Merosot
Sorotan terbaru dari Tag # Merosot
Di Sumsel Harga TBS Tinggi Kontras dengan Produksi Sawit Stagnan Cenderung Merosot
Pelambang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) dibeli Rp3.613, 75 per kilogram tetapi produksi kelapa sawit hingga saat ini stagnan bahkam cenderung merosot di sentra-sentra kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan. Sekretaris Apkasindo Sumatera Selatan, M Yunus menceritakan, produksi rata-rata kebun kelapa sawit merosot hingga 50 persen di 'Negeri Sriwijaya' nama lain dari Sumatera Selatan, ini terjadi beberapa periode belakangan ini. "Belum ada peningkatan, rata-rata turun hingga 50 persen," kata M Yunus, dilansir dari laman EMG, Sabtu (11/10). Bisa jadi, ucap M Yunus, produksi kebun kelapa sawit mulai meningkat di pertengahan, dan akhir Oktober 2025 atau awal November mendatang. Memang, penurunan biasa terjadi terlebih di musim kemarau berkepanjangan. Tetapi, tutur M Yunus, justru harga kelapa sawit yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Selatan periode ini cukup tinggi. Di mana harganya sentuh angka Rp3.613,75 per kilogram untuk umur tanam 10-20 tahun. Harga TBS kelapa sawit dibandrol khusus untuk harga kelapa sawit kebun plasma itu, cenderung lebih tinggi ketimbang harga kelapa sawit swadaya. Harga sawit swadaya atau petani mandiri saat ini dibeli sekitar Rp2.200-2.700 per kilogram oleh para tengkulak di Sumatera Selatan. Ini rincian harga TBS periode ini di Sumatera Selatan, yakni umur 3 tahun Rp3.031,15 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.126,38 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.260,33 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.293,25 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.289,44 per kilogram.
Merosot Tajam, Apakah BTC USDT Rebound Lagi?
Jakarta, katakabar.com - Merosot tajam hingga menyentuh angka $58.621 padai market spot Bittime, BTC USDT mencapai harga terendahnya di Juni 2024. Penurunan presentasi pasar kripto ini penurunan terburuk kedua sepanjang 2024, di tengah turunnya permintaan ETF Bitcoin dan ketidakpastian kebijakan moneter. Menurut data Bittime, pada Senin (25/6) lalu, harga aset kripto terbesar BTC USDT sempat anjlok ke posisi $58.621 per keping, 24 jam terakhir sekitar pada pukul 03.00 WIB dini hari. Di mana sepekan terakhir, harga Bitcoin melemah 6,1 persen. Tak hanya BTC USDT altcoin ikut melemah menyusul penurunan harga bitcoin, banyak aset kripto besar lainnya juga ikut anjlok. Selama empat jam terakhir, harga Ethereum terpantau turun hingga $3,367, sementara BNB terpantau turun 3,9 persen jadi $567,72. Solana turun lebih jauh, turun 7,3 persen menjadi $124,6. Bloomberg menemukan indeks 100 aset kripto terbesar turun sekitar 5 persen dalam tujuh hari yang berakhir Minggu (23 Juni). Ini penurunan terburuk sejak April. Harga Bitcoin terbebani oleh serangkaian arus keluar dari ETF Bitcoin AS selama enam hari. Penyebab Turunnya Harga Bitcoin Jatuhnya pasar mata uang kripto disebabkan oleh keraguan terhadap rencana Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga utama. Bagi beberapa analis, kelemahan kripto adalah tanda peringatan bahwa selera risiko semakin meningkat. ”Dinamika pasar kripto saat ini] ditandai dengan volatilitas yang rendah, volume yang lemah, dan orderbook yang tidak seimbang ketika harga mulai bergerak ke tepi kisarannya," tulis kepala riset FalconX, David Lawants seperti dilansir Bloomberg. Apakah Bitcoin Rebound Lagi? Sebuah postingan dari Santiment, sebuah platform analisis mata uang kripto, menunjukkan kenaikan dan penurunan harga ini bukanlah hal baru bagi Bitcoin, seperti yang ditunjukkan oleh tren harga di masa lalu. Hal ini bisa memberikan harapan baru bagi investor yang skeptis terhadap kenaikan harga BTC USDT. Data menunjukkan kata “penurunan” seringkali menyebabkan kenaikan harga. Bitcoin saat ini diperdagangkan pada $60,000, turun 5,21 persen 24 jam terakhir. Harga BTC USDT turun tepat di bawah $60,000 hari ini dan sejak itu naik kembali ke $60,191, tempat koin tersebut saat ini diperdagangkan. Ketika FUD terus menyebar karena jatuhnya harga Bitcoin, gerakan pemerintah yang pro-kripto terus memicu harapan industri kripto. Kontak: Fransiskus
Alamak! Produksi Rendah dan Harga Kelapa Sawit Merosot di Ketapang
Ketapang, elaeis.co - Pekebun kelap sawit di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat saat ini meradang disebabkan produksi yang rendah dan harga kelapa sawit menukik di awal November 2023 ini. Ketua Apkasindo Ketapang, Nurkholis menceritakan, produksi kebun kelapa sawit rendah di wilayahnya. Itu terjadi dari Agustus 2023 lalu. Tak tanggung-tanggung turunnya hingga 70 persen dari produksi normal. "Saat ini hasil kebun kelapa sawit hanya 6 hingga 7 kwintal per hektar. Padahal, biasanya bisa sampai 2 ton produksinya," ujar Nurkholis, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (1/11). Faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi kebun kelapa sawit petani, kata Nukholis, salah satu penyebabnya cuaca. Di mana saat ini kemarau panjang membuat tanaman kelapa sawit tidak berproduksi. Bahkan, akibat cuaca ekstrim tidak sedikit lahan di Ketapang yang terbakar. Faktor lainnya, pemeliharaan tidak dapat dilakukan maksimal oleh para petani kelapa sawit. Ini dampak dari rendahnya harga kelapa sawit yang dibeli Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di Ketapang. Pekan ini, tutur Nukholis, harga penetapan Disbun Kalimantan Barat merosot. Bayangkan, hanya Rp2.241,07 per kilogram. Padahal, pekan lalu masih Rp2.243,54 per kilogram. Itu harga untuk petani plasma. Kalau petani swadaya di bawah itu. Sedang, petani di sini mayoritas petani swadaya dan belum pul kantongi keterangan STDB, sehingga tidak dapat menikmati harga penetapan dinas perkebunan provinsi," terangnya.
Merosot, Harga TBS Sawit Plasma Awal November 2023 Turun 2,44 Persen di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma ditetapkan merosot periode 1 hingga 7 November 2023. Padahal, periode sebelumnya harga TBS mitra plasma sempat ditetapkan mendaki pada pekan lalu. Merosotnya harga TBS kelapa sawit mitra plasma itu, dari hasil rapat yang dilakukan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, di mana penurunan terjadi seluruh kelompok umur tanam. Untuk penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 8 tahun, yakni sebesar Rp61,76 per kilogram setara 2,44 persen dari penetapan harga periode lalu. "Jadi, harga pembelian TBS kelapa sawit petani untuk periode sepekan ke depan ini turun menjadi Rp2.473,41 per kilogran," ujar Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau, Defris Hatmaja, dilansir dari laman weibsite resmi Pemprov Riau, pada Selasa (31/10). Menurut Defris, penurunan harga TBS kelapa sawit terjadi lantaran turun harga penjualan minyak sawit mentah (CPO) dan kernel yang dilakukan oleh perusahaan sawit yang menjadi sumber data di Riau. "Harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) periode ini turun sebesar Rp163,72 dan kernel pekan ini turun sebesar Rp616,20 dari pekan lalu," jelasnya. Untuk harga cangkang pekan ini, kata Defris, ditetapkan sebesar Rp19,39 per kilogram, dan harga ini berlaku untuk satu bulan. Ini daftar harga TBS kelpaa sawit plasma di Riau periode 1 hingga 7 November 2023, yakni umur 3 tahun Rp1.880,68 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.155,61 per kilogram, umur 5 tahun Rp 2.291,91 per kilogram, umur 6 tahun Rp 2.395,41 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.444,21 per tahun, umur 8 tahun Rp2.473,41 per kilogram. Berikutnya, umur 9 tahun Rp2.473,26 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.457,38 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.415,12 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.373,68 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.330,42 per kilogram, umur 24 tahun RpRp2.282,53 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp 2.229,20 per kilogram. Nah, untuk Indeks K 91,61 persen, BOTL 1,45 persen, harga CPO Rp10.983,27, harga Kernel Rp4.460,26, dan nilai Cangkang Rp19,39.