8).

Produk dari kelapa sawit tak hanya minyak goreng, ulas Helmi, melainkan pasta gigi, bio avtur untuk bahan bakar pesawat, creamer, biodiesel dan beberapa produk lainnya.

NTB sebagai daerah wisata pun diakui menjadi sasaran yang tepat untuk bisa kampanyekan produk-produk dari sawit. Promosi produk dari sawit ini disebut bisa lebih maksimal melihat tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke NTB.

“Kalau kita bicara sawit, kita tidak hanya bicara daerah penghasil sawit seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan tapi seluruh Indonesia. Karena semua masyarakat kita menggunakan sawit,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengakui potensi UKMK berbasis kelapa sawit termasuk hal yang baru sehingga melalui workshop tersebut, Nelly berharap ada peluang kerja sama antara Aspekpir Indonesia dengan pelaku UKMK lokal di Provinsi NTB.

Menurut Nelly, Dinas Perdagangan atau  Disdag Provinsi NTB terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di NTB, mulai dari sisi kualitas dan kuantitas hingga pemasaran produk yang dihasilkan.

Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan menimpali, Aspekpir Indonesia sebagai salah satu Asosiasi petani kelapa sawit terbesar di Indonesia bersama mitranya memiliki beragam produk UKMK berbasis kelapa sawit yang cocok dikolaborasikan dengan industri pariwisata.

Produk-produk tersebut, meliputi aneka produk kerajinan lidi sawit, gula sawit, batik sawit, pupuk organik, pakan ternak, aneka produk pangan hingga produk kecantikan.

“Aspekpir itu para petani, jarang memperluas knowlage di hilir, tapi sekarang Aspekpir lebih membuka diri,” ucapnya.

Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014 itu menuturkan, Aspekpir Indonesia saat ini lebih membuka diri dengan melihat peluang di sektor hilir.

"Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir Indonesia sangat penting untuk meningkatkan knowlagde petani sawit," sahutnya.

Jika kampanye kelapa sawit, dan berbagai produk turunannya sangat penting dilakukan hingga ke daerah-daerah non penghasil sawit, bebernya, termasuk di Nusa Tenggara Barat.
Hal ini untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat sawit dan turunannya.

Saat ini, lanjutnya, Aspekpir Indonesia sedang siapkan nota kesepahaman dengan beberapa pelaku industri pariwisata di Lombok, seperti perhotelan, dan restoran tentang pemanfaatan produk UKMK berbasis kelapa sawit anggota maupun mitra Aspekpir.