Pekanbaru, katakabar.com - Elaeis Media Group (EMG) bakal hadir di Pekanbaru dalam kegiatan Advocacy dan Penguatan Content Creator Media Sosial dan Jurnalistik Bidang Kelapa Sawit di Provinsi Riau.

Setelah sukses menggelar ajang yang sama di dua kota sebelumnya, yakni Kota Jambi (15-16 Juli 2024) dan Kota Bengkulu (22-23 Agustus 2024), selanjutnya Kota Pekanbaru direncanakan 12 hingga 13 November 2024.

CEO EMG Abdul Aziz mengatakan, agenda yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini berlangsung selama dua hari penuh.

“Untuk di Provinsi Riau ini akan dipusatkan di Kota Pekanbaru, dan ini merupakan upaya pemenuhan dari saking banyaknya permintaan dari masyarakat yang melihat agenda kami sebelumnya, Ujar mantan Kepala Biro Gatra Sumbagteng ini.

Menurut Aziz, bentuk kegiatannya masih sama dengan sebelumnya, pembelajaran selama satu hari penuh di kelas, dan praktek langsung ke lapangan.

“Masih sama, jadi hari pertama pembelajaran di kelas dan hari kedua hasil teori yang didapat langsung dipraktekkan di lapangan, seperti bagaimana Teknik pengaambilan obyek, wawancara dan menuliskan, minimal hasilnya tayang di media sosial pribadi peserta,” jelas pria 49 tahun ini.

Ketika ditanya siapa pesertanya, Aziz menjelaskan, pesertanya dari mahasiswa khususnya putra-putri petani sawit, content creator, pelaku usaha ekonomi bidang kelapa sawit dan masyarakat umum, kuotanya terbatas dan hanya untuk 50 orang yang beruntung.

“Yuk daftarkan segera, sebelum kuota penuh, silahkan daftar melalui link google form https://bit.ly/ContcreatJurnalistikRiau, dan ini 100 persen gratis, tetapi akan diseleksi terlebih dahulu siapa yang berhak dan layak untuk dinyatakan lolos berdasarkan indikator yang sesuai dengan kriteria,” ujar Aziz berpromosi.

Aziz menambahkan, selain kriteria tadi, tidak tertutup juga bagi para guru dan dosen dan humas corparat dan pemerintahan

“Tujuan agenda ini salah satu peningkatan kualitas dan penguatan tentang proses produksi berita di media massa dan video untuk tayang di media sosial yang setara dengan standar penyiaran. Minimal ketika mengupload konten di medsos pribadinya sudh sesuai standar jurnalistik dan penyiaran,” beber Aziz lagi.

Disinggung tentang materi yang akan disampaikan narasumber, Aziz mengatakan bahwa narasumbernya berasal dari jurnalis senior yang telah berpengalaman puluhan tahun, baik di media cetak dan online, selain jurnalis ada juga praktisi penyiaran, serta penggiat media sosial yang telah sukses sebagai content creator.

“Pokonya dijamin enggak bakalan nyesel ikut ini lah, karena materi-materi yang bakal disampaikan narasumbernya “daging” semua dan pasti menarik, sebab narasumbernya sangat ahli serta berpengalaman dibidang masing-masing,” jelasnya.

Tapi Aziz menyampaikan permohonan maaf kepada calon peserta yang mendaftar, jika nantinya tidak terpilih mndapatkan golden tiket untuk mengikuti Advocacy dan Penguatan Content Creator Media Sosial dan Jurnalistik Bidang Kelapa Sawit di Provinsi Bengkulu kali ini.

“Sekali lagi kuotanya terbayas ya, jadi mohon maaf jika tidak terpilih, mungkin next time kita akan menggelar kembali kegaiatan yang sama dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi, jadi harap bersabar menunggu,” ujar Aziz mengakhiri.

Advocacy dan Penguatan Content Creator Media Sosial dan Jurnalistik Bidang Kelapa Sawit di Provinsi Bengkulu ini disponsori oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), didukung oleh sponsor lainnya.