Provinsi Bengkulu

Sorotan terbaru dari Tag # Provinsi Bengkulu

Wagub Bengkulu Prihatin Produktivitas Sawit Rakyat Rendah Bikin Hilirisasi Rendah Nasional
Nasional
Senin, 11 Desember 2023 | 19:14 WIB

Wagub Bengkulu Prihatin Produktivitas Sawit Rakyat Rendah Bikin Hilirisasi Rendah

Bengkulu, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyebutkan produktivitas sawit rakyat yang rendah bikin kegiatan dan aktivitas hilirisasi rendah. Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Rosjonsyah sampaikan keprihatinan rendahnya tingkat hilirisasi kelapa sawit di daerahnya. Kata Rosjonsyah, salah satu penyebab utama yang berkontribusi masalah ini lantaran kurangnya produktivitas kelapa sawit rakyat. Untuk itu, ujar Rosjonsyah, betapa penting untuk meningkatkan produktivitas sebagai langkah kunci untuk mengembangkan industri kelapa sawit di masa depan. "Perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat sebagai langkah kunci untuk mengembangkan industri sawit di masa depan," seru Rosjonsyah, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (10/12). Menurutnya, solusi potensial dengan mengatasi masalah ini mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan hilirisasi kelapa sawit dengan melibatkan upaya keberlanjutan usaha para petani. "Untuk meningkatkan hilirisasi perlu melibatkan banyak pihak salah satunya petani, mereka harus dibina bagaimana menghasilkan TBS kelapa sawit dalam jumlah besar," jelasnya. Cerita Rosjonsyah, rata-rata produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kebun rakyat jauh lebih rendah dibandingkan kebun milik perusahaan. Ini membuktikan produktivitas kebun rakyat masih begitu rendah. "TBS kelap sawit rakyat saat ini masih berkisar 0,6 ton hingga 1,2 ton per hektare per bulan dengan kandungan CPO 2,8 ton hingga 3,4 ton per hektar per tahun. Sedang, TBS kebun korporasi dapat mencapai 4,2 ton sampai 4,5 ton CPO per hektare per tahun," rinci Rosjonsyah. Keberhasilan hilirisasi kelapa sawit tidak hanya tergantung pada pemerintah, ulasnya, tapi pada komitmen dan keberlanjutan usaha dari para petani sawit rakyat. Nah, untuk mendukung percepatan pembangunan sektor ini, langkah konkret perlu diambil untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan produktivitas kelapa sawit di Bengkulu. "Kami meminta komitmen dan keberlanjutan usaha dari para petani kelapa sawit rakyat. Mereka harus mendukung percepatan pembangunan sektor ini agar hilirisasi bisa terwujud," tandasnya.

Andai Dipilih, Ketimbang Perbaikan Jalan Elok Bereskan Dulu Harga TBS Sawit Nasional
Nasional
Selasa, 25 Juli 2023 | 16:00 WIB

Andai Dipilih, Ketimbang Perbaikan Jalan Elok Bereskan Dulu Harga TBS Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Andai disuruh memilih antara perbaikan infrastruktur jalan ke kebun kelapa sawit dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit masih rendah saat ini. Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Provinsi Bengkulu pilih bereskan dulu masalah harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit meski perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan di Provinsi Bengkulu. Ketua APKS Bengkulu, Edy Masyhuri menegaskan, harga TBS kelapa sawit mesti jadi perhatian serius dan utama. Lantaran harga yang tidak stabil berdampak kepada pendapatan petani kelapa sawit. "Harga TBS naik turun bisa sebabkan ketidakpastian ekonomi bagi para petani kelapa sawit membuat sulit rencana usaha berkelanjutan di Provinsi Bengkulu," kata Edy dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (25/7). Diceritakan Edy, kami saat ini hadapi tantangan serius mengenai harga TBS kelapa sawit. Itu sebabnya, pemerintah dan pemangku kepentingan mesti kerja sama mencari solusi guna mencapai stabilitas harga yang adil bagi para petani kelapa sawit. Masalah harga TBS kelapa sawit tidak cuma menyangkut para petani tapi bisa pengaruhi perekonomian daerah secara keseluruhan. Kelapa sawit itu komoditas ekspor utama Provinsi Bengkulu, sehingga harga TBS turun naik dan berdampak kepada pendapatan asli daerah. Harapannya pemerintah daerah dapat lebih aktif mendukung petani kelapa sawit dan kerja sama dengan pihak terkait mencari peluang baru pasarkan produk kelapa sawit. Menurutnya, perlu langkah-langkah strategis untuk menghadapi harga tidak stabil bisa terjadi di pasar global. Bila masalah harga TBS kelapa sawit tuntas, baru masalah selanjutnya diatasi, seperti infrastruktur jalan yang memadai. Apalagi infrastruktur yang baik dukung transportasi hasil panen menjadi lebih lancar, dan meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya logistik. "Mayoritas jalan-jalan ke kebun sawit masih perlu perbaikan. Infrastruktur yang memadai petani mudah mengakses pasar dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Endingnya, dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan bagi petani," jelasnya. Ditegaskan Edy lagi, kita butuh jalan, tapi prioritas utama saat ini stabilitas harga TBS kelapa sawit. Hal ini memberikan kepastian bagi para petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan dan lebih baik ke depan.

Kala BUMDes Suka Maju Bisa Produksi Migor secara Mandiri di Bengkulu Nasional
Nasional
Jumat, 14 Juli 2023 | 19:50 WIB

Kala BUMDes Suka Maju Bisa Produksi Migor secara Mandiri di Bengkulu

Bengkulu, katakabar.com - Raut wajah seorang warga Desa Suka Maju Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Sumardi terliha senang dan gembira serta sangat bersyukur dengan kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini telah memproduksi minyak goreng secara mandiri. Selain Sumardi, warga Desa Suka Maju lainnya pun otomatis bersyukur, sebab membeli minyak goreng tidak perlu lagi dari luar daerah. "Kami sangat bersyukur adanya BUMDes telah memproduksi minyak goreng," ujar Sumardi. Sebelumnya cerita Sumardi, masyarakat mesti mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk membeli minyak goreng kemasan. Sekarang ini, harga terjangkau dapat menghemat pengeluaran dan mendukung usaha lokal. Di BUMDes yang terlibat pengolahan kelapa sawit jadi minyak goreng telah menjalani pelatihan dan pembinaan. Itu sebabnya, pengelolaan kelapa sawit jadi minyak goreng berkualitas tinggi berhasil dilakukan dengan efisien. Proses produksi melibatkan masyarakat desa secara aktif, dan merasakan dampak positif dari usaha ini. "Terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang telah memberikan pelatihan dan pembinaan. Berkat dukungan ini, kami menghasilkan minyak goreng berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Ini kesempatan bagi kami untuk meningkatkan ekonomi desa, dan menciptakan lapangan kerja," cerita salah satu pengurus BUMDes, Ridwan di lansir dari elaeis.co, pada Jumat (14/7) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu menjabarkan prestasi yang luar biasa dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Bengkulu Utara. "Beberapa BUMDes telah berhasil mengelola kelapa sawit menjadi minyak goreng berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa," kata Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu, RA Denni Apresiasi kepada BUMDes Maju Jaya Sakti di Desa Suka Maju, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah sukses mengelola TBS kelapa sawit menjadi minyak goreng. Warga desa tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli minyak goreng kemasan yang mahal. Soalnya, minyak goreng produksi BUMDes dijual dengan harga terjangkau, Rp12 ribu per liter. "Kami bangga pencapaian para BUMDes dalam mengelola kelapa sawit menjadi minyak goreng berkualitas. Ini langkah nyata mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, dan mengurangi ketergantungan produk luar," ulas Denni. Masih Denni, pengelolaan kelapa sawit menjadi minyak goreng oleh BUMDes di Kabupaten Bengkulu Utara memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Para BUMDes ini menjalankan proses produksi penuh tanggung jawab dengan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan konservasi sumber daya alam. Harapannya BUMDes di Kabupaten Bengkulu Utara dapat menjadi contoh bagi daerah lain memanfaatkan potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, tuturnya.

Pengangkutan TBS Sawit Masyarakat Terkendala Ulah Jembatan Kayu Rusak Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 08 Juli 2023 | 19:00 WIB

Pengangkutan TBS Sawit Masyarakat Terkendala Ulah Jembatan Kayu Rusak

Bengkulu, katakabar.com - Masyarakat Desa Air Muring, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara Bengkulu terpaksa mengurut dada lihat jembatan dari kayu penghubung Desa Air Muring dengan Kecamatan Marga Sakti kondisinya rusak Jembatan itu sudah digunakan dari tahun 1981 lampau ini sangat penting bagi petani untuk mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit keluar desa. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Yurman Hamedi mengaku sudah sambangi lokasi dan lihat kondisi lantai yang memprihatinkan dan mengkhawatirkam. "Jembatan itu butuh perbaikan permanen. Saya berjanji bakal perjuangkan dan segera mencari solusi masalah ini," kata Yurman, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (7/7). Diceritakan Yurman, masyarakat sudah surati Gubernur Bengkulu mengenai masalah jembatan. Itu sebabnya, kita berharap kepada Gubernur Bengkulu memberikan jawaban yang memuaskan masyarakat. Gubernur Bengkulu mudah-mudahan segera memberikan perhatian serius dan tindakan konkret untuk memperbaiki jembatan yang rusak. Eloknya, Gubernur Bengkulu lihat kondisi jembatan yang rusak dan memberikan perhatian serius keluhan masyarakat. "Perbaikan jembatan penting agar petani bisa mengangkut TBS kelapa sawit dengan lancar tanpa hambatan," ujarnya. Camat Puteri Hijau, Ahmadi menimpali, jembatan kayu harus segera diperbaiki. Kalau tidak, bakal menyulitkan masyarakat mengangkut hasil kebun, dan akhirnya dapat mengganggu produktivitas dan pendapatan mereka. "Untuk itu, penting bagi pemerintah setempat segera bertindak guna memperbaiki jembatan," harapnya. Ahmadi menekankan, pengadaan jembatan yang baru dan tahan lama di Desa Air Muring menjadi tuntutan utama masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah dapat segera menyikapi keluhan ini dan mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan yang telah menjadi penunjang kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun. "Kami berharap permohonan mereka didengar dan diprioritaskan pemerintah Provinsi Bengkulu. Jembatan yang menjadi tulang punggung transportasi lokal segera diperbaiki, sehingga aktivitas ekonomi dan pertanian dapat berjalan lancar," tandasnya.