Bengkulu, katakabar.com - Brondolan kelapa sawit dikenal buah sawit yang lepas dari Tandan Buah Segar (TBS) dari Kabupaten Mukomuko, Bengkulu terbang alias dijual hingga ke Sumatera Utara.
Harga jual brondolan itu tergolong tinggi mencapai Rp2.400 per kilogram. "Harga brondolan di Sumatara Utara lebih tinggi ketimbang di Bengkulu. Kalau di Sumatera Utara, kita jual di atas Rp2.400 per kilogram. Di Bengkulu, kita beli Rp2.050 per kilogram. Meskì biaya angkut dari Kabupaten Mukomuko ke Sumatera Utara lumayan tinggi," ujar salah seorang pembeli brondolan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (16/8).
Cerita Katni, walau harga jual Rp 2.050 per kilogram, para petani di Kabupatem Mukomuko bersyukur lantaran dibandrol lebih tinggi dibanding harga TBS kelapa sawit. Soalnya, harga TBS kelapa sawit saat ini dobandrol Rp1.700 per kilogram.
"Mereka lebih untung jual brondolan lantaran haganya lebih tinggi ketimbang TBS kelapa sawit," ulasnya.
Permintaan brondolan dari Sumatera Utara mulai meningkat kata Katni, ini jadi tantangan bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko agar lebih menggenjot produktivitas untuk menjaga ketersediaan pasokan.
"Kami minta petani sawit perlu bekerja lebih keras lagi untuk menjaga kualitas dan kuantitas brondolan sawit lantaran permintaan meningkat," Katni beri saran kepada pera petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko.
Bupati Kabupaten Mukomuko, Supran merespon positif tingginya permintaan brondolan kelapa sawit.
"Kita dukung agar petani dapat meningkatkan produksi dan kualitas brondolan kelapa sawit. Tingginya permintaan berdampak positif kepada ekonomi masyarakat. Untuk itu, kita dukung para petani tingkatkan produksi dan kualitas brondolan kelapa sawit," jelasnya.
Mantap Brondolan Kelapa Sawit Dari Mukomuko Dijual Hingga Sumut
Diskusi pembaca untuk berita ini