Mukomuko, katakabar.com - Nelangsa para petani sawah di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terpaksa beralih tanam kelapa sawit lantaran areal persawahan yang mereka garap bertahun lamanya kekurangan irigasi.
Lihat, dari tahun 2022 lalu separuh dari luas sawah telah berubah menjadi hamparan perkebunan kebun kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko. Itu tadi, penyebab utamanya lantaran kekurangan air yang sangat dibutuhkan para petani untuk menggarap sawah.
Kepala desa Pondok Baru, Kecamatan Selagan Raya, Suwandi menyatakan, dari tahun 2016 desanya kekurangan air. Lantaran itu, memaksa petani beralih ke tanaman kelapa sawit. memperkirakan
Menurut Suwandi, seluas 60 hektar atau 50 persen dari total luas areal persawahan di Kabupaten Mukomuko telah hilang berubah menjadi komoditas tanama kelapa sawit. Padahal, sebelumnya luas areal persawahan mencapai 120 hektar di Kabupaten Mukomuko.
"Sudah enam tahun lamanya, dari 2016 hingga 2017 areal persawahan di wilayah ini tidak dapat air. Lalu, areal persawahan ditanami kelapa sawit oleh warga pada 2022 lalu," kata Suwandi, dilansir dari laman ANTARA, pada Jumat (16/2).
Cerita Suwandi, warga sudah mencoba menanam tanaman palawija, seperti kacang, jagung, dan ubi. Tapi lahan itu terbengkalai, sebab keterbatasan air dan masyarakat pelan-pelan tapi pasti tanam kelapa sawit.
"Masyarakat sebenarnya mau bertahan tetap menggarap sawah lantaran ini sudah tradisi dan mata pencaharian utama," ulasnya.
Selama ini, sebutnya, pasokan air untuk kebutuhan bercocok tanam padi berasal dari Daerah Irigasi Air Lubuk Bangko. Tapi, pintu air atau intake mengalami kerusakan disebabkan banjir berdampak air tidak mengalir lagi ke sawah milik para petani.
"Setiap tahun pihak desa mengajukan pembangunan pintu air yang baru kepada pemerintah kabupaten Mukomuko. Tapi, hingga kini belum terealisasi. Sisi lain, pembangunan ini telah menjadi prioritas utama dari musyawarah rencana pembangunan desa.
Merespons hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Apriansyah menjelaskan, pihaknya mengusulkan ada dana Rp5 miliar untuk pembangunan intake melalui dana alokasi khusus fisik ke pemerintah pusat di tahun anggaran 2025.
Selain dana itu, Apriansyah menegaskan pihaknya sudah mengajukan pembangunan saluran irigasi yang rusak di Kecamatan Selagan Raya.
Nelangsa, Para Petani Sawah di Mukomuko Tanam Sawit Lantaran Irigasi Rusak
Diskusi pembaca untuk berita ini