Binjai, Katakabar- Ratusan pedagang yang lapaknya digusur Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Sumatera Utara, Senin (27/4/2026).
Massa yang datang dari berbagai titik lokasi penggusuran awalnya berharap dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, untuk mempertanyakan kejelasan nasib mereka.
Namun hingga aksi berlangsung, orang nomor satu di Kota Binjai tersebut tak kunjung menemui para demonstran.
Kekecewaan itu memicu emosi massa hingga berujung ricuh. Pagar kantor Pemko Binjai pun dirusak dan dirobohkan oleh peserta aksi.
Aksi Berawal Damai, Berakhir Ricuh
Sejak pagi, aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat Satpol PP dan personel Polres Binjai.
Para pedagang membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar diizinkan kembali berjualan.
Mereka mengaku kehilangan mata pencaharian setelah lapak dagangan di sejumlah titik digusur, di antaranya di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan dan Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur.
“Kami hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga, bukan untuk menjadi kaya,” teriak massa secara bergantian.
Massa Blokade Jalan dan Duduki Kantor Pemko
Di bawah terik matahari, massa terus bertahan sambil mendesak Wali Kota agar keluar dan berdialog langsung. Mereka bahkan menggunakan pengeras suara untuk memanggil Wali Kota.
“Mana Pak Wali? Kami hanya ingin bertemu dan berdialog. Jangan seolah kami ini tidak dianggap,” teriak massa.
Karena tak kunjung mendapat respons, massa mulai memblokade Jalan Jenderal Sudirman. Sejumlah kendaraan dan peralatan aksi dipasang di badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
Tak lama kemudian, massa merangsek masuk dan menduduki area Kantor Pemko Binjai.
Pedagang Mengaku Terpukul, Pemerintah Mulai Negosiasi
Sejumlah pedagang mengaku sangat terpukul atas kebijakan penggusuran yang dinilai tidak memberi solusi.
“Kami sudah puluhan tahun berdagang untuk menyambung hidup. Kenapa kami diperlakukan seperti ini?” ujar seorang pedagang mie ayam dengan nada lirih.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya yang berharap pemerintah segera memberikan kejelasan.
“Kami hanya ingin mencari nafkah untuk anak-anak kami. Tolong temui kami dan ajak berdialog,” ucap seorang pedagang sate.
Hingga sore hari, massa masih bertahan di lokasi. Sejumlah pejabat Pemko Binjai mulai melakukan negosiasi dengan perwakilan pedagang di Ruang Rapat III guna mencari solusi atas permasalahan tersebut.*
Lapak Digusur, Ratusan Pedagang Mengamuk hingga Robohkan Pagar Kantor Pemko Binjai
Diskusi pembaca untuk berita ini