Bengkulu, katakabar.com - Masyarakat berada di gerbang masuk Provinsi Bengkulu dari Provinsi Sumatera Selatan, yang bermukim di 78 desa sentra kelapa sawit di wilayah Provinsi Bengkulu sulit akses jaringan internet.

Diantara desa-desa itu sulit akses jaringan internet, salah satunya Desa Air Tenam, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Drs Gunadi Yunir mengatakan,sebanyak 78 desa sentra kelapa sawit di Provinsi Bengkulu masih sulit mengakses jaringan internet

"Rata-rata masyarakat desa memiliki pekerjaan sebagai petani kelapa sawit," ujar Gunadi dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (15/8).

Kata Gunadi, sulitnya jaringan internet otomatis hambat komunikasi antar petani. Untuk penjualan kelapa sawit dilakukan tanpa komunikasi jarak jauh.

"Kalau toke mau beli kelapa sawit mesti  ke desa tanpa komunikasi, itu cukup sulit. Bila petani sudah panen toke tidak tahu," ulasnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) bersama provider hendaknya dapat menjalin kerja sama untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) di daerah tersebut.

"Di era digitalisasi seperti saat ini, jaringan internet sangat dibutuhkan warga, tidak hanya berkomunikasi, tapi mengakses informasi, jelas Gunadi.

Jika masih belum ada jaringan internet di suatu wilayah informasi sulit diperoleh. Apalagi saat ini kerap terjadi longsor di Bengkulu. Kondisi ini ditakutkan persulit pemerintah maupun antar masyarakat memproleh informasi.

"Masyarakat di sana  jangan sampai ketika terjadi bencana terisolir disebabkan terputus komunikasi dengan masyarakat luar," harapnya.