Indragiri Hulu, katakabar.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PC PMII.Kabupaten Indragiri Hulu apresiasi langkah Aparat Penegak Hukum atau APH, dan Pemerintah Daerah atau Pemda telah melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Indragiri Hulu.

Tapi, Kami menegaskan, penindakan tambang ilegal tidak boleh berhenti hanya pada sebatas razia. Pemerintah Daerah atau Pemda bersama instansi terkait diminta serius mengawasi persoalan lingkungan yang jauh lebih besar dampaknya bagi masyarakat, yaitu dugaan pencemaran limbah B3 dari Pabrik Kelapa Sawit atau PKS.

"Kami mendukung operasi tambang ilegal. Tapi jangan lupa, masyarakat sekarang dihadapkan pada ancaman pencemaran limbah berbahaya. Jika pemerintah hanya menindak tambang tapi menutup mata terhadap limbah B3, maka masyarakat tetap menjadi korban," tegas Ketua PC PMII Indragiri lewat Fadil Sekertaris Cabang.

PMII mendesak Dinas Lingkungan Hidup atau KLHK, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengawasan rutin melalui pengambilan sampel air di aliran anak-anak sungai yang berada dekat dengan PKS. Dugaan kuat, limbah B3 dari pabrik sawit telah mengalir ke Sungai Indragiri yang menjadi sumber air dan kehidupan masyarakat.

"Air sungai bukan sekadar aliran, tapi sumber hidup. Jika tercemar limbah berbahaya, itu sama saja meracuni rakyat secara perlahan. Pemerintah tidak boleh diam, harus ada tindakan nyata dan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai," jelasnya.

PC PMII kembali menegaskan, bakal terus mengawal isu lingkungan di Indragiri Hulu karena kerusakan alam dan pencemaran air adalah ancaman serius bagi generasi mendatang.

"Kami tidak segan turun ke jalan bila pemerintah abai. Kepentingan segelintir pihak jangan sampai mengorbankan hak hidup masyarakat luas," sebutnya.