Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti buka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) usung tema 'SDM Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas', Senin (24/11).
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Naker, Tengku Arifin Sos, mengatakan salah satu komitmen melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengurus Koperasi di Desa dan Kelurahan Merah putih ini amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 kepada Menteri Koperasi, yakni memberikan fasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan sumber daya manusia perkoperasian untuk penguatan kapabilitas kelembagaan dan kompetensi usaha Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
"Salah satu komitmen pemerintah dalam penguatan kompetensi sumber daya manusia Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih melalui peningkatan kompetensi terhadap pengurus koperasi dan pendamping yang tersebar di 514 Kabupaten dan Kota pada 38 Provinsi secara tatap muka termasuk Kabupaten Kepulaaun Meranti," ujar Arifin.
Peserta pelatihan berasal dari perwakilan koperasi sebanyak dua orang, yakni ketua dan bendahara masing-masing koperasi. Tahap 1 diikuti sebanyak 50 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, jadi jumlah peserta tahap 1 sebanyak 100 orang.
"Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari. Di mana tahap 1 dilaksanakan pada Senin, 24 Nopermber dan berakhir pada Rabu, 26 Nopember 2025 di Gedung Aula AFIFA Jalan Banglas Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi," jelasnya.
Nah, terang Arifin, soal pembiayaan pelatihan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau yang disebut dengan Dana Dekonsentrasi yang kewenangannya diserahkan kepada Gubernur Riau dan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau.
"Metode pelatihan yang digunakan yakni metode klasikal. Metode klasikal merupakan metode pelatihan yang dilakukan secara tatap muka di dalam kelas sehingga peserta dan Pengajar bertemu secara langsung di dalam kelas untuk melakukan aktivitas pembelajaran berupa paparan materi, diskusi, simulasi, tanya jawab, dinamika kelompok dan penugasan," ucapnya.
Materi pelatihan dalam rangka penyeragaman materi, sambung Arifin, telah disusun materi perkoperasian oleh Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia dengan jumlah materi sebanyak 15 materi dengan 24 Jam Pelajaran (JP).
"Di pelatihan ini disertakan Pre-Test dan Post Test yang wajib diikuti seluruh peserta sebelum mengikuti pelatihan dan setelah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi ini," tuturnya.
Sementara, Muhammad Yusuf selaku Narasumber, menyampaikan melalui Gubernur sesuai program tentang ekonomi kerakyatan, perlu kita ketahui peraturan koperasi merah putih harus sesuai aturan dan Pilpres sehingga bisa berjalan dengan baik.
"Ada 6500 Koperasi yang ada di Provinsi Riau, dan ini adalah langkah-langkah program prioritas oleh pemerintah, namun Meranti ada 311 yang sudah aktif, dan kita mencoba mengaktifkan kembali koperasi yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti," imbuhnya
"Kami mengharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kinerja yang bagus dalam mengelola koperasi sehingga ekonomi kita akan naik secara perlahan," sebutnya
"Mewakili Pemerintah Provinsi Riau kami ucapkan terima kasih banyak atas terselenggaranya acara ini terkusus pada panitia dan dinas terkait, serta peserta yang telah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDKMP Tahun 2025 yang terselenggara hari ini," bebernya.
Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar mengapresiasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja atas terlaksananya kegiatan Pelatihan Dasar Perkoperasian bagi Pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih pada hari ini.
"Koperasi salah satu pilar penguat perekonomian rakyat dan menjadi soko guru perekonomian bangsa. Keberadaannya di tingkat desa/kelurahan, seperti yang diwujudkan melalui Koperasi Merah Putih, diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat lokal," ujar H Asmar.
Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam, kata H Asmar, tetapi memiliki potensi besar untuk berperan dalam berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari pusat distribusi logistik, penyediaan sembako, hingga mendukung layanan ekonomi berbasis komunitas, yang pada akhirnya dapat menekan kemiskinan ekstrem dan inflasi di daerah.
Itu sebabnya, cerita H Asmar, peran pengurus koperasi menjadi sangat vital. Pengurus dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai tentang regulasi perkoperasian, manajemen keuangan, dan keterampilan manajerial yang profesional.
"Pelatihan dasar ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pengurus koperasi tentang perkoperasian. Selanin itu, guna meningkatkan kualitas dan profesionalitas dalam pengelolaan usaha koperasi. Membentuk kader-kader koperasi yang tangguh, partisipatif, dan berwawasan luas," tukas H Asmar.
Untuk itu, pesannya, manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Pengetahuan dan wawasan baru yang Bapak/Ibu dapatkan akan menjadi bekal penting dalam mengelola Koperasi Merah Putih agar dapat tumbuh sehat, hebat, maju, dan mandiri.
Pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk membimbing, membina, dan memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan koperasi, agar koperasi dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat pada umumnya.
"Harapan besar kami, pasca pelatihan ini akan lahir koperasi-koperasi percontohan yang sukses dan dapat direplikasi di desa lain, menunjukkan wujud nyata kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kepulauan Meranti," tutur H Asmar.
Acara di akhiri dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan pelatihan yang diikuti 101 peserta hingga selesai.
Pelatihan Kopdes Merah Putih Tahun 2025, H Asmar Puji DiskopUKM dan Naker
Diskusi pembaca untuk berita ini