Indragiri Hulu, katakabar.com - Seorang karyawan korporasi perkebunan kelapa sawit, PT Inecda Plantations, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Indrasari Rengat, disebabkan luka berat di bagian kepala, Selasa (15/4) sekitar pukul 06.00 WIB lalu.
Hingga berita ini diturunkan, belum tahu persis penyebab almarhum terkena luka robek. Pasalnya korban sebelum meninggal dunia mengaku kepada tim medis pada pukul 05.00 WIB, tidak tahu terkena benda apa awalnya.
Tapi, dokter yang menangani menjelaskan, jika tidak diketahui penyebab luka penanganan medisnya akan dilakukan dengan pelayanan umum.
“Korban spontan ngaku jatuh di Kamar Mandi,” begitu info yang beredar berhasil dihimpun katakabar.com, Senin (21/4).
Kejadian ini diduga janggal, sebab beredar kabar korban, Thomson Ricardo Gultom, warga Desa Tani Makmur, Rengat Barat itu sempat membangunkan istrinya seraya mengeluh sakit kepala.
“Sang istri sontak terkejut. Kenapa kepalamu Pak, melihat darah sudah mengalir di leher korban akibat luka serius,” ceritanya.
Terpisah, Joko Dwiyono, Humas perusahaan dikonfirmasi mengucapkan bela sungkawa karena seorang karyawannya telah meninggal dunia.
“Atas nama management kami turut beduka cita, dan merasa kehilangan sosok beliau yang sangat baik, kalau diperintah kerja langsung dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut Joko, status almarhum bekerja di Perusahaan sebagai karyawan tetatap yang bertugas selaku Driver (sopir) mobil pribadi selama belasan tahun.
“Tugas almarhum ngantar pihak struktural management kala dinas luar ataupun dalam operasional korporasi,” ucapnya.
Saat disinggung, apakah almarhum akhir-akhir ini dalam bekerja pernah mengalami cekcok mulut sesama pekerja? Sepengetahuan Joko, beliau tidak pernah selisih paham dalam komunikasi ataupun lainnya. Sebab tipikal almarhum cendrung orangnya pendiam dan tertutup.
Ia mengungkapkan? sehari sebelum kejadian, persisnya pada 16 April 2025, almarhum mendapat tugas dari pimpinan untuk berangkat ke Pekanbaru dalam rangka menjemput kecambah sawit.
“Pimpinan periksa saya pertanggal 15 April 2025, sudah setujui supaya almarhum berangkat. Nanti saya pastikan dulu soalnya tentang karyawan itu berada di bagian HRD,” tuturnya.
Sedang, Aipda Misran, Kasi Humas Polres Indragiri Hulu terkonfirmasi membenarkan tim penyidik tengan mendalami kasus tersebut.
“Perkembangan kasus masih Lidik,” kata Aipda Misran singkatnya.
Kematian Karyawan Inecda Janggal, Polisi Sedang Dalami Motif
Diskusi pembaca untuk berita ini