Rokan Hulu, katakabr.com – Darah, keringat, dan doa jadi saksi bisu perjalanan panjang Sukrial Halomoan Nasution atau akrab disapa Bang Lomo. Sosok yang lahir dan besar di tengah keterbatasan Desa Lubuk Soting, Tambusai, ini akhirnya memetik hasil manis.
Dengan tekad baja, ia berhasil menaklukkan jarak, usia, dan ekonomi hingga resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (SH) dengan predikat membanggakan.
Lahir pada 1979 lampau, impiannya sempat tertahan tembok ekonomi usai lulus SMA Rambah tahun 1998. Namun, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Ia memilih menundukkan keadaan dengan bekerja keras di perkebunan, menabung setiap sen demi satu tujuan: mengubah nasib melalui pendidikan.
Tanggung jawab sebagai kepala keluarga justru picu semangatnya berkobar lebih keras. Di sela-sela kesibukan bekerja dan mengurus rumah tangga, api cita-cita itu tak pernah padam.
Merantau dan Berwirausaha, Membentuk Karakter Tangguh
Langkah besar ia ambil dengan merantau ke Pasir Pengaraian. Di sana, ia mencoba peruntungan membuka usaha UMKM. Dunia bisnis mengasah mental dan kemampuannya menjadi sosok yang tangguh, mandiri, dan tak mudah menyerah menghadapi badai kehidupan.
Kiprahnya di masyarakat pun kian diakui. Kepercayaan besar datang saat ia dipercaya memegang kendali sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Anton-Poti pada Pilkada Rohul 2024, membuktikan integritas dan kapabilitas organisasinya yang luar biasa.
Puncak Kebahagiaan: Gelar SH dengan IPK 3,71
Di umur yang tidak lagi muda, dengan segudang aktivitas dan tanggung jawab, Bg Lomo membuktikan bahwa belajar tak mengenal batas. Dengan disiplin tinggi, ia berhasil menuntaskan studi hukum dan lulus dengan gemilang meraih IPK 3,71.
Gelar yang disandangnya kini bukan sekadar tulisan di atas kertas, melainkan bukti nyata ketekunan yang luar biasa.
"Usia, jarak, dan ekonomi tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti belajar. Selama ada kemauan dan ketekunan, jalan pasti terbuka," ujarnya menyiratkan pesan mendalam.
Kisah hidup Sukrial Halomoan Nasution menjadi inspirasi nyata, khususnya bagi generasi muda di Rokan Hulu. Bahwa masa depan indah bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan mereka yang tak pernah lelah berusaha dan tak pernah menyerah pada keadaan.
Jejak Perjuangan Dari Sawah Ladang Menuju Sarjana Hukum
Diskusi pembaca untuk berita ini