Sungai Liat, katakabar com - Dinas Pangan dan Pertanian atau Dinpanpertan Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, gelar uji publik sebagai lanjutan tahapan penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RAD KSB Kabupaten Bangka tahun 2024-2029.

Penyusunan RAD KSB ini salah satu bentuk implementasi Dana Bagi Hasil atau DBH Sawit tahun 2024 dari pemerintah pusat sekaligus menjadi syarat untuk pengalokasian DBH Sawit tahun depan. Di mana pada 2023 dan 2024 ini Kabupaten Bangka menerima alokasi DBH Sawit total Rp20 miliar.

Rapat penyusunan RAD KSB ini dibuka Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka, H Muhtar, didampingi Kepala Dinpanpertan Bangka, Syarli Nopriansyah, dan konsultan dari LPP Agro Nusantara.

Kegiatan dihadiri sejumlah OPD terkait, para camat, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Babel, Dinas LHK Provinsi Kepulauan Babel, perwakilan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bangka, perbankan, organisasi asosiasi petani kelapa sawit, kelompok tani dan undangan lainnya.

Saat membuka forum konsultasi publik, Muhtar mengatakan, penyusunan RAD KSB diharapkan bisa meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berlanjutan di Kabupaten Bangka.

“Kegiatan ini butuh masukan dan saran dari berbagai pihak, sehingga dokumen RAD KSB yang disusun lebih sempurna,” katanya melalui keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Selasa (3/12).

RAD-KSB ini nantinya, ujar Muhtar, menjadi pedoman pemangku kepentingan perkebunan kelapa sawit untuk meningkatkan integrasi, koordinasi, dan komunikasi dalam mencapai tujuan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Bangka.

Sedang Sharli Novriansyah menimpali, penyusunan RAD KSB sudah melalui berbagai tahapan dan telah memasuki tahap akhir sebelum draf Peraturan Bupati atau Perbup dibawa ke tingkat provinsi hingga Kanwil Kemenkumham Babel.

“Di tahapan konsultasi publik, draf awal yang sudah disusun dibahas bersama dan kami butuh saran serta masukan karena rencana aksi ini berlakunya cukup lama dan sulit diubah. Untuk itu, kami butuh peran serta dari semua yang hadir,” jelasnya.

Ia berharap tahapan penyusunan RAD-KSB bisa segera mencapai final dan segera bisa dibawa ke tahap selanjutnya.

“Waktunya tinggal beberapa hari lagi dan mudah-mudahan kita bisa selesai tepat waktu, DBH sawit 2025-2029 sudah memiliki rambu-rambu yang jelas dan semoga dana yang dikucurkan semakin baik ke depan,” harapnya.