Pinggir, katakabar.com - Fee bagi hasil tanaman kehidupan yang digelontorkan PT Arara Abadi dinilai jadi pemicu dan bikin kisruh dan gaduh masyarakat sakai Bathin Beringin, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.
Kisruh tersebut terjadi setelah beberapa orang masyarakat sakai Bathin Beringin mempertanyakan fee bagi hasil tanaman kehidupan yang digelontorkan anak perusahaan Sinarmas tersebut diduga diterima dan dinikmati beberapa orang masyarakat.
"Saya sangat sayangkan lemahnya manajemen PT Arara Abadi saat penyerahan fee bagi hasil tanaman kehidupan kepada masyarakat sakai bathin Beringin. Saat penyerahan fee atau pembayaran dinilai tanpa mengetahui siapa penerima, sehingg menimbulkan persoalan dan kisruh sesama warga sakai bathin Beringin," kata anak dari almarhum Rasidin termasuk keluarga dari bhatin Beringin, Prammadi kepada wartawan.
Saya sekeluarga ujar Prammadi, termasuk masyarakat sakai bhatin Beringin tidak menerima fee bagi hasil tanaman kehidupan yang dibayarkan PT Arara Abadi. Itu tadi, disebabkan lemahnya managemen perusahaan membuat kisruh di tengah masyarakat sakai bathin Beringin.
"Saya minta kepada pimpinan PT Arara Abadi di Perawang audit penyerahan Fee bagi hasil tanaman kehidupan kepada warga sakai bhatin Beringin," tegasnya.
Panglimo Debalang Sakai, Safrin mengatakan, saya sayangkan timbulnya persoalan baru disebabkan pembagian fee bagi hasil tanaman kehidupan yang gelontorkan PT Arara Abadi dinilai memecah belah keluarga sakai Bhatin Beringin.
"Perusahaan mestinya selesaikan dulu tuntutan masyarakat sakai yang sebenarnya, yakni lahan, baru bagi hasil direalisasikan," jelasnya.
Fee Sudah Diserahkan
Salah seorang dari pihak PT Arara Abadi, Sutris saat dimintai keterangannya oleh wartawan bye telepon genggam mengenai fee bagi hasil tanaman kehidupan itu, pada Selasa (28/9) kemarin menjelaskan, kita sudah serahkan fee bagi hasil tanaman kehidupan kepada Bhatin.
"Bhatin Beringin Sakai itu ada 2 sekarang, yakni Uka Sopian dan Ridwan, masing-masing menerima sebesar Rp146 juta. Masalah adanya warga Sakai tidak mendapat itu bukan kewenangan kami.
Apakah sudah menerima bukti nama-nama masyarakat sakai Bathin Beringin yang menerima? Belum jelas Sutris.
Salah satu Bathin Beringin, Uka Sopian saat dikonfirmasi wartawan tentang fee bagi hasil membeberkan, uang bagi hasil sudah saya serahkan kepada masyarakat penerima.
Ado sekitar seatus tigo puluh (seratus tiga puluh) Kepala Keluarga (KK) yang olah ku bagi (sudah saya bagi), jelasnya dengan logat sakai.
Soal besaran jumlah tak tontu (tak tentu), ado yang limo atus ibu (lima ratus ribu) yang menerima atau yang mengambil, dan wajib pakai kuitansi dan materai. Kalau ado yang tak dapek (ada tak dapat) sampaikan ke perusahaan, sebutnya.
Fee Bagi Hasil Tanaman PT AA Bikin Warga Sakai Bathin Beringin Kisruh
Diskusi pembaca untuk berita ini