Thailand, katakabar.com - Tim Nasional Indonesia U19 baru menang sekali dalam Lima laga uji coba yang dilakoni melawan Tim Tim di Thailand.

Tapi, kepercayaan diri 28 pemain pemusatan latihan di Thailand makin meningkat. Itu ditunjukkan oleh kemenangan 2-1 tim ini, atas lawannya, klub Kyung Hee University, di Alpine Football Camp Training, Chiang Mai, Thailand, kemarin.

Dua gol timnas, dicetak Rizky Ridho Ramadhani dan Komang Teguh Trisnanda. Ini adalah latih tanding mereka yang kelima, sekaligus kemenangan pertama tim, dengan tim yang sama.

Sebelumnya, mereka beberapa kali melakukan latih tanding bersama tim-tim elit dari Korea Selatan, yang bermain di K-League 1.

Pertama, mereka bermain dengan salah satu klub Universitas, bernama Kyung Hee University. Mereka harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2 dan kedua, mereka bermain 0-4 melawan Seongnam FC. Begitu saat melawan Busan IPark yang tahun ini baru saja promosi ke K-League 1, mereka bisa membuat satu gol, meski mengakui kekuatan tim lawan 1-5. Mereka bermain lagi dengan Seongnam FC dengan skor 1-4, gol dicetak oleh Irfan Jauhari.

“Kemenangan ini menjadi modal positif bagi pemain, mereka bermain bagus sekali. Kepercayaan diri mereka semakin bertambah, setiap hari selalu menunjukkan semangatnya dalam berlatih. Pemain pasti mengalami perkembangan tapi memang tidak bisa cepat, tidak langsung datang yang tiba-tiba fisik pemain langsung bagus. Harus melalui proses dan ini yang sedang dijalani pemain,” kata Shin Tae Yong.

“Paling terlihat perubahannya adalah para pemain punya mental bagus untuk melawan rasa kelelahan mereka setelah menjalani latihan fisik yang panjang. Mereka mulai berani untuk melakukan kontak fisik dengan pemain yang senior dan level pun di atas mereka,” katanya.

Soal hasil pertandingan, manajer pelatih Shin Tae Yong tidak menjadikan hal tersebut sebagai prioritas.

“Sekali lagi, saya tidak melihat hasil, melainkan perkembangan pemain setiap harinya dalam menyerap latihan yang diberikan, terutama progres fisik pemain. Bukan tentang hasil dan taktik.

Intinya, mereka sudah mengerti apa yang saya instruksikan dan inginkan. Jarak antar pemain sudah tidak terlalu jauh, saat transisi dari menyerang ke bertahan, mereka pun langsung bergerak cepat,” tegasnya.

Menurutnya, masih ada kekurangan yang terus diperbaiki tim ini selama di Thailand.

“Masalah besarnya, saat bertahan. Posisi bertahan para pemain seharusnya di antara gawang, bola dan lawan. Dan harus bisa terus melihat posisi lawan.

Tapi makin bagus, kali ini di pertandingan ini, pertahanan mereka membaik. Untuk fisik semakin membaik dan sudah mulai bisa cetak gol juga,” tandasnya.