Dumai, katakabar.com - Kepolisian Resor Kota Dumai gelar Focus Group Discusion (FGD), temanya "Pencegahan dan Penanggulangan Paham Radikalisme dan Terorisme" di wilayah kota Dumai, di Gedung Citra Waspada Mapolres Dumai Jalan Sudirman, Kota Dumai, pada Kamis (2/9) kemarin.

Tim Divhumas Polri dipimpin Kabag Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divhumas, KBP Bagas Uji Nugroho, Kabid Humas, KBP Sunarto, Wakapolres Kota Dumai, KP Sany, Ketua NU Kota Dumai, KH. Anshori, Ketua Muhammadiyah Kota Dumai, Syawir Kasim turut hadir, Ketua Persatuan Muballigh Dumai (PMD) Kota Dumai, H. Salamudin.

Terus, Ketua HIMNI Kota Dumai, Fatizato Harefa, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Jawa Sumatera (IKJS) Kota Dumai, H Sugiman, Sekjen LAMR Kota Dumai, Jailani, Perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Dumai, Abdul Rahim, Perwakilan IKMBD, Erwin Siahaan, Perwakilan IBKGD, Luhut Harianja, Perwakilan FKUB Kota Dumai, Zulkifli Hasibuan, KNPI Kota Dumai, Bahtra, serta mantan Napiter A’an Sentosa dan Rangga Respati, turut pula hadir.

Kabag Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divhumas, KBP Bagas Uji Nugroho mengatakan, terima kasihnya kepada undangan yang hadir. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pantauan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Dumai.

“Persoalan teroris tidak cuma tugas dari Kepolisian, tapi tanggung jawab kita bersama, seperti pemerintah dan seluruh warga untuk mendengar dan mencari informasi,” ujar KBP Bagas dalam sambutannya.

Keluarga kata KBP Bagas, agar mengawasi putra putri dalam menggunakan sosial media, biar tidak ikut sebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya (Hoaks). Teroris tidak memandang agama, teroris melakukan aktivitasnya untuk kepentingan kelompok bertujuan sebabkan teror.

“Forum ini penting diikuti guna menambah pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme,” serunya.

Virus radikalisme berwujud dalam bentuk mindset dan pola pikir, dan orang yang terpengaruh paham radikal merasa tidak bersalah dan berpaham yang diamalkan tersebut adalah yang paling benar dan tidak menerima masukan dari orang lain baik dari ajaran agama dan pemikiran.

“Ada dua pilar dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yakni pencegahan dan kemitraan. Aspek ini bisa dilakukan siapapun tidak mesti BNPT dan Polri, tapi membutuhkan kolaborasi di dalam menjaga keutuhan NKRI. TNI Polri tidak bisa mempertahankan NKRI tanpa kolaborasi antara seluruh elemen bangsa,” ulas Makmun Radyid menjabarkan.

Mantan Narapidana (Napiter), Aan Sentosa mengingatkan dan mengajak masyarakat Dumai agar tidak bergabung dengan Teroris.

“Saya mengingatkan agar jangan sampai kita terpengaruh terorisme, mari kita jaga keutuhan NKRI, paham radikal dan teroris dapat merusak kehidupan dan keutuhan Bangsa kita ini,” ajaknya.

Napiter lainnya, Rangga umur 27 tahun menegaskan, teroris bukan Islam dan Islam bukan Teroris.

“Saya tegaskan teroris bukan Islam, dan Islam bukan teroris, mari bersama memerangi terorisme dan paham radikal yang dapat merusak kehidupan dan keutuhan Bangsa kita ini,” imbaunya.

Sekedar diketahui selepas gelar FGD, KBP Bagas melepas pemberangkatan bantuan sosial 200 paket sembako bagi masyarakat Kota Dumai yang terdampak Covid 19.