Aceh Singkil

Sorotan terbaru dari Tag # Aceh Singkil

Disbun Aceh Singkil Beberkan Alasan Produksi Kelapa Sawit Petani Rendah Sawit
Sawit
Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:00 WIB

Disbun Aceh Singkil Beberkan Alasan Produksi Kelapa Sawit Petani Rendah

Aceh Singkir, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Aceh Singkil, Junaidi menyatakan ada beberapa penyebab produksi kelapa sawit petani masih rendah. Menurut Junaidi, faktor utamanya adalah bibit yang ditanam masih sembarangan. "Ini jadi perhatian dan upaya bersama, bagaimana hasil produksi sawit petani bisa seimbang dengan perusahaan," jelasnya, dilansir dari laman serambinews.com, Jumat (10/10). Diketahui petani sering mengambil bibit kelapa sawit yang tumbuh liar dekat kebun kelapa sawit perusahaan untuk ditanam di kebunnya. Ada pula yang mencari biji kelapa sawit sendiri untuk dijadikan kecambah lalu ditanam. "Memang awalnya produksi bagus, tapi selama 25 tahun ke depan hasilnya tidak produktif," sebutnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ujar Junaidi, bukan pekerjaan ringan. Tetapi perlu kerja sama semua pihak. Dinas Perkebunan Aceh Singkil telah berupaya untuk menyediakan bibit kelapa sawit unggul. "Dengan membuat program pembibitan sawit. Setelah 12 bulan bibit sawit tersebut dibagikan kepada petani. Langkah lain dalam mengatasi persoalan bibit melalui program replanting," ucapnya. Program replanting, tutur Juanidi, proses penggantian tanaman yang sudah tua dan tidak produktif lagi dengan bibit tanaman baru yang lebih unggul. Sisi lain, Junaidi menyampaikan apresiasi bila di daerahnya hadir investor pabrik pupuk organik hayati. Selain masalah bibit, petani dihadapkan persoalan tanah mulai tak produktif disebabkan penggunaan pupuk kimia. "Sejauh ini pihak Dinas Perkebunan menggencarkan sosialisasi penggunaan pupuk organik. Hasilnya cukup bagus dalam memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi sawit," terangnya. "Kalau ada investor bangun pupuk organik kami menyambut baik," imbuh Junaidi saat menghadiri sosialisasi penggunaan pupul organik oleh PT Bio Konversi Indonesia terhadap mitra PT RKMA di Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Sedang, pihak PT Bio Konversi Indonesia, menyatakan komitmennya membangun pabrik pupuk organik bekerja sama dengan PT RKMA. PT RKMA perusahaan pabrik kelapa sawit milik putra putri Aceh Singkil yang berlokasi di Kecamatan Simpang Kanan. Dari informasi resmi menyebutkan produksi kelapa sawit petani Aceh Singkil, masih rendah. Bahkan kalah jauh bila dibandingkan dengan produksi perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil.

Tunjukkan Keseriusan! Bupati Aceh Singkil 'Warning' Perusahaan Sawit Bangun Kebun Plasma Sawit
Sawit
Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:38 WIB

Tunjukkan Keseriusan! Bupati Aceh Singkil 'Warning' Perusahaan Sawit Bangun Kebun Plasma

Aceh Singkil, katakabar.com - Bupati Aceh Singkil, Safriadi menekankan semua perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerahnya tunjukan keseriusan melaksanakan kewajibannya membangun kebun masyarakat atau kebun plasma. Kalau pembangunan kebun masyarakat atau plasma direalisasikan, ujar Safriadi, selain dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga mencegah terjadi konflik agraria yang terjadi di daerahnya. "Tunjukkan keseriusan kalian (perusahaan) membangun plasma agar jangan ribut lagi," tegas Safriadi di hadapan lima perusahaan perkebunan kelapa sawit, dilansir dari laman serambinews.com, Kamis (9/10. Diketahui, Bupati Aceh Singkil memanggil lima perusahaan perkebunan kelapa sawit pemegang Hak Guna Usaha (HGU) yang beroperasi ke Oproom Setdakab setempat di Pulo Sarok, Singkil, Rabu (8/10) kemarin. Perusahaan kelapa sawit itu, meliputi PT Socfindo, PT Nafasindo, PT Perkebunan Lembah Bakti, PT Delima Makmur, dan PT Runding Putra Persada. Pertemuan dilakukan untuk sosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar. Di pertemuan itu, Safriadi memberikan warning (peringatan) kepada perusahaan sawit pemegang HGU agar segera realisasikan program plasma atau pembangunan kebun masyarakat sekitar sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021. "Kalau ada kewajiban membangun plasma segera laksanakan," terang Safriadi. Di sisi lain, terkait kebijakan hanya memanggil lima perusahaan kelapa sawit yang sempat mendapat kritik, Bupati memberikan jawaban lugas. Kritikan itu sendiri mencuat mengingat di kabupaten itu terdapat belasan perusahaan pemegang HGU perkebunan sawit. Menurut Safriadi, kenapa hanya lima perusahaan tersebut dipanggil karena mereka merupakan pemegang HGU terbesar di Kabupaten Aceh Singkil. Jika lima perusahaan melaksanakan kebun plasma, ia yakin, perusahaan kecil akan mengikutinya. "Kegiatan sosialisasi ini hanya memanggil 5 perusahaan HGU terbesar dengan asumsi perusahaan kecil lainnya akan mengikuti komitmen yang sama, yaitu memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat," ucapnya. Dari data mnyebutkan di Kabupaten Aceh Singkil, setidaknya ada 14 perusahaan kelapa sawit pemegang HGU. Dengan total luas HGU mencapai 44.483,12 hektare. Ini Rinciannya: 1. PT Perkebunan Lembah Bhakti 6.564,63 Ha 2. PT Delima Makmur 14.749,47 Ha 3. PT Global Sawit Semesta 1.861,40 Ha 4. PT Sinai Telaga Zam-zam 100,05 Ha 5. PT Runding Putra Persada 1.828,42 Ha 6. PT Jaya Bahni Utama 312,29 Ha 7. PT Dalanta Anugrah Persada 2.656 Ha 8. CV Al Kausar 97 Ha 9. PT Agro Sarana Mandiri 170 Ha 10. PT Prima Lasima Bersaudara 179,70 Ha 11. PT Sehat Lasima Bersaudara 71,60 Ha 12. PT Dian Rizpoda 200 Ha 13. PT Socfindo 4.414,23 Ha 14. PT Nafasindo 11.278,33 Ha. Bupati Aceh Singkil, Safriadi menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh mengawal implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar.

Pemdes Lapahan Buaya Bagikan Ribuan Bibit Sawit Gratis ke 100 Kepala Keluarga Sawit
Sawit
Jumat, 27 Desember 2024 | 09:02 WIB

Pemdes Lapahan Buaya Bagikan Ribuan Bibit Sawit Gratis ke 100 Kepala Keluarga

Singkil, katakabar.com - Pemerintah Desa atau Pemdes Lapahan Buaya, Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, bagikan 1.800 bibit kelapa sawit siap tanam kepada 100 Kepala Keluarga atau KK. Pengadaan bibit kelapa sawit anggarannya dari tambahan insentif Dana Desa Tahun 2024. Bibit kelapa sawit yang dibagikan usulan yang sudah di sepakati sebelumnya melalui Musrenbang Desa Lapahan Buaya. "Alhamdulillah, bibit kelapa sawit sudah kita bagikan kepada penerima sesuai dengan usulan yang disepakati. Masing-masing KK menerima bibit kelapa sawit dengan jumlah 18 batang," ujar Kepala Desa Lapahan Buaya, Tajudin, lewat keterangannya, dilansir dari laman EMG, Jumat (27/12).

Ditunjuk Jadi Narsum dan Fasilitator, PT PLB Contoh Perkebunan Sawit Pengelolaan Bagus Sawit
Sawit
Jumat, 06 September 2024 | 16:21 WIB

Ditunjuk Jadi Narsum dan Fasilitator, PT PLB Contoh Perkebunan Sawit Pengelolaan Bagus

Aceh Singkil, katakabar.com - PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) perusaahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit terpilih, sekaligus ditunjuk jadi fasilitator, dan narasumber di kegiatan bimbingan teknis, angkat tema, 'Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit yang Baik dan Benar yang digelar di Dinas Perkebunan Aceh Singkil. Tidak sembarangan penunjukan tersebut, PT PLB dipercaya menjadi kebun memfasilitasi praktek lapangan perhitungan potensi perkebunan lantaran dinilai pengelolaan kebun kelapa sawit bagus.

Akses Jalan ke Dua Kecamatan Sentra Sawit Rusak Parah di Aceh Singkil Sawit
Sawit
Kamis, 28 Desember 2023 | 16:52 WIB

Akses Jalan ke Dua Kecamatan Sentra Sawit Rusak Parah di Aceh Singkil

Singkil, katakabar.com - Akses jalan ke dua kecamatan, yakni Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil rusak parah. Sementara dua kecamatan itu sentra penghasil kelapa sawit rakyat. Bisa dibayangkan, para petani swadaya mengeluarkan hasil panen kebun kelapa sawit keluar untuk dipasarkan. Di Singkohor khususnya, terdapat dua pabrik pengolahan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Harusnya didukung fasilitas jalan yang baik, agar mobil pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit rakyat dan tangki pengangkut CPO tidak terjebak dalam kubangan jalan berlumpur saat musim penghujan. Dilansir dari laman serambinews.com, pada Kamis (28/12), tidak hanya truk pengangkut kelapa sawit tak bisa melintas di musim penghujan. Tapi kendaraan warga turut terjebak saat truk-truk besar perusahaan kelapa sawit tak bisa melintasi kubangan lumpur. Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Azmi, MAP mengakui jika kondisi jalan dari arah Gunung Meriah ke Singkohor dan Kota Baharu, sangat memprihatinkan. Mengenai kondisi itu, Azmi menyatakan, pihaknya telah berusaha mengusulkan pembangunannya kepada Pemerintah Pusat (Pempus). "Usulan pembangunan mendapat respon. Pada tahun 2024 nanti dianggarkan senilai Rp58 miliar," jelasnya. Kata Azmi lagi, sudah dianggarkan tahun depan Rp58 miliar. Mari kita berdoa mudah-mudahan tidak berubah dari Pemerintah Pusat (Pempus).