Meranti Kepulauan, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan tinjau lokasi TPS 02 Dusun Pengaram Desa Mengkikip Kecamatan Tebing Tinggi Barat di lokasi SD negeri 12 Desa Mengkikip, Senin (11/11) kemarin siang.

Giat ini bertujuan untuk memastikan tahapan Pilkada Serentak tahun 2024 di Tebingtinggi Barat sukses dan berjalan lancar.

Kapolres tidak sendirian di kegiatan tersebut, tapi bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kepulauan Meranti, Roni Rakhmat, Danramil 02 Tebing Tinggi, Kapten Inf Tarman Sugianto, Danpos AL Selatpanjang diwakili Serma Amril, Ketua KPU Kepulauan Meranti, Katmuji, Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal, Kaban Kesbangpol, Wan Zulkifli, S.H., M.Si., Kadis Disdukcapil, A Widod, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Iptu Herry Juana Putra dan Camat Tebing Tinggi Barat, Rinaldi.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan mengatakan, peninjauan ini untuk  kondisi TPS 02 Dusun Pengaram Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat di SD Negeri 12 Desa Mengkikip.

"Dusun Pangaram Desa Mengkikip, Kecamatan Tebingtinggi Barat merupakan wilayah terluar Kabupaten Kepulauan Meranti. Untuk menjangkau dan tiba ke lokasi harus ditempuh lewat jalur air menggunakan Pompong atau Kapal bermesin tempel dengan jarak tempuh hampir 3 jam lamanya," ulas AKBP Kurnia.

Cerita AKBP Kurnia, umumnya menuju ke TPS O2 tersebut menggunakan transportasi Pompong dari pelabuhan Desa Mengkikip 3 jam perjalanan, dan dari bibir pantai harus menempuh perjalanan sejauh 1 kilometer lagi baru tiba di lokasi TPS.

"Di lokasibTPS  tidak ada jaringan telepon dan internet, bahkan masih ditemukan banyak masyarakat yang belum memiliki Kartu Keluarga atau KK dan Kartu Tanda Penduduk atau KTP, serta mayoritas penduduknya suku Asli (akit)," terang AKBP Kurnia.

Menurutnya, tujuan dari pengecekan ini untuk melihat secara langsung lokasi dan kondisi geografis pengamanan TPS bila terjadi kendala, sehingga dapat dicarikan solusi sesegera mungkin guna kelancaran proses Pilkada Serentak tahun 2024 di Kabupaten kepulauan Meranti.

"Lokasi dan akses yang jauh ini perlu menjadi perhatian semua pihak, khususnya menyiapkan strategi bagaimana semua bisa berjalan dengan aman dan lancar," harapnya.