Aceh Singkir, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Aceh Singkil, Junaidi menyatakan ada beberapa penyebab produksi kelapa sawit petani masih rendah.
Menurut Junaidi, faktor utamanya adalah bibit yang ditanam masih sembarangan. "Ini jadi perhatian dan upaya bersama, bagaimana hasil produksi sawit petani bisa seimbang dengan perusahaan," jelasnya, dilansir dari laman serambinews.com, Jumat (10/10).
Diketahui petani sering mengambil bibit kelapa sawit yang tumbuh liar dekat kebun kelapa sawit perusahaan untuk ditanam di kebunnya. Ada pula yang mencari biji kelapa sawit sendiri untuk dijadikan kecambah lalu ditanam.
"Memang awalnya produksi bagus, tapi selama 25 tahun ke depan hasilnya tidak produktif," sebutnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ujar Junaidi, bukan pekerjaan ringan. Tetapi perlu kerja sama semua pihak. Dinas Perkebunan Aceh Singkil telah berupaya untuk menyediakan bibit kelapa sawit unggul.
"Dengan membuat program pembibitan sawit. Setelah 12 bulan bibit sawit tersebut dibagikan kepada petani. Langkah lain dalam mengatasi persoalan bibit melalui program replanting," ucapnya.
Program replanting, tutur Juanidi, proses penggantian tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi dengan bibit tanaman baru yang lebih unggul.
Sisi lain, Junaidi menyampaikan apresiasi bila di daerahnya hadir investor pabrik pupuk organik hayati. Selain masalah bibit, petani dihadapkan persoalan tanah mulai tak produktif disebabkan penggunaan pupuk kimia.
"Sejauh ini pihak Dinas Perkebunan menggencarkan sosialisasi penggunaan pupuk organik. Hasilnya cukup bagus dalam memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi sawit," terangnya.
"Kalau ada investor bangun pupuk organik kami menyambut baik," imbuh Junaidi saat menghadiri sosialisasi penggunaan pupul organik oleh PT Bio Konversi Indonesia terhadap mitra PT RKMA di Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.
Sedang, pihak PT Bio Konversi Indonesia, menyatakan komitmennya membangun pabrik pupuk organik bekerja sama dengan PT RKMA.
PT RKMA perusahaan pabrik kelapa sawit milik putra putri Aceh Singkil yang berlokasi di Kecamatan Simpang Kanan.
Dari informasi resmi menyebutkan produksi kelapa sawit petani Aceh Singkil, masih rendah. Bahkan kalah jauh bila dibandingkan dengan produksi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil.
Di mana produksi kelapa sawit petani Aceh Singkil, hanya dikisaran 1,5 ton per hektare per bulan. Sementara milik perusahaan di atas 2 ton per hektare per bulan.
Disbun Aceh Singkil Beberkan Alasan Produksi Kelapa Sawit Petani Rendah
Diskusi pembaca untuk berita ini