Bengkulu, katakabar.com - Raut wajah seorang warga Desa Suka Maju Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Sumardi terliha senang dan gembira serta sangat bersyukur dengan kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini telah memproduksi minyak goreng secara mandiri.

Selain Sumardi, warga Desa Suka Maju lainnya pun otomatis bersyukur, sebab membeli minyak goreng tidak perlu lagi dari luar daerah.

"Kami sangat bersyukur adanya BUMDes telah memproduksi minyak goreng," ujar Sumardi.

Sebelumnya cerita Sumardi, masyarakat mesti mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk membeli minyak goreng kemasan. Sekarang ini, harga terjangkau dapat menghemat pengeluaran dan mendukung usaha lokal.

Di BUMDes yang terlibat pengolahan kelapa sawit jadi minyak goreng telah menjalani pelatihan dan pembinaan. Itu sebabnya, pengelolaan kelapa sawit jadi minyak goreng berkualitas tinggi berhasil dilakukan dengan efisien.

Proses produksi melibatkan masyarakat desa secara aktif, dan merasakan dampak positif dari usaha ini.

"Terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang telah memberikan pelatihan dan pembinaan. Berkat dukungan ini, kami menghasilkan minyak goreng berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan ekonomi desa, dan menciptakan lapangan kerja," cerita salah satu pengurus BUMDes, Ridwan di lansir dari elaeis.co, pada Jumat (14/7)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu menjabarkan prestasi yang luar biasa dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bengkulu Utara. 

"Beberapa BUMDes telah berhasil mengelola kelapa sawit menjadi minyak goreng berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa," kata
Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu, RA Denni

Apresiasi kepada BUMDes Maju Jaya Sakti di Desa Suka Maju, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah sukses mengelola TBS kelapa sawit menjadi minyak goreng.

Warga desa tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli minyak goreng kemasan yang mahal. Soalnya, minyak goreng produksi BUMDes dijual dengan harga terjangkau, Rp12 ribu per liter.

"Kami bangga pencapaian para BUMDes dalam mengelola kelapa sawit menjadi minyak goreng berkualitas. Ini langkah nyata mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, dan mengurangi ketergantungan produk luar," ulas Denni.

Masih Denni, pengelolaan kelapa sawit menjadi minyak goreng oleh BUMDes di Kabupaten Bengkulu Utara memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Para BUMDes ini menjalankan proses produksi penuh tanggung jawab dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan konservasi sumber daya alam.

Harapannya BUMDes di Kabupaten Bengkulu Utara dapat menjadi contoh bagi daerah lain memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, tuturnya.