Medan, katakabar.com - Harga minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melemah seret ekonomi pekebun kelapa sawit merosot di Provinsi Sumatera Utara.
Melemahnya harga CPO tersebut Pekan ini dari hasil penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara. Akibatnya, harga kelapa sawit pekebun plasma turut terkerek.
Tidak cuma harga kelapa sawit pekebun plasma, tapi harga kelapa sawit pekebun swadaya atau mandiri terseret melemah. Itu tadi, lantaran melemahnya harga CPO.
Di pekan ini rata-rata harga kelapa sawit pekebun swadaya kisaran Rp2.330 per kilogram hingga Rp2.670 per kilogram, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (19/4).
Untuk harga kelapa sawit pekebun swadaya atau mandiri paling tinggi berada di Kabupaten Madina sebesar Rp2.670 per kilogram. Disusul Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Palas yang masing-masing Rp2.500 per kilogram.
Sedang, harga terendah terjadi di Kabupaten Langkat dibeli sebesar Rp2.170 per kilogram, dan di Labura Rp2.280 per kilogram, serta Paluta Rp2.290 per kilogram.
Harga tersebut masih cukup jauh ketimbang harga penetapan yang bertengger di angka Rp2.972,65 per kilogram.
Berikut rincian harga rata-rata kelapa sawit swadaya di Sumut, yakni Kabupaten Langkat Rp2.170 per kilogram, Kabupaten Deli Serdang Rp2.300 per kilogram, Kabupaten Serdang Bedagai Rp2.500 per kilogram, Kabupaten Simalungun Rp2.450 per kilogram, Kabupaten Batu bara Rp2.350 per kilogram, Kabupaten Asahan Rp2.370 per kilogram, Kabupaten Labura Rp2.280 per kilogram.
Terus, Kabupaten Labuhan Batu Rp2.350 per kilogram, Kabupaten Labusel Rp2.375 per kilogram, Kabupaten Paluta Rp2.290 per kilogram, Kabupaten Palas Rp2.500 per kilogram, Kabupaten Tapsel Rp2.385 per kilogram, Kabupaten Tapteng Rp2.370 per kilogram, Kabupaten Madina Rp2.670 per kilogram, dan Kabupaten Pakpak Bharat Rp2.450 per kilogram.
Harga CPO Melemah Seret Ekonomi Pekebun Sawit Merosot di Sumut
Diskusi pembaca untuk berita ini