Dijual

Sorotan terbaru dari Tag # Dijual

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp10 Juta Hukrim
Hukrim
Kamis, 22 Januari 2026 | 20:12 WIB

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi di Riau, Owa Dijual Rp10 Juta

Pekanbaru, katakabar.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru ungkap perdagangan satwa dilindungi jenis owa siamang. Seorang pelaku yang memperdagangkan hewan primata itu diamankan. Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya perdagangan satwa yang dilindungi di Kota Pekanbaru. "Ditindaklanjuti oleh anggota dengan undercover buying, alhamdulillah tertangkap pelakunya," kata Muharman dalam konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (22/1). Dalam pengungkapan kasus ini, Polresta Pekanbaru menangkap seorang tersangka berinisial YUS. Menurut Kombes Muharman Arta, pihaknya saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengejar pelaku lain yang terlibat, termasuk pemilik atau pemelihara satwa langka. Muharman menambahkan pihaknya tidak menutup kemungkinan pemilik atau pemelihara satwa langka juga dapat dijerat pidana. "Saat ini juga sedang melakukan proses pengembangan terhadap pemilik atau pemelihara satwa yang dilindungi ini yang saat ini belum bisa kami ungkapkan. Mudah-mudahan alam waktu dekat bisa kami tangkap," jelasnya. Kata Kombes Muharman, pengungkapan jual beli satwa dilindungi ini sejalan dengan program Green Policing yang diusung oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, yakni polisi tidak hanya memberikan keadilan bagi manusia, tetapi juga untuk lingkungan dan ekosistemnya. Sementara, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengungkapkan pelaku ditangkap pada Rabu (21/1) sekitar pukul 11.30 WIB. Berawal dari adanya informasi mengenai adanya transaksi satwa dilindungi jenis owa siamang di Jalan Garuda, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Tim kemudian melakukan penyelidikan ke pasar-pasar hewan dengan teknik undercover buy. Awalnya, polisi berpura-pura hendak membeli burung. "Dia menyatakan 'saya adanya kenalan yang jual siamang'. Dari situ kami pancing, kami undercover buy dari penjual ini," cerita AKP Anggi. Dari hasil interogasi, ternyata ada pemilik di balik perdagangan owa siamang ini. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan terhadap pemilik satwa dilindungi tersebut. "Saat kami undercover itu, baru bayar DP Rp 2 juta, tetapi dia menjual Rp 10 juta," ulasnya. Owa siamang ini, ucapnya, berasal dari Kampar. Polisi juga telah mencari diduga pemilik satwa dilindungi ini ke Kampar, tapi pelaku tidak ada di tempat. Saat diinterogasi, tersangka mengaku tidak memiliki izin memperdagangkan satwa dilindungi tersebut. Pelaku kemudian dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 40 A ayat (1) huruf d juncto Pasal 21 ayat (2) huruf A juncto Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dijual di Atas HET, Politisi Gerindra Ini Minta BUMN Ambil Alih Distribusi Minyakita Sawit
Sawit
Sabtu, 06 September 2025 | 16:10 WIB

Dijual di Atas HET, Politisi Gerindra Ini Minta BUMN Ambil Alih Distribusi Minyakita

Jakarta, katakabar.com - Politisi partai besutan Probowo Subianto, Gerindra minta Badan Usaha Milik Negara atau BUMN ambil alih distribusi Minyakita. Soalnya harga Minyakita masih sering dijual di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET Rp15.700 per liter. Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan perlunya keterlibatan BUMN Pangan seperti Bulog dan ID Food dalam distribusi Minyakita. Langkah ini diharapkan bisa memastikan keterjangkauan minyak goreng untuk masyarakat. Di rapat Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Andre secara tegas menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengatur distribusi Minyakita dengan jelas. "Saya pada rapat ini meminta Mendag secara resmi mengatur distribusinya. Tugaskan saja BUMN Pangan seperti Bulog atau ID Food sebagai distributor," kata Andre, dilansir dari laman EMG, Sabtu sore. Lantas, Andre soroti fakta Indonesia merupakan produsen Crude Palm Oil atau CPO terbesar di dunia, dengan produksi minyak goreng nasional jauh melebihi kebutuhan dalam negeri yang hanya sekitar 227.000 ton per bulan. Menurutnya, kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita seharusnya tidak terjadi jika distribusi dikelola dengan baik. "Padahal kita ini negara penghasil CPO terbesar, masa rakyat sendiri susah dapat Minyakita dengan harga yang wajar?" jelasnya. Diminta agar usulan ini dimasukkan ke dalam kesimpulan resmi rapat, ucap Andre, agar Menteri Perdagangan segera mengambil langkah nyata menunjuk Bulog dan ID Food sebagai distributor resmi Minyakita. Ia menegaskan langkah ini tidak akan merugikan produsen, karena BUMN tetap akan membeli minyak goreng sesuai harga yang ditetapkan. "Saya minta dalam rapat ini tolong kesimpulan dibikinkan bahwa Komisi VI meminta pemerintah melalui Menteri Perdagangan untuk menunjuk Bulog/ID Food sebagai distributor Minyakita," bebernya. Masih Andre menekankan negara tidak boleh tunduk pada kekuatan pasar atau konglomerat yang diduga memainkan distribusi bahan pokok. Menurutnya, negara harus memastikan rakyat bisa membeli Minyakita sesuai HET, bukan sekadar menguntungkan oknum tertentu. Selain itu, Andre soroti peran koperasi, seperti Koperasi Merah Putih sebagai alternatif distribusi yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Wow! BBM Jenis Baru Dijual di SPBU Pertamina Campuran Masing-masing 50 Persen Sawit
Sawit
Minggu, 01 September 2024 | 15:29 WIB

Wow! BBM Jenis Baru Dijual di SPBU Pertamina Campuran Masing-masing 50 Persen

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah resmi luncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dijual mulai per 1 September 2024 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pemerintah melalaui Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman resmi meluncurkan bahan bakar campuran solar dengan minyak sawit. Di mana rasio masing-masing 50 persen atau B50, di pekan ketiga Agustus 2024.

Luas Kebun Rakyat Terus Menyusut di Mukomuko, Ini Penyebabnya Nasional
Nasional
Selasa, 26 September 2023 | 21:40 WIB

Luas Kebun Rakyat Terus Menyusut di Mukomuko, Ini Penyebabnya

Mukomuko, katakabar.com - Luas kebun kelapa sawit rakyat terus menyusut di Kabupaten Mukomuko. Masalahnya bukan lantaran dikonversi ke tanaman lain, tapi bikin terenyuh kepemilikan beralih ke perusahaan perkebunan "Prihatinan dengan peningkatan luas lahan kebun kelapa sawit masyarakat dikuasai perusahaan kelapa sawit. Fenomena ini terjadi disebabkan banyak petani memilih menjual kebun sawit mereka kepada perusahaan besar," ujar Bupati Kabupaten Mukomuko, Sapuan. Menurutnya, penjualan lahan kebun kelapa sawit oleh masyarakat setempat kepada perusahaan kelapa sawit langkah yang sangat merugikan. Konsekuensinya, masyarakat yang telah menjual lahan mereka kini tidak memiliki lahan untuk berkebun. "Sangat disayangkan banyak masyarakat menjual kebunnya ke perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dampaknya, mereka terpaksa mencari sumber mata pencaharian yang lain," cerita Orang Nomor Satu di Kabupaten Mukomuko ini, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (26/9). Sedihnya lagi, ulas Sapuan, masyarakat kehilangan lahan kebun terpaksa merambah hutan lindung di sekitar Kabupaten Mukomuko. "Tindakan ini tidak hanya merugikan ekosistem, tapi mengancam kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Sejumlah aktivis lingkungan setempat suarakan keprihatinan tentang masalah ini. Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas untuk melindungi lahan berharga dan ekosistem yang terancam disebabkan deforestasi yang semakin meluas. Aktivis lingkungan Mukomuko, Siti Rahma, menuturkan keprihatinan terus berkurangnya lahan hijau di wilayah itu. "Perlu ada langkah konkret untuk melindungi kawasan hutan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," harapnya. Kampanye dan program penghijauan harus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan konservasi dan hutan lindung, terangnya.

Mantap! Brondolan Kelapa Sawit Dari Mukomuko Dijual Hingga Sumut Sawit
Sawit
Rabu, 16 Agustus 2023 | 16:50 WIB

Mantap! Brondolan Kelapa Sawit Dari Mukomuko Dijual Hingga Sumut

Bengkulu, katakabar.com - Brondolan kelapa sawit dikenal buah sawit yang lepas dari Tandan Buah Segar (TBS) dari Kabupaten Mukomuko, Bengkulu terbang alias dijual hingga ke Sumatera Utara. Harga jual brondolan itu tergolong tinggi mencapai Rp2.400 per kilogram. "Harga brondolan di Sumatara Utara lebih tinggi ketimbang di Bengkulu. Kalau di Sumatera Utara, kita jual di atas Rp2.400 per kilogram. Di Bengkulu, kita beli Rp2.050 per kilogram. Meskì biaya angkut dari Kabupaten Mukomuko ke Sumatera Utara lumayan tinggi," ujar salah seorang pembeli brondolan kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (16/8). Cerita Katni, walau harga jual Rp 2.050 per kilogram, para petani di Kabupatem Mukomuko bersyukur lantaran dibandrol lebih tinggi dibanding harga TBS kelapa sawit. Soalnya, harga TBS kelapa sawit saat ini dobandrol Rp1.700 per kilogram. "Mereka lebih untung jual brondolan lantaran haganya lebih tinggi ketimbang TBS kelapa sawit," ulasnya. Permintaan brondolan dari Sumatera Utara mulai meningkat kata Katni, ini jadi tantangan bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko agar lebih menggenjot produktivitas untuk menjaga ketersediaan pasokan. "Kami minta petani sawit perlu bekerja lebih keras lagi untuk menjaga kualitas dan kuantitas brondolan sawit lantaran permintaan meningkat," Katni beri saran kepada pera petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko. Bupati Kabulaten Mukomuko, Supran merespon positif tingginya permintaan brondolan kelapa sawit. "Kita dukung agar petani dapat meningkatkan produksi dan kualitas brondolan kelapa sawit. Tingginya permintaan berdampak positif kepada ekonomi masyarakat. Untuk itu, kita dukung para petani tingkatkan produksi dan kualitas brondolan kelapa sawit," jelasnya.