Indragiri Hulu, katakabar.com - Dikawal Pemuda Pancasila Kabupaten Indragiri Hulu, masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani atau Poktan Talang Permai berhasil pukul mundur pekerja PT Bukit Betabuh Sei Indah atau BBSI sedang melakukan penanaman eukaliptus di lahan masyarakat kawasan Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Rabu (8/1).
Menurut Ketua MPC PP Kabupaten Indragiri Hulu, Taupik yang turun ke lokasi mengatakan, pengusiran pekerja perusahaan di bidang perkayuan tersebut oleh anggota Poktan Talang Permai dipicu lantaran pengrusakan tanaman, dan penanaman eukaliptus di atas lahan masyarakat.
"Pengusiran pekerja PT BBSI dari lahan dipicu terjadinya pengrusakan tanaman kelapa sawit masyarakat, dan penanaman eukaliptus oleh perusahaan di lahan milik masyarakat," ujar Taupik kepada katakabar.com, Rabu sore.
Kita turun ke lapangan bersama Ketua PAC PP dan Anggota sebanyak 50 orang sekitar pukul 14.00 WIB, kata Taupik, melihat langsung keadaan di lapangan.
"Sedih dan terharu melihat tanaman kelapa sawit anggota kelompok tani yang hancur porak-poranda yang dilakukan pihak PT BBSI. Di mana pihak perusahaan belum kantongi SK defenitif dan SK tata batas yang sah. Ini perbuatan melawan hukum," tegasnya.

Dijelaskan Ketua MPC PP Indragiri Hulu ini, kelompok tani Talang Permai sudah memberikan kuasa kepada MPC PP. Lantaran sudah menerima kuasa dari Poktan Talang Permai, Ketua MPC bakal melayangkan somasi kepada pihak PT BBSI agar menghentikan aktivitas di lapangan sebelum pihak perusahaan memberikan SK defenitif dan menetapkan tapal batas.
"Para anggota Pemuda Pancasila sudah siap membela masyarakat hingga titik darah penghabisan, bila hak-hak masyarakat diganggu terutama anggota kelompok tani Talang Permai," terangnya.
Di ketahui, pihak DPRD Kabupaten Indragiri Hulu bakal turun ke lapangan tinjau situasi dan kondisi sebenarnya, Kamis (9/1).
Selain itu, DPRD Indargiri Hulu bakal menanyakan izin dan perizinan PT BBSI secara langsung.
Dikawal PP Poktan Talang Permai Pukul Mundur Pekerja PT BBSI dari Lahan Masyarkat
Diskusi pembaca untuk berita ini