Bathin Solapan, katakabar.com - Satu unit Helikopter Water Bombing milik BNPB bakal ikut membantu kegiatan pendinginan di Kebakaran Lahan dan Hutan atau Karlahut di kawasan Jalan Pemda RT 02 RW 03 Duri XIII Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
"Kegiatan pendinginan Karlahut di kawasan Jalan Pemda RT 02 RW 03 Duri XIII Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, satu unit Helikopter Water Bombing milik BNPB bakal ikut membantu," ujar Kapolsek Kecamatan Mandau, Kompol Hairul Hidayat kepada wartawan lewat siaran persnya, pada Selasa (30/7) malam.
Karlahut terjadi pada Senin (29/7) sekitar 09.00 WIB lalu, kata Kompol Hairul, lokasinya di kawasan Jalan Pemda RT 02 RW 03 Duri XIII Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, sudah dilakukan pemadaman.
"Luas lahan perkebunan kelapa sawit yang terbakar 3 hektar merupakan tanah gambut. Keadaan cuaca panas dan berangin membuat api cepat membakar lahan perkebunan kelapa sawit," jelasnya.
Dalam upaya pemadaman Karlahut di kawasan Jalan Pemda Desa Bumbung tersebut, cerita Kapolsek Mandau, mengerahkan sebanyak 77 orang personel, yakni gabungan Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis sebanyal 12 personel, Koramil 03 Mandau 4 personel, BPBD 17 orang, 11 orang BPBD Kabupaten Bengkalis.

Selain itu, melibatkan 6 orang BPBP Kecamatan Bathin Solapan, Damkar Kecamatan Bathin Solapan 1 orang, Damkar Kecamatan Talang Muandau 3 orang, Perangkat Desa Bumbung 10 orang, dan Masyarakat Pemilik Lahan di sekitar lokasi Karlahut berjumal 30 orang.
"Pemadaman Karlahut sempat terkendala lantaran sumber air diambil dari kanal isekitar lokasi Karlahut dengan jumlah air yang sangat terbatas," tuturnya.
Soal peralatan yang digunakan dalam upaya pemadaman Karlahut tersebut, meliputi 2 Unit Mini Straiker, 1 Unit Honda GX 9 HP, 15 Roll Selang 1.5"
d. 1 Unit Eskavator, dan 1 Unit Mobil Damkar Kecamatan Talang Muandau.
Sedang, kondisi akses ke lokasi Karlahut jalan tanah jauhnya 15 kilometer dari Jalan Lintas Duri-Dumai Desa Bumbung. Di lokasi Karlahut telah masuk alat berat jenis Eskavator untuk membuat sekat kanal dengan ukuran 500 meter x 500 meter guna mencegah api meluas ke lahan yang ada di sekitar lokasi Karlahut mengingat lokasi kebakaran lahan gambut.
"Alhamdulillah, setelah berjibaku beberapa jam lamanya sekitar pukul 16.30 WIB kegiatan pemadaman selesai dilaksanakan, dan dilanjutkan kegiatan pendinginan. Terkait penyebab terjadinya Karlahut saat ini masih dalam lidik," tandasnya.
Kompol H Hidayat Satu Unit Helikopter Water Bombing BNPB Bakal Bantu Pendinginan
Diskusi pembaca untuk berita ini