Thailand
Sorotan terbaru dari Tag # Thailand
Suasana Hangat di Rumdis, Kepulangan Puja Lestari Peraih Mendali Emas Disambut Bupati Inhu
Rengat, katakabar.com - Puja Lestari atlet Panjat Tebing sukses harumkan nama Indragiri Hulu, atau Indonesia di Sea Games 2025 Thailand dengan maraih mendali emas. Kepulangannya ke kampung halaman disambut meriah Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto penuh khidmat di Rumah Dinas Bupati Inhu, Rengat, Rabu (24/12) kemarin. Saat bertandang di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Indragiri Hulu, Puja didampingi keluarga dan pelatihnya. Usai berbincang hangat mengenai pengalaman bertanding di Thailand, Bupati bersama Puja Lestari dan rombongan bergerak menuju Lapangan Narasinga, Rengat. Kehadiran mereka di sana adalah untuk menyaksikan laga final sepak bola Bupati Cup 2025 sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet lokal. Di kegiatan tersebut, Ade Agus Hartanto menyerahkan secara simbolis bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi, serta menyerahkan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Indragiri Hulu. Ia menegaskan capaian emas oleh Puja Lestari menjadi bukti nyata potensi atlet Inhu memiliki daya saing internasional. "Dengan raihan prestasi luar biasa dari Puja Lestari di Sea Games Thailand, pengembangan olahraga di Kabupaten Inhu kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kita berkomitmen untuk terus mendukung talenta-talenta muda kita agar terus berprestasi," tegasnya.
Dipercaya Ratusan Perusahaan di Indonesia, MiiTel Kini Diadopsi Singapura Hingga Thailand
Jakarta, katakabar.com - MiiTel solusi AI Voice Analytics dari RevComm Indonesia, kini dipercaya lebih dari dua ratus perusahaan di Indonesia, termasuk Paragon Corp, PT Multi Terminal Indonesia, ASTRO, hingga ERHA. Selain di Indonesia, kini solusi MiiTel mulai diadopsi oleh perusahaan di Singapura, Thailand, India, hingga Australia. Perluasan ini didorong kemampuan MiiTel yang telah mendukung Automatic Speech Recognition (ASR) language hingga 100 bahasa internasional termasuk Thailand, Mandarin, Arab, dan Prancis dengan akurasi tinggi. Peningkatan ini menjadi tonggak baru bagi RevComm, yang sebelumnya hanya mendukung tiga bahasa (Indonesia, English, dan Jepang). Berdiri di Jepang dari tahun 2017 silam, RevComm Inc. hadir di Indonesia pada 2021 dan membawa solusi untuk masalah black box pada komunikasi suara dalam bisnis seperti telepon dan meeting. Melalui kemampuan AI Voice Analytics, MiiTel mampu memberikan visibilitas terkait apa yang dibicarakan dan bagaimana pembicaraan dilakukan antara staf dengan pelanggan secara otomatis dan transparan. Mulai recording, transkripsi, summary, hingga analisis performa percakapan, semua otomatis dihasilkan oleh MiiTel. Ini membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan performa layanan, konversi, dan produktivitas bisnis. Rosyadana Akbarun N, Branch Digital Clinic Manager ERHA, membagikan pengalamannya menggunakan MiiTel dalam sesi podcast eksklusif bertajuk MiiTalk: Masih Layani Pelanggan dengan Cara Lama? Lihat Bagaimana ERHA Melakukannya Sekarang, “Bagi kami, MiiTel adalah partner yang terus menguatkan supaya kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Sejak menggunakan MiiTel, kami merasakan perubahan pada efisiensi dan kualitas percakapan, bahkan response time kami meningkat hingga 30 persen," ujarnya. Pertumbuhan dan perluasan jangkauan pengguna MiiTel ini menjadi motivasi bagi RevComm untuk terus memberikan nilai dan menyebarkan solusi MiiTel ke lebih banyak perusahaan di berbagai negara. Dapatkan demo gratis MiiTel dengan klik di sini atau kunjungi miitel.id
Kebijakan Naker Sektor Sawit Diadopsi dari Praktik Terbaik dari Australia dan Thailand
Jakarta, katakabar.com - Klaster Interaksi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Sosial, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia atau UI serahkan rekomendasi kebijakan guna mendukung keberlanjutan sektor kelapa sawit kepada Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker)l. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Estiarty Haryani mengatakan, dokumen tersebut dapat menjadi masukan penting menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peluang Besar Bagi Indonesia Thailand Setujui ETF Bitcoin Spot Pertama
Jakarta, katakabar.com - Thailand telah mengambil langkah maju signifikan hal adopsi aset digital dengan menyetujui Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot pertama di negaranya, sekaligus menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Ini menandakan transisi penting dalam regulasi dan penerimaan aset kripto di wilayah tersebut. ETF Bitcoin Spot ini diluncurkan One Asset Management (ONEAM), perusahaan manajemen aset terkemuka di Thailand, dan menawarkan alternatif investasi yang aman dan teregulasi bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke Bitcoin. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menyambut baik persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand dan melihatnya sebagai pertanda positif bagi masa depan aset kripto di Indonesia. Menurutnya, ETF ini memberikan harapan untuk menarik minat dari investor institusional dan individu yang mencari cara aman dan teregulasi untuk berinvestasi dalam Bitcoin. "Persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand ini memberikan harapan yang luas untuk adopsi kripto di Indonesia," kata Yudho. "Ini menunjukkan bahwa regulator di kawasan ini mulai menerima kripto sebagai kelas aset yang sah dan semakin terbuka terhadap potensinya," ujarnya. Perkembangan ini, cerita Yudho, dapat membuka peluang bagi peluncuran produk investasi ETF kripto di Indonesia. Dia menjelaskan perkembangan ini bisa menjadi pendorong utama bagi regulator di Indonesia untuk mempertimbangkan langkah serupa. “Adopsi kripto di Indonesia bisa mendapatkan dorongan signifikan dengan adanya produk ETF Bitcoin Spot. Hal ini dapat memberikan opsi investasi yang lebih aman dan teregulasi bagi masyarakat Indonesia,” beber Yudho. "Dengan melihat perkembangan regulator di negara lain, seperti Thailand, Hong Kong, Australia, dan Amerika Serikat, yang sudah menyetujui ETF kripto, maka kemungkinan besar Indonesia akan mengikuti langkah yang sama," tambahnya. Langkah Penting Persetujuan ETF Bitcoin Spot di Thailand memang menjadi langkah penting dalam evolusi aset kripto di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto mulai berkembang dan semakin matang, dan membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di masa depan. Perpindahan pengawasan dan pengaturan kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dapat membawa dampak positif bagi industri kripto di Indonesia. OJK memiliki pengalaman dan sumber daya yang lebih luas dalam mengawasi pasar keuangan, sehingga diharapkan dapat memberikan regulasi yang lebih komprehensif dan efektif untuk industri kripto. "Saat ini, pengawasan dan pengaturan kripto di Indonesia berada di bawah Bappebti. Tapi, waktu dekat pengawasan ini berpindah ke OJK. Perpindahan ini bisa membuka peluang bagi produk investasi ETF kripto di Indonesia, mengingat regulator negara lain sudah mulai menyetujuinya," ulas Yudho Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI). Sentimen disetujuinya ETF Bitcoin di Thailand juga menjadi salah satu pendorong harga BTC menembus US$71.000 atau sekitar Rp1,15 miliar pada Rabu (5/6) sekitar pukul 09:00 WIB pagi. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang semakin besar dari investor terhadap aset digital tersebut, yang dipicu oleh adanya produk investasi yang lebih aman dan teregulasi. Momentum ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi pasar kripto Thailand tapi menimbulkan optimisme di pasar global, termasuk Indonesia, yang melihat peluang serupa untuk mendorong adopsi kripto dan menarik lebih banyak investor. Melihat perkembangan di Thailand, ada peluang besar bagi Indonesia untuk mengikuti jejak tersebut. Dengan regulasi yang tepat, ETF Bitcoin Spot dapat menarik lebih banyak investor institusional dan ritel yang selama ini ragu karena masalah keamanan dan regulasi. Selain itu, persetujuan ETF Bitcoin Spot dapat meningkatkan likuiditas pasar kripto di Indonesia dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berinvestasi dalam aset digital. Ini dapat memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem kripto di Asia Tenggara. Kontak: Bianda Ludwianto - Public Relations Tokocrypto +62856-9267-2993 bianda@tokocrypto.com
Lolos Karantina, Total 9.500 Ton Cangkas Sawit Terbang ke Thailand
Palembang, katakabar.com - Karantina Pertanian Palembang, Provinsi Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan sebanyak 9.500 ton cangkang kelapa sawit hendak diekspor ke 'Negeri Gajah Putih' nama lain dari Thailand. Rencananya, produk samping pengolahan TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) ini digunakan pembeli di negara tersebut sebagai bahan bakar ramah lingkungan. "Cangkang sawit ini memiliki nilai mencapai Rp17,1 miliar. Setelah diperiksa, dan dipastikan bebas dari Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), yakni life insect," jelas Analis Perkarantinaan Tumbuhan Muda, Wita Despalina, lewat keterangan resmi Karantina Pertanian Palembang, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (9/11). Selepas itu, pejabat karantina pertanian baru menerbitkan Phytosanitary Certificate (PC) sebagai bukti cangkang sawit telah menjalani serangkaian tindakan karantina. "Tindakan yang dilkukan mulai dari pemeriksaan fisik media pembawa, alat angkut, dan pengawasan proses fumigasi, telah dilakukan sebagai pemenuhan persyaratan negara tujuan," ujarnya. Kepala Karantina Pertanian Palembang, Azhar Ismail menimpali, produk dari sawit memiliki banyak manfaat selain menjadi CPO. Misalnya cangkang sawit, dapat dimanfaatkan menjadi sumber bioenergi. "Saat ini kebutuhan bahan bakar ramah lingkungan di luar negeri sangat tinggi," ucapnya. Selain Thailand, negara yang impor cangkang sawit dari Sumatera Selatan, yakni Jepang. Usai tragedi Fukushima, negeri Sakura tersebut beralih pilihan kepada energi biomassa yang salah satunya bersumber dari cangkang sawit. Pada Januari 2023 lalu, Karantina Pertanian Palembang telah mensertifikasi 24.000 ton cangkang sawit asal Sumatera Selatan dengan nilai Rp36 miliar yang diekspor ke Jepang. "Ekspor cangkang sawit peluang yang harus dijaga kontinuitasnya. Rangkaian tindakan karantina untuk menjaga kualitas, menjadi penentu keberlanjutan ekspor sumber energi terbarukan," imbuh Azhar.