Malang, katakabar.com - Di tengah dunia terus berubah dan sering dilanda konflik sosial maupun budaya, peran generasi muda sebagai pembawa pesan perdamaian menjadi semakin penting. Tetapi, menjadi seorang peacebuilder tidak hanya membutuhkan niat baik mesti bermodal pengetahuan, empati, dan kemampuan untuk memahami keberagaman di tingkat global.

Semangat yang dibawa Jessy Evelyn Goman, mahasiswi Program Studi Digital Communication Binus @Malang, yang berhasil meraih beasiswa prestisius ASEAN Youth Peacebuilder Training Program,  sebuah inisiatif dari Rotary Foundation yang berfokus pada pengembangan pemimpin muda di bidang perdamaian dunia.

Program ini bakal berlangsung pada 17 hingga 29 Januari 2026 mendatang di Sunway University, Malaysia, dan menghadirkan pelatihan akademis jangka pendek serta pengalaman lapangan terapan yang menyiapkan peserta untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka.

Bagi Jessy, kesempatan ini tidak datang begitu saja. Ia mengaku perjalanan menuju program internasional ini bermula secara tidak terduga. Awalnya, ia bergabung dalam sebuah organisasi kampus atas ajakan teman sesama mahasiswa.

Dari pengalaman itu, ia belajar tentang kepemimpinan dan kerja tim dua hal yang menjadi fondasi penting bagi setiap pembangun perdamaian. Dua tahun kemudian, ketika menerima flyer pendaftaran ASEAN Youth Peacebuilder, ia memutuskan untuk mencoba meski sempat ragu.

“Awalnya aku pikir ini di luar jangkauanku, tapi dengan dorongan keluarga dan teman-teman, akhirnya aku berani daftar. Prosesnya panjang, mulai dari wawancara tentang Rotary dan isu perdamaian, hingga mengikuti sesi pelatihan via Zoom setiap Senin dari 8 September sampai 21 Oktober. Di sana, kami bertemu dengan berbagai expert dunia yang melatih kami menjadi seorang peacebuilder. Dan pada 21 Oktober, diumumkan aku lolos menjadi salah satu peserta dari Indonesia,” cerita Jessy.

Dari seluruh pendaftar di Indonesia, ulas Jessy, hanya tiga peserta yang berhasil lolos seleksi akhir dan Jessy menjadi salah satunya. Ia menyebut bahwa pengalaman belajar di Binus @Malang berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri dan cara berpikirnya sebagai k muda yang peka terhadap isu global.

“If you don’t take a step forward, kamu akan stuck di tempat yang sama. Binusmembawaku satu langkah depan lebih besar,” terang Jessy dengan penuh semangat.

Kisah Jessy menjadi bukti keberanian untuk mencoba bisa membuka peluang yang tidak terduga. Melalui lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi dan keterlibatan global, Binus @Malang terus mendukung mahasiswanya untuk menemukan arah dan makna dalam setiap langkah yang mereka ambil. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidangnya, tetapi juga pribadi yang mampu membawa nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian ke ranah yang lebih luas.