Siak, katakabar.com - Berbekal izin dari Kepala SDN 02 Kampung Pangkalan Makmur, mahasiswa KKN MBKM UNRI sudah kelar melakukan sosialisasi usung tema 'Bijak Bermedia Sosial'.

Kegiatan sosialisasi digelar, Sabtu (2/11) pagi lalu, dengan peserta siswa-siswi kelas enam dampingi para guru SDN 02 Kampung Pangkalan Makmur.

Teknologi canggih menjadikan digitalisasi berkembang sangat pesat, dan digitalisasi sangat berkembang ini membuat anak-anak di bawah umur di seluruh dunia ramai memiliki ponsel pintar masing-masing. Mereka lihai selami media sosial, tidak terkecuali anak-anak di Kampung Pangkalan Makmur. Tapi seperti diketahui bersama, media sosial bak pisau bermata dua bila digunakan dengan baik memberi manfaat, dan sebaliknya jika digunakan untuk hal-hal negatif bisa sangat merugikan.

Tujuan dari sosialisasi ini tidak lain, adalah untuk mengedukasi adik-adik Sekolah Dasar 02 Pangkalan Makmur sudah mulai terjun ke dunia media sosial agar lebih bijak  bermedia sosial dengan adab yang baik, dan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.

Acara dibuka dengan selingan ice breaking yang seru dari mahasiswa penampu moderator, yakni Nayandra Syahli. Terus, dilanjutkan dengan pemberian materi yang disampaikan perwakilan mahasiswa, Ryan Ramadhan Pratama selaku Ketua dari kelompok KKN dan pemateri kedua oleh Mawaddah.

Ryan Ramadhan Pratama menyampaikan beberapa materinya tentang dampak positif serta negatif dari bermedia sosial.

"Pengaruh positif bermedia sosial ada beberapa, yakni Koneksi, Informasi, Ekspresi Diri, Dukungan Komunitas, dan Peluang Bisnis. Sedang dampak negatif dari bermedia sosial, meliputi Kecanduan, Membandingkan diri, Berita Palsu, Hilangnya Privasi, serta Cyberbullying," jelas Ryan.

Materi selanjutnya dipaparkan Mawaddah mengenai Undang-Undang yang mengatur ITE, danp tentang etika yang baik dalam menggunakan media sosial.

"Hindari penggunaan bahasa yang kasar, menyinggung, atau merendahkan, hormati privasi, gunakan media sosial untuk berbagi pengetahuan, inspirasi, dan dukungan, haga waktu dan batasan, cek kebenaran informasi sebelum membagikan informasi, pastikan informasi tersebut akurat dan diverifikasi, dan bila ada hal yang tidak baik saat berselancar di media sosial kita bisa melaporkan konten yang tidak pantas" terangnya.

Melalui sosialisasi ini, harap Mawaddah, adik-adik yang menggunakan media sosial tentunya lebih berhati-hati, dan lebih bijak menggunakannya, sehingga menjadi paham apa saja dampak yang  didapatkan jika menggunakan media sosial dengan sembarangan, dan tidak menjaga etika, pada akhirnya menaikkan kualitas diri kita semua sebagai warga Indonesia.