Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir bangun kolaborasi taja workshop pengembangan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi atau UKMK Kelapa Sawit.
Kegiatan itu sejalan dengan saat ini di mana undustri kelapa sawit bagian integral dari ekonomi global yang berperan penting di sektor perekonomian nasional.
Sektor kelapa sawit telah terbukti berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja produktif dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penyediaan barang-barang konsumsi.
Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansah mengatakan, peran dan konstribusi sektor kelapa sawit bagi bangsa dan negara, termasuk perekonomian Indonesia, cukup besar.
"Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2024 ekspor kelapa sawit Indonesia mencapai US$ 1,38 miliar atau sekitar Rp20,9 triliun," kata Helmi lewat keterangan resmi dilansir dari laman EMG, Kamis (14/11).
Menurut Helmi, angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai APBD Provinsi Sumatera Utara tahun 2025 yang mencapai Rp13 triliun. Ini menunjukkan tingginya peran dan kontribusi komoditas kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia.
Itu sebabnya, Helmi menekankan pentingnya memperkuat hilirisasi kelapa sawit seperti yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada pidato pertamanya.
Saat ini, ulas Helmi, hilirisasi kelapa sawit semakin masif. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan jika saat ini sudah ada 179 produk hilir sawit yang sudah dihasilkan di Indonesia. Di mana jumlah tersebut akan terus bertambah.
"BPDPKS konsisten mendukung pengembangan kelapa sawit di Indonesia, baik urusan peningkatan hilirisasi maupun memberikan dukungan terhadap pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) berbasis kelapa sawit," jelasnya saat workshop Pengembangan UKMK Kelapa Sawit di Sumatera Utara, persisnya di Paparat pada 11 hingga 12 November 2024 lalu usung tema 'Meningkatkan Kinerja Koperasi Anggota Aspek-PIR Indonesia Melalui Pembangunan Produk Pangan dan Kosmetika Berbasis Kelapa Sawit'.
Acara ini didukung penuh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspek PIR Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sumut, Banua Pane, Sekretaris Umum Aspek PIR, Syarifuddin Sirait, Bendahara Umum Aspekpir, Sutoyo, dan Kabid Destinasi Disbudparekrat Sumut, Maike Moganai Ritonga.
Sekretaris Umum Aspek PIR Indonesia, Syarifuddin Sirait menuturkan, workshop pengembangan UKMK kelapa sawit ini digelar sebagai bagian dari upaya Aspek PIR Indonesia dan BPDPKS untuk memperkuat posisi petani kelapa sawit dan pelaku UKMK berbasis kelapa sawit.
Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan Ambar, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandara Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, itu mengharapkan, setelah mengikuti workshop ini para peserta dari para petani dan UKMK di Sumut bakal menerapkan materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan sehari-hari, khususnya dalam mengembangkan produk UKMK berbasis kelapa sawit.
Ditambahkan Banua Pane, perkebunan kelapa sawit memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Termasuk yang terkait dengan pengelolaan produk hilir dan biomassa sawit, seperti lidi dan gula merah sawit yang terbukti mampu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM sawit.
Kolaborasi BPDPKS dan Aspek PIR Taja Workshop Pengembangan UKMK Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini